Dari Karya Fiksi Menuju Animasi: Sebuah Bisnis Luar Biasa #FA-4

IMG110

Bila diperhatikan siklus film animasi umumnya berawal dari coretan gambar di komik ataupun novel terkenal. Jika peminatnya terus meningkat, maka kemudian dibuatlah versi video game-nya berikut aneka produk dan mainan berkemasan tokoh kartun. Coba hitung-hitung deh, berapa penerimaan yang diperoleh dari semua produk tersebut. Film animasi bisa jadi sebuah bisnis yang luar biasa.

Memang siklus tersebut tidak selalu berurutan seperti di atas. Untuk film-film kartun Disney pada umumnya diadaptasi dari dongeng terkenal Grimms atau HC Andersen, namun ada pula yang merupakan ide orisinal. Film animasi Disney yang merupakan adaptasi longgar atau mirip dengan dongeng terkenal di antaranya adalah Frozen (Snow Queen-versi longgar, hanya mengambil kekuatan sihir es, cerita berbeda); Tangled (Rapunzel); Beauty and The Beast (versi longgar); Little Mermaid (happy ending); dan sebagainya. Sedangkan versi orisinil seperti Mickey Mouse, Donald Duck and friends, Wreck it Ralph, dan sebagainya.

IMG105

Film-film tersebut hampir seluruhnya merajai box offices dan bukan hanya menjadi film favorit anak-anak, melainkan disebut-sebut sebagai film keluarga. Banyak pula dari film Disney yang meraih penghargaan bergengsi terutama dari segi best original song-nya seperti film Tarzan (You’ll be in My Heart), Frozen (Let it Go), Aladin (a Whole New World), dan Beauty and The Beast (judul sama).

Produsen film animasi Hollywood saat ini memang bukan hanya milik Walt Disney, masih ada kuda hitam bernama Pixar, yang merupakan anak perusahaan setelah dibeli Walt Disney Animation Studio. Pixar bersinar berkat Monster Inc, Cars, Brave, dan Toy Story. Ada juga Warner Bros, Universal, Sony Pictures dan sebagainya.

Dari film animasi tersebut kemudian lahir beragam produk. Yang pasti ada DVD dan CD soundtrack-nya. Kemudian lahir aneka fiksi dimana umumnya berupa model cerita bergambar dan komik. Hehehe saya penyuka versi kartun atau cergam dari film Disney. Koleksi saya ada Aladin, Pocahontas, Beauty and The Beast, Alice in Wonderland, 101 Dalmatians, Dumbo dan Sleeping Beauty,juga yang pasti punya Donal Bebek dan Petualangan Kiki-Koko (Chip and Dale). Komik ini sudah ada sejak saya SD dan beberapa di antaranya dipinjam dan belum kembali (hiks).

IMG104

Selain komik dan cergam, banyak pula produk dengan kemasan tokoh kartun, seperti tas, thumbler, aneka makanan, dan hiasan. Saya juga punya hahaha berupa boneka barbie, stiker barbie (hihihi), dan juga boneka gantung Kiki-Koko yang dibuatkan kakak. Ada pula dari tokoh kartun tersebut yang dibuatkan versi video games-nya. Seperti petualangan Chip and Dale yang sering saya mainkan dulu di Nintendo dan Spica.

Sedangkan untuk film superhero Marvel dan saingannya DC Comic, bukan hanya film kartunnya yang sukses, ketika komik itu kemudian dibuat versi live action-nya, respon penggemarnya sangat positif, bahkan banyak penggemar baru. Selain berbagai produk, lahirlah komunitas penggemar superhero yang kemudian sering mengadakan berbagai acara dengan menggunakan atribut khas superhero idola mereka. Jika sudah begini, tempat sewa dan berjualan pakaian dan aksesori ala superhero bakal laris

Dorongan Menjadi Komikus di Jepang

Jika kita memperhatikan manga Jepang, banyak remaja yang ingin bisa coret-coret dan menjadi komikus terkenal. Ya, tak heran sebab jika sebuah manga laris maka nama mereka akan bisa terkenal di berbagai negara, ya setidaknya di negeri mereka sendiri.

Siklus di Jepang umumnya berawal dari manga-> serial animasi di televisi -> versi layar lebar (OVA-original video animation) -> video game -> produk lainnya -> komunitas penggemar. Ini bisa dilihat di Doraemon yang sangat sukses versi manganya dan film serialnya diputar di televisi hingga saat ini. Film layar lebarnya seperti Stand By Me juga laris manis. Ada juga video games-nya dan berbagai produknya sehingga kemudian dibuatlah museumnya. Pasalnya, Doraemon seolah telah menjadi ikon Jepang. Film serial dari manga yang sangat beken juga Candy Candy yang telah tersebar di berbagai negara.

Siklusnya memang tidak selalu berawal dari manga. Ada juga yang lebih dahulu populer berupa versi video gamesnya seperti Chronicle of Valkyria dan Final Fantacy baru kemudian muncul manga dan animenya.

candy-albert

Kondisi ini tak jauh beda dengan serial Upin dan Upin yang bukan hanya kondang di negeri asalnya, tapi juga di Indonesia. Kini ada kaus, aneka stationery, dan buku anak-anak yang memajang para karakter serial tersebut.

Di Indonesia, animasi mulai berkembang seperti Battle of Surabaya, Homeland, Petualangan Singa Pemberani, serial Adit Sopo Jarwo (akan saya ulas ke depan), serial Keluarga Somat, dan sebagainya. Film-film tersebut memang belum terlalu banyak dikenal di negeri sendiri. Akan tetapi saya optimis dengan promosi yang baik dan momen yang tepat, animasi Indonesia akan dicintai oleh masyarakatnya. Syukur-syukur bisa diekspor ke mancanegara.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 24, 2015.

2 Tanggapan to “Dari Karya Fiksi Menuju Animasi: Sebuah Bisnis Luar Biasa #FA-4”

  1. ditunggu kisahnya tentang animasi asal negeri sendiri ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: