Adira FOI: Jelajah Candi-candi di Malang Yuk

candi kidal-relief

Jelajah candi terkesan membosankan karena hanya melihat reruntuhan bangunan tua dan relief yang sulit dipahami. Namun, di balik bangunan bisu tersebut terdapat kisah kebesaran kerajaan-kerajaan bercorak hindu dan buddha pada ratusan abad silam. Berikut tulisan saya di Adira FOI.

 

Candi-candi bertebaran di Jawa Timur sejak berdirinya Kerajaan Kanjuruhan dengan Rajanya yang terkenal bernama Gajayana. Lokasi kerajaan ini diperkirakan ada di Karang Besuki dan kemudian bergeser ke daerah Dinoyo dengan ditemukannya prasasti Dinoyo. Hal ini diperjelas dengan adanya Candi Badut yang tidak jauh dari perumahan penduduk di kawasan Tidar, Karang Besuki.

Sebelum menuju Candi Kidal yang ada di Tumpang, saya berniat menuju Candi Badut. Rupanya candinya sudah tutup padahal jarum jam baru menunjukkan pukul 12.30. Mungkin gara-gara sepi pengunjung maka petugasnya menutup kompleks ini sebelum waktunya. Saya hanya dapat mengintip dari celah-celah dan setelah melihat Candi Kidal, menurut saya bentuknya sedikit mirip, yaitu bentuknya yang segi empat dengan puncak tanpa stupa dan tidak terlalu tinggi.

candi kidal utuh

Candi Kidal

Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Candi Kidal yang berada di Tumpang. Tidak sulit menemukan candi ini karena ada plang penunjuk arah. Di sana saya agak terheran-heran karena lokasinya dekat perumahan penduduk. Di luar pagar kompleks candi sudah rumah-rumah warga.

candi kidal

Sebelum mengamati candi dari dekat, saya sowan dulu dengan penjaganya yang rupanya sarjana arkeologi dari UGM sekaligus pejabat yang mengurusi bangunan purbakala. Wah saya merasa beruntung sekali mendapat guide dengan wawasan yang begitu luas.

candi kidal-arca

Menurut Pak Sis, penjaga, Candi Kidal adalah candi dari Kerajaan Singosari, tepatnya untuk menghormati Raja Anusapati yang telah mangkat. Anusapati adalah raja Singosari sepeninggal Ken Arok, namun ia sebenarnya putra Ken Dedes dengan Tunggul Ametung. Candi ini dibuka untuk masyarakat umum setelah dipugar pada tahun 1990.

Kompleks candi ini asri dan terawat rapi dengan taman dan pepohonan rindang. Yang menarik bagi saya adalah reliefnya yang nampak jelas, meski saya tidak membacanya saya mengaguminya. Lanjut Pak Sis, candi ini memuat mitologi Garudeya, intinya tentang pembebasan dari perbudakan.

Candi ini memiliki anak tanggga menuju pintu gerbang puncak. Puncaknya datar tidak apa-apa. Sementara di sekitar candi ada arca Dewa Siwa yang tidak utuh dikelilingi dengan kala. Keberadaan arca Siwa di sini karena Anusapati dianggap jelmaan Dewa Siwa. Seusai dari Candi Kidal, saya berniat ke Candi Jago yang juga masih di sekitar Tumpang. Namun waktu sudah hampir pukul 15.00 dan menurut Pak Sis, bisa jadi candinya tutup sehingga kami batal ke sana.

candi kidal-puncak

Candi Singosari

Kunjungan saya ke Candi Singosari beberapa bulan sebelum menyambangi Candi Kidal. Candi Singosari merupakan candi paling beken dan menjadi salah satu tujuan wisata budaya bila berkunjung ke kota Malang. Saya mengenal candi ini sejak masih TK ketika guru TK mengajak murid-muridnya melukis di alam bebas sekaligus berwisata naik dokar.

Kenangan itu terulang ketika belajar bersama sahabat saya yang rumahnya tidak jauh dari Candi Singosari saat duduk di bangku SMU. Kami jalan kaki ke sana dari Pasar Singosari. Waktu itu tidak ada pungutan biaya, hanya sumbangan ala kadarnya. Dan ketika saya ke sini ketiga kalinya, Candi Singosari tampil lebih cantik, dengan tatanan yang lebih rapi dan biaya masuk resmi.

candi singosari

Candi Singosari merupakan candi yang besar dibandingkan candi-candi lainnya di sekitar kota Malang. Candi ini tempat bersemayam abu jenazah raja, yakni Raja Kertanegara seorang raja terakhir dari Kerajaan Singosari.Raja Kertanegara adalah sosok yang dikenal hingga ke Negara Tiongkok. Ia pernah mempermalukan utusan Kubilai Khan karena tidak ingin dikuasai bangsa Tiongkok. Ia juga pernah melakukan ekspansi ke Sumatera, Bali, dan Sunda.

Sosok candi ini masih terawat dengan adanya sesajen berupa aneka bunga yang diletakkan di bilik candi. Ada banyak arca seperti arca prajnaparamita yang merupakan dewi kebijaksanaan, dan arca-arca lainnya dalam bentuk yang tidak utuh. Arca Prajnaparamita disebut juga patung Ken Dedes karena Ken Dedes dianggap penjelmaan dewi lambang kebijaksanaan ini.

candi singosari2

Sebenarnya masih ada satu candi lagi di dekat Candi Singosari, yaitu Candi Sumberawan dan candi di daerah Prigen yang bernama Candi Jawi. Hemm bisa jadi tujuan berikutnya bila berkunjung ke kampung halaman.

sumber tulisan: http://adirafacesofindonesia.com/article.htm/1163/Jelajah-Candi-candi-di-Malang-dan-Sekitar

~ oleh dewipuspasari pada Juli 26, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: