Kucing-kucing pun Gemar Bergosip

Minoes

Pernahkah Anda melihat kawanan kucing sedang berkelompok? Atau melihat dua atau tiga ekor kucing yang seolah asyik mengobrol? Hemmm bisa jadi mereka sedang bertukar berita atau bergosip tentang majikan atau manusia di sekeliling mereka.

Kucing salah satu hewan imut yang misterius. Penampilannya memang menggemaskan dan nampak rapuh. Namun, bisa jadi mereka hewan yang paling bertahan hidup di jalanan.

Itulah mengapa Tibbe, salah satu wartawan di kota kecil di Eropa sangat gemar menulis tentang kucing. Alhasil kolom-kolomnya ini menghibur para penggemar kucing, namun tidak halnya dengan atasannya. Ia sudah jenuh dengan artikel-artikel Tibbe tentang kucing dan memintanya untuk menulis berita di sekelilingnya. Jika besok masih ada artikel tentang kucing, ia tak akan segan-segan memecatnya.

Yup buku berjudul Minoes karangan Annie M.G. Schmidt ini bercerita tentang kehidupan kucing. Namun bukan sembarang kucing. Kucing-kucing di kota tempat tinggal Tibbe ini gemar bergosip. Dan ada satu makhluk lagi yang istimewa di kota itu karena mampu menyampaikan gosip-gosip kucing tersebut kepada Tibbe dalam bahasa manusia. Ialah Minoes.

Gosip-gosip kucing tersebut bukan hanya membicarakan majikan yang ceroboh atau majikan yang super sayang pada peliharaannya. Ada yang menjadi penemu koin kuno ketika tak sengaja menggali tanah dengan cakarnya yang mungil. Ada kucing yang gemar duduk di kelas sejarah dan mengalami disorientasi waktu, mengira cerita tersebut baru dan akan terjadi. Ada pula kucing yang jeli akan sesuatu yang umumnya masih dirahasiakan.

cat

Sebagian gosip itu bisa diolah Tibbe menjadi artikel yang menarik. Karirnya selamat dan ia mendapat promosi. Ia merasa patut berterima kasih kepada Minoes. Namun ada satu hal yang membingungkan akan Minoes. Siapa ia sebenarnya? Mengapa ia mampu bercakap-cakap dengan kucing dan manusia?

Oleh karena saya penggemar binatang imut berkumis ini saya langsung tertarik dengan buku ini yang bercover kucing-kucing yang berkumpul di atap. Dalam bukunya juga ada beberapa ilustrasi yang menggemaskan tentang kucing-kucing. Favorit saya adalah kucing liar bernama burik, ratu jalanan, yang tak takut pada manusia dan anjing. Ia menjadi salah satu tokoh kunci dalam konflik yang dihadapi Tibbe dan Minoes.

Ceritanya tidak terlalu rumit dan tidak bakal membuat dahi berkerut. Cerita sederhana yang dikemas secara kocak dan segar. Tentang bagaimana Tibbe berupaya mempertahankan karirnya lewat bantuan teman-teman yang disayanginya, para kucing di kota kecil tersebut. Hemmm jadi penasaran melihat kucing-kucing yang berkumpul di teras pagi tadi. Apakah mereka bergosip tentang menu makanan tadi malam ya???

Buku ini bisa ditemui di berbagai toko buku dalam negeri. Tapi jika ingin praktis bisa membelinya di toko buku online seperti bukupedia. Jika ingin langsung ke halaman buku tersebut bisa mengunjungi: http://www.bukupedia.com/id/book/id-4920/minoes.html

Detail Buku:
Judul                 : Minoes
Penulis               : Annie M.G. Schmidt
Ilustrator            : Carl Hollander
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Rating                : 8/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 28, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: