Candi Borobudur Bukti Kebesaran Bangsa Indonesia Masa Silam

Camera 360

Candi Borobudur pernah disematkan menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia. Situs bersejarah ini bukan hanya menarik mata wisatawan dalam negeri, namun juga dikunjungi ribuan wisatawan asing yang ingin menambah kekayaan wawasan budaya adiluhung dan spiritual.

Ya, Borobudur bukan hanya megah, namun juga menjadi salah satu pusat spiritual bagi pemeluk agama Buddha. Candi yang diduga dibangun oleh raja Mataram Kuno dari dinasti Syailendra ini pernah tertimbun sekian abad sebelum kemudian digali dan dipugar hingga seperti saat ini.

Saya merasa malu. Di antara orang-orang yang saya kenal, sepertinya hanya saya yang belum pernah menapakkan kaki ke candi terbesar di Jawa ini. Meskipun sudah beberapa kali ke Yogya, namun saya tak kunjung ke Borobudur yang berjarak sekitar dua jaman dari pusat kota. Akhirnya pasangan menemani saya menuju Borobudur. Kami berdua berboncengan motor melaju ke luar kota, ke Magelang, untuk menyaksikan kebesaran budaya bangsa Indonesia lebih dari sepuluh abad silam.

Setelah memarkir kendaraan, saya segera memasang topi lebar. Hawa sangat terik padahal jarum jam belum menunjukkan pukul 12.00. Pelataran kompleks Borobudur nampak penuh dengan rombongan wisatawan. Nampak di sela-sela pengunjung, para pedagang sibuk menawarkan kerajinan tangan sebagai buah tangan.

Bersiap-siap Memasuki Borobudur
Saya mengantri di loket bagi wisatawan domesik. Tarif masuk wisatawan domestik berbeda dengan wisatawan mancanegara. Jauh lebih murah. Mungkin ada yang beranggapan hal tersebut masuk diskriminasi. Namun, menurut saya perbedaan harganya masih wajar dan tarif senilai tersebut tidak mahal untuk ukuran kantong wisatawan mancanegara.

Praktik perbedaan harga ini juga jamak dilakukan di tempat wisata di luar negeri. Bahkan beberapa kali saya menemui praktik perbedaan harga yang sangat tajam di obyek wisata luar negeri, sehingga menimbulkan gerutuan di dalam hati wisatawan mancanegara.

Akhirnya saya mendapatkan tiket. Musim liburan waktu itu membuat antrian cukup panjang karena banyak rombongan wisatawan para anak sekolah bersama guru dan kedua orang tuanya. Setelah memasuki gerbang masuk, kami dimintai untuk mengenakan sarung. Cara berbusana ini wajib karena kami memasuki tempat suci bagi pemeluk agama Buddha sekaligus salah satu pusat budaya dan spiritual di Jawa.

 1-taman borobudur

Entah kenapa ada perasaan begitu tenang dan begitu gembira ketika memasuki tempat ini. Saya seperti anak kecil yang ingin bergegas untuk menapaki tangga demi tangga Candi Borobudur.

Camera 360

Dari taman yang hijau dan indah, Candi Borobudur sudah nampak kebesarannya. Saya semakin mempercepat langkah namun kemudian berhenti di kaki candi untuk menikmati keagungan dan keindahannya.

 

Agungnya Borobudur
Sungguh megah Borobudur dengan tiga pelataran melingkarnya. Tak hanya megah, namun memiliki nilai seni tinggi dengan keindahan bentuk bangunannya dan detail reliefnya.

Camera 360

Candi-candi di Jawa Tengah memiliki ciri khas yang membedakannya dengan candi-candi di Jawa Timur. Candi-candi di Jawa Timur umumnya menggunakan batu bata merah, sementara bahan bangunan di candi Jawa tengah adalah batu andesit yang kokoh. Candi-candi di Jawa Tengah didirikan pada masa berkuasanya Mataram Kuno sebelum kemudian pusat kekuasannya bergeser ke Jawa Timur sejak masa Mpu Sindok. Sementara di Jawa Timur, candinya mulai dari jaman Kanjuruhan, Mataram Kuno, hingga masa Singosari dan Majapahit.

Bagi saya berwisata ke candi-candi bukan hanya menambah koleksi foto wisata, melainkan juga menambah ilmu. Dari sinilah saya bisa melihat secara langsung sisa kebesaran bangsa Indonesia masa silam, tidak hanya membacanya dari buku sejarah. Melihat sisa kebesaran bangsa Indonesia juga membangkitkan rasa percaya diri akan keluhuran budi dan budaya bangsa. Saya percaya bangsa Indonesia akan mampu bangkit menjadi bangsa yang berdikari dan dihormati dalam beberapa tahun ke depan seperti masa-masa kejayaan kerajaan jaman dulu.

Camera 360

Dan di Candi Borobudur ini saya mencoba menyesapi satu-persatu relief yang menggambarkan perjalanan hidup manusia untuk menjadi manusia sempurna. Relief itu masih bisa dibaca dan ditafsirkan. Saya tebak-tebak sendiri maksud dari tiap relief.

Camera 360

Oleh karena padatnya pengunjung, terkadang relief-relief itu terhalang oleh kerumunan pengunjung. Sehingga terpikir untuk kembali ke sini khusus untuk menikmati relief-relief tersebut. Melihat relief-relief yang detil dan pas antara satu bidang dengan bidang lainnya itu saya berpikiran jika bangunan itu selesai dibuat dulu baru kemudian seniman relief bekerja.

Camera 360

Selesai menyusuri dinding-dinding berelief, saya kemudian naik ke tingkat teratas yang dihiasi stupa-stupa. Tidak ada candi di Indonesia selain Borobudur yang begitu kaya akan stupa. Menurut informasi yang saya peroleh, total ada 72 stupa di Candi Borobudur.

Camera 360

Dari tingkat paling atas candi ini saya dapat melihat bentang alam Yogya yang dihiasi pegunungan. Cantik dan nampak begitu tenteram ketika menatapnya dari tingkat atas Candi Borobudur.

Camera 360

Hilir mudik para pengunjung dan teriknya matahari membuat saya menyudahi perjumpaan pertama dengan Borobudur yang telah membuat saya jatuh hati. Suatu kali ingin kembali ke sini untuk menikmati suasana tenteram yang saya rasakan di sini. Juga memperingati kebesaran bangsa Indonesia.

Camera 360

 

.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 6, 2014.

2 Tanggapan to “Candi Borobudur Bukti Kebesaran Bangsa Indonesia Masa Silam”

  1. Mantap, Pus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: