Adira FOI: Kompleks Makam Unik di Minahasa

makam-1

Tradisi pemakaman di sejumlah daerah di Indonesia bervariasi dan unik. Di Trunyan, Bali ada pemakaman di atas batu besar. Sulawesi Selatan memiliki gua yang menjadi makam keluarga bangsawan. Sulawesi Utara juga memiliki tradisi pemakaman yang tak kalah unik. Tradisi pemakaman ini disebut waruga dimana bisa dijumpai di Sawangan, Air Madidi. Berikut tulisan saya yang telah saya kirim ke Adira FOI.

Kompleks Taman Waruga di Sawangan ini saat itu sangat sepi. Hanya kami berempat pengunjungnya. Saya sempat ragu-ragu apakah tempat ini buka karena pintu menuju taman ini separuh tertutup dan tidak ada penjaga. Ketika ada penduduk setempat, ia berujar taman dan pemakaman bisa dimasuki, tapi museum sedang ditutup. Ia juga meminta kami untuk menutup pintu jika hendak pulang. Sayang sekali jauh-jauh ke sini tidak bisa mengunjungi tempat ini secara maksimal. Padahal hari masih siang dan saat itu masuk long weekend.

Di luar dugaan, Kompleks Taman Waruga ini ditata cantik dan rapi sehingga jauh dari kesan angker seperti yang biasa melekat pada pemakaman.  Di dinding menuju lokasi pemakaman dihiasi oleh relief yang mengisahkan budaya masyarakat Minahasa zaman dulu dan cara mayat dimakamkan di dalam waruga.

makam-3

Di pemakaman ini ada seratus lebih waruga yang diatur rapi. Ada beberapa di antaranya yang telah rusak dan ditumpuk. Waruga sendiri merupakan makam batu yang merupakan warisan tradisi zaman Megalitikum atau zaman batu besar. Batu tersebut dilubangi sebagai tempat mayat dan kemudian ditutup oleh batu lainnya yang dibentuk seperti prisma atau tingkap. Melihat ukuran batu tersebut dan bentuk tingkapnya saya merasa takjub. Bagaimana mereka membuat rongga pada batu dan membentuk batu tersebut menjadi seperti prisma atau tingkap segitiga.

makam-2

Dari penjelasan pada relief di dinding, agar mayat tersebut bisa masuk dalam kubur batu tersebut maka tubuh mayat diposisikan duduk dengan kepala menyentuh tangan dan lutut. Saya membayangkannya seperti posisi bayi dalam perut seorang ibu.

makam-4

Yang menarik, makam batu ini memiliki hiasan berupa relief yang berbeda antara satu dan lainnya terutama bagian tingkapnya. Hiasan relief itu ada yang berupa sulur, bayi, pria dewasa, wanita, hewan, dan sebagainya. Banyak di antaranya yang kurang jelas karena telah dimakan usia atau berlumut.  Saya menebak-nebak jenis kelamin mayat tersebut dan pekerjaannya berdasarkan relief pada tingkap tersebut. Ada tahun kematian dan nama yang beberapa di antaranya masih terbaca. Ada waruga yang memiliki tahun kematian pertengahan abad XIX. Wah berarti tradisi ini cukup lama bertahan di kalangan penduduk Minahasa sebelum digantikan oleh pemakaman dengan cara dikubur dalam tanah seperti yang lazim dijumpai.

makam-5

Sumber: http://adirafacesofindonesia.com/article.htm/2726/Kompleks-Makam-Unik-di-Minahasa–ubeknegeri–copadeflores

~ oleh dewipuspasari pada Juli 6, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: