The Wolverine: Keabadian itu Anugerah atau Kutukan?

wolverine-atap

Setelah sekuel X-Men yang menceritakan perubahan karakter Jane Grey menjadi Dark Phoenix dan kemudian beranjak ke sekuelnya yang diluncurkan Mei lalu, The Days of Future Past, saya lupa jika belum menamatkan film The Wolverine yang menjadi perantara keduanya. Gara-gara pasangan berujar film sekuel Wolverine ini kurang bagus, saya jadi malas-malasan menontonnya. Apakah benar-benar kurang bagus filmnya?

Kisah diawali dengan perang dunia kedua yang terjadi di Nagasaki, Jepang. Setelah serangan ke Port Habour, pasukan Amerika membalasnya dengan mengirimkan bom atom yang meluluhlantakan Hirosima dan Nagasaki. Di Nagasaki inilah Logan (Hugh Jackman) menyelamatkan serdadu Jepang dari tindakan bunuh diri dan menyeretnya ke sumur serta melindunginya dari bom. Serdadu yang bernama Yashida itu sangat terkejut dengan kondisi tubuh Logan yang terpapar radiasi, sekaligus kagum dengan kekuatan penyembuhannya.

wolverine-awal

Cerita kemudian bergulir bertahun-tahun kemudian. Pasca kematian Jane (Famke Jensen), Logan hidup berpindah-pindah. Ia selalui dihantui penyesalan atas keputusannya membunuh Jane demi melindungi para manusia dan mutan.Meski memilih menjauh dari kehidupan sosial, nalurinya untuk melindungi sesama membawanya untuk berkonfrotasi dengan segerombolan pemburu yang menggunakan cara-cara ilegal. Saat kontak fisik dengan para pemburu, tiba-tiba ia kedatangan bantuan seorang gadis Jepang bernama Yukio (Rila Fukushima) dengan pedang samurainya.

yukio

Yukio mengakui sebagai anak buah Yashida (Hal Yamanouchi). Ia meminta Logan mengikutinya ke Jepang karena Yashida sekarat dan ingin bertemu dengannya untuk kali terakhir. Logan pun memenuhi ajakannya. Sayangnya ketika tiba di sana, Yashida malah menawarinya untuk menukar keabadian dan kemampuan penyembuhannya dengan kehidupan seperti manusia biasa. Ia menganggap keabadian di tangan Logan hanya menjadi kutukan, sementara ia menginginkan hidup lebih lama. Logan pun menolaknya dan bersiap-siap pulang.

yashida dan wolverine

Konflik pun mulai muncul ketika Yashida akhirnya meninggal dan hendak mewariskan perusahaannya ke cucunya, Mariko (Tao Okamoto), bukan ke putra tunggalnya, Shingen. Barisan Yakuza dan Ninja pun memburu Mariko sementara Logan terpapar racun oleh mutan bernama Viper (Svetlana Khodchenkova), sehingga menekan kemampuannya. Akankah keabadian dan kemampuan Logan hilang selamanya?

Saya setuju dengan pendapat pasangan jika film ini kurang bagus, meski ya tidak jelek-jelek amat. Jalinan ceritanya terkesan dipaksakan untuk menambang pundi-pundi uang dari kebesaran nama Wolverine. Jika Wolverine Origin menghasilkan keuntungan fantastis, para penggemar Marvel mungkin tidak akan melewatkan sekuel ini.

Topik keabadian, rasa tertekan Wolverine karena perasaan bersalahnya kepada Jane, menjadi sentral cerita. Untuk memberi kesegaran suasana, maka setting-nya dipindahkan ke Jepang lengkap dengan pernak-pernik khas Jepang seperti ninja, samurai, dan bom atom.

Seharusnya ceritanya akan sedikit lebih baik jika menitikberatkan alasan mengapa Wolverine harus memilih salah satu, abadi atau fana. Akan tetapi demi alasan agar ‘berisik’ maka dibuatlah serbuan yakuza yang jadinya seperti gerombolan penjahat amatiran dibandingkan penjahat yang sangat ditakuti. Para ninja pun serasa jadi ‘cemen’ketika melawan Logan dengan cakar adamantiumnya. Twist-nya pun bisa ditebak dan pertarungan finalnya malah terasa antiklimaks. Bagian terbaiknya malah ketika adu fisik di atap kereta supercepat.

di kereta

Meskipun jalan ceritanya kurang berbobot dibandingkan film Marvel lainnya, mata saya dimanjakan oleh pemandangan cantik bentangan alam dan juga kota-kota sibuk di Jepang. Juga bisa berandai-andai kapan bisa menikmati kereta supercepat Jepang yang di dalamnya bersih dan nyaman seperti di pesawat. Ada juga bagian yang kocak ketika Wolverine dibersihkan tubuhnya secara paksa oleh kaum ibu paruh baya.

mandi paksa

Detail Film:
Judul : The Wolverine
Sutradara: James Mangold
Pemain : Hugh Jackman, Famke Jensen, Tao Okamoto, Rila Fukushima, Svetlana Khodchenkova, Hal Yamanouchi
Rating : 7/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 11, 2014.

2 Tanggapan to “The Wolverine: Keabadian itu Anugerah atau Kutukan?”

  1. HUGH JACKMAAAAAAN….
    yang paling diingat dari film ini teteeep….. adegan wolverine dimandiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: