Last Knights: Kemiripan Tema dengan 47 Ronin

last-knights

Gara-gara diperankan oleh Morgan Freeman dan Clive Owen, saya tertarik menonton Last Knight. Sebuah film bertemakan abad pertengahan. Ketika sudah memasuki sepertiga film, saya mulai mencium kemiripan cerita dengan 47 Ronin, namun dengan twist yang halus nan kontan mengubah persepsi penonton dan membelokkan cerita. Cukup menarik dan lebih baik dari 47 Ronin-nya Keanu Reeves.

Setting cerita film ini adalah negara antah berantah pada abad pertengahan. Kerajaan terdiri dari beberapa Lord atau tuan tanah, yang memiliki pemerintahan dan pasukan sendiri. Tiap tuan tanah tersebut mematuhi undang-undang kerajaan dan tunduk kepada raja. Di sini masyarakatnya multiras dan memiliki kedudukan yang sama, sehingga para tuan tanahnya ada yang berkulit kuning, ada juga yang berkulit hitam.

Alkisah ada sebuah daerah di bawah pimpinan Lord Bartok (Morgan Freeman) yang bijak dan tidak suka mencari muka. Ia memiliki pasukan elit yang dipimpin Komandan Raiden (Clive Owen) yang terkenal sebagai kesatria yang terampil mengayunkan pedang dan anak buah yang setia. Pasukan elit ini sangat disegani oleh pasukan tuan tanah dan pasukan raja.

Hingga suatu saat Lord Bartok harus pergi ke ibu kota untuk menemui Menteri Keuangan. Gezza Mott (Aksel Hennie) ini sangat tamak dan suka memeras tuan tanah. Kehadiran Lord Bartok yang hanya membawa hadiah busana dari kain sutera dianggap menghinanya.

Lord Bartok bersikeras tidak mau memberikan lebih karena tidak ingin menyuap. Saat penyakitnya kambuh, Gezza Mott berniat membunuh Lord Bartok. Lord yang berupaya mempertahankan diri dan menghentikan tindakan Gezza Mott malah dituduh prajurit hendak membunuh Gezza Mott dan diadili raja. Ia pun memilih dihukum mati daripada rakyatnya menanggung akibat kemarahan Menteri dan raja.

Sejak itu daerah Bartok tinggal kenangan. Rakyatnya diusir paksa dan pasukannya dibubarkan. Komandan Raiden yang tidak mampu menghadapi kenyataan tuannya tewas akhirnya menjadi linglung. Anak buahnya yang telah berpindah profesi sebagai nelayan dan lain-lain, sangat menguatirkannya. Namun, lama-kelamaan mereka malu melihat kebiasan mabuk-mabukannya yang kambuh, dan mengabaikannya. Sedangkan menteri utama yang bijak dan sempat membela Lord Bartok meninggal dan digantikan Gezza Mott. Kekuasaan dan wewenang Gezza Mott pun semakin besar.

Hehehe agak-agak mirip kan alurnya dengan 47 Ronin. Tapi tidak apa-apa kok, setting-nya berbeda. Akar konfliknya pun berlainan. Eksekusi ceritanya juga berbeda, apalagi ada twist yang menarik, demikian juga adegan laganya. Selain itu, tidak ada unsur supranatural yang dulu membuat film 47 Ronin nampak agak mengada-ada.

Agak mengejutkan Morgan Freeman bermain di film ala abad pertengahan ini. Lagipula perannya adalah tuan tanah bukan penasihat seperti peran-perannya pada umumnya. Tetapi, jika melihat karakter tuan tanahnya yang bijak dan anti suap sih, cocok juga diperankan Morgan Freeman.

the last knights

Sedangkan Clive Owen, entah mengapa, sulit memisahkan karakternya dengan King Arthur. Tema dan karakternya di film ini miriplah dengan King Arthur, sama-sama menjadi pemimpin yang ragu-ragu atas idealisme dan tindakannya.

Filmnya awal-awal agak membosankan. Mulai menarik ketika satu demi satu bagian menyibak cerita sebenarnya.

Detail Film:
Judul          : Last Knights
Sutradara      : Kazuaki Kiriya
Pemeran        : Morgan Freeman, Clive Owen
Rating         : 7/10
Gambar : thepeoplesmovies.com; teaser-trailer.com

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 15, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: