Menggubah Fiksi dari Kumpulan Twit

140 karakter

Ada yang bilang bangsa Indonesia gemar sekali mengunggah status di media sosial mereka. Apa saja bisa mereka ungkapkan mulai kata-kata motivasi, suasana hati mereka saat itu, hingga pamer aneka kegiatan. Batasan 140 karakter dalam mengunggah status di twitter itu tantangan bagi mereka dalam memilih kata. Nah, pertanyaannya apa yang telah Anda lakukan dengan kicauan-kicauan Anda tersebut yang mungkin jumlahnya sudah mencapai ratusan bahkan ribuan?

Sejak mulai populernya twitter, mereka yang menyukai aktivitas di media sosial pun rame-rame membuat akun. Salah satu kegiatan yang menarik di twitter selain update status adalah mengikuti akun para pesohor seperti artis, penulis ternama, dan motivator. Dengan mengikuti akun para pesohor seolah kita menjadi teman para selebriti tersebut, meskipun hanya membaca rangkaian status atau mengetahui kegiatan mereka saat ini.

Di antara para pesohor tersebut, ada yang rajin berbagi kicauan. Tiap hari atau mungkin tiap terjadi sesuatu, mereka bagikan ke pengikutnya. Dari ribuan kicauan itulah mulai banyak yang terbersit untuk merangkumnya dalam bentuk buku. Salah satu pesohor yang membingkai kicauannya dalam bentuk buku adalah penulis novel populer bernama Fira Basuki.

Wanita kelahiran Surabaya yang terkenal dengan novel Perempuan Hujannya ini merangkum kicauannya dalam buku berjudul 140 Karakter.  Judulnya mewakili batasan penulisan dalam tiap status di twitter. Meskipun terbatas, Fira merasa hal tersebut adalah tantangan dalam meramu diksi. Ada kalanya ia menuliskannya dalam bentuk bersambung karena satu twit dirasanya kurang cukup untuk menuangkan karyanya.

140 Karakter terdiri atas 36 karya fiksi. Sebagian di antaranya berupa puisi, selebihnya adalah prosa yang beberapa di antaranya pernah dimuat di berbagai media. Ada juga yang berkisah hubungannya dengan putri tercintanya, Syahza, dan juga opininya tentang sisi kehidupan.

Syaza dan Saya
Dua karya awal yang membuka 140 Karakter adalah puisi tentang Tuhan. Di puisi pertama, Fira menyapa Tuhan dan bersyukur karena Tuhan mengusir rasa sepi dan memberinya energi tiap hari.  Di puisi berikutnya bertajuk Tuhan, Fira berdoa dan bersyukur kepada Tuhan dengan bahasa yang sederhana, bahasa sehari-hari. Ada juga bagian yang jenaka. ‘Aku bersyukur sama Gusti Allah SWT untuk hidup warna-warni segala sisi.Tapi diam-diam aku ingin minta lagi dan lagi, hihihi. Manja sekali.’

140 karakter-puisi

Prosa berjudul Nama berkisah tentang kesulitan Rani menemukan nama yang tepat bagi bayinya. Ia membaca satu-persatu buku tentang usulan nama bayi beserta makanya, dari nama bayi sansekerta, klasik, Eropa, hingga nama-nama yang umum. Ia ingin nama yang istimewa untuk anaknya karena nama itu adalah doa. Namun, ia tak memungkiri jika manusia tak luput dari dosa dan kesalahan, seperti halnya Arjuna dan Yudistira.

Karya Fira lainnya yang menarik adalah kicauannya tentang Orang Jawa. Baginya orang Jawa itu lucu sekaligus unik. Makan ayam disebut makan ikan atau iwak. Karena menurut mereka segala lauk adalah iwak.

Saya merasa terhibur membaca puisi dan prosa dalam 140 Karakter. Bacaannya lugas dan tidak membuat kening berkerut. Asyik dibaca ketika menunggui teman atau ketika berada di dalam transportasi umum.
Oh iya buku ini tersedia di toko buku online bukupedia.com. Praktis tinggal buat akun dan klik tautan berikut (http://www.bukupedia.com/id/book/id-61175/140-karakter.html) maka bisa langsung pesan dan diantar ke rumah.

Detail Buku:
Judul       : 140 Karakter
Penulis   : Fira Basuki
Penerbit : Grasindo
Tahun     : 2012
Rating     : 7,7/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 29, 2015.

Satu Tanggapan to “Menggubah Fiksi dari Kumpulan Twit”

  1. […] Baca selengkapnya… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: