Virzha yang Kocak dan Devotees yang Ceria

Idola dan fans seperti bangunan yang saling menopang. Keberadaan fans ini diakui Virzha merupakan hal yang penting dalam mendukung karier bermusiknya. Seperti apa sih Virzha di mata Devotees, pemuja setianya? Dan apa aktivitas terbaru dari pelantun Aku Lelakimu ini?

Mengapa mereka mengidolakan Virzha? Menurut Asmarii yang ditimpali rekan-rekannya sesama Devotees, Devirzha memang tidak hanya menjual dari segi kualitas suaranya, ia juga punya kualitas seorang bintang. Ganteng, apa adanya, jujur, hangat, rajin beribadah, kharismatik, dan banyak karakter positif lainnya yang dikemukakan Devotees.

Para Devotees ini lahir sejak pria kelahiran Banda Aceh ini mulai menjadi sorotan publik di ajang Indonesian Idol musim kedelapan tahun 2014. Pria yang memiliki nama lengkap Di Muhammad Devirzha ini rupanya paham jika kariernya juga ditopang oleh militansi fansnya. Hingga ia memikirkan secara mendalam nama yang pas dan keren untuk fanbase-nya, hingga kemudian lahirlah nama Devotees.

Mengapa Devotees? Pria sulung ini mengaku memiliki panggilan akrab Dev selain Virzha. Setelah dikutak-kutik ia menemukan istilah Devotees yang maknanya pemuja setia atau penggemar setia tanpa batas, jelasnya.

Devotees sendiri belum terlalu lama berdiri. Namun, hingga saat ini anggotanya telah mencapai ratusan dari berbagai kota. Ada Devotees perwakilan Medan, Bali, Kalimantan dan sebagainya, jelas Sari Rahayu, kepala suku Devotees. Usia anggotanya juga beragam, dari yang masih kanak-kanak hingga yang berusia di atas 50 tahun. Dan mereka hampir selalu hadir dimanapun Virzha tampil baik acara on air maupun acara off air seperti promo single dan album di store dan mal. Bahkan mereka rela pergi jauh-jauh ke luar kota biaya sendiri demi mendampingi bintang idola mereka.

Seperti pada acara Kompasiana Ngulik ini belasan Devotees datang dari berbagai kota. Ada yang dari Bogor, Pamulang, hingga dari Malang. Ibu asal Malang bernama Ismi Farida ini bercerita jika ia baru seumur-umur ini ia begitu ngefans kepada seorang penyanyi dan ingin Virzha sukses dalam karier bermusiknya. Ia menunjukkan dukungannya dengan berupaya hadir di setiap kegiatan Virzha dan bersedia menyediakan akomodasi bagi para Devotees apabila Virzha memiliki rangkaian acara di kota Malang. Virzha itu sudah saya anggap seperti putra saya sendiri, jelas Bu Ismi sambil tertawa. Sedangkan Devotess, ia anggap sebagai bagian keluarganya.

Selain rajin hadir di acara yang melibatkan Virzha, setiap Devotees rata-rata memiliki CD album pertama Virzha dan hafal lirik sebagian besar lagu-lagu yang terangkum dalam album bertajuk Satu tersebut. Mereka juga aktif meng-update info kegiatan tentang Virzha di akun mereka di twitter @devoteesHQ. Lewat akun ini penggemar Virzha bisa ikut bergabung menjadi Devotees dan mengetahui jadwal kegiatan Virzha.

“Kami tak dibayar lho,” ujar Asmarii. Virzha sendiri juga tidak mengadakan acara khusus fans, hanya sekedar rajin membalas pesan-pesan Devotees di akun media sosialnya. Meski demikian, ketika saya bertemu dan mengobrol akrab dengan Abang (sebutan ke Virzha) rasanya itu senang banget, lanjut Asmarii.

Bagi Virzha, para fans adalah energinya. Mereka saya anggap seperti keluarga dan sahabat, tuturnya. Kami ibarat teh dan gula, ujarnya bercanda.

 

Virzha Menampilkan Single Terbaru Hadirmu dan Thala’al Badru Alayna

Dalam acara Kompasiana Ngulik yang dimoderatori Sylvia dari Sonora 92.0 FM dan Wardah Fajri dari Kompasiana, Virzha membawakan beberapa lagunya yang masuk dalam album perdananya. Album Satu ini baru dirilis 27 Februari 2015 di bawah label Alfa Record.

Setelah single pertamanya yang berjudul Aku Lelakimu cukup sukses di pasaran, Virzha mengusung single keduanya bertajuk Hadirmu. Lagu ini istimewa karena merupakan buah karya Virzha sendiri. Lagu ini sudah mulai diputar di berbagai radio di Indonesia dan video klipnya sendiri baru dirilis Senin, 15 Juni lalu.

Lagu Hadirmu berkisah tentang kerinduan juga hasrat berlebihan dari hati yang paling dalam. Rindu ini bisa diartikan beragam, apakah rindu untuk lebih dekat kepada Tuhan atau rindu secara universal seperti kepada keluarga, orang tua, atau kekasih.

Sedangkan dari video klip, Hadirmu merupakan kelanjutan dari video klip Aku Lelakimu. Jika pada Aku Lelakimu menceritakan tokoh pria akhirnya melakukan donor mata untuk gadis yang dicintainya. Sedangkan di Hadirmu, mengisahkan sulitnya tokoh pria yang sekarang menjadi buta untuk beradaptasi dengan kehidupannya. Tokoh pria masih mengingat dan mengenang gadis yang dicintainya namun ia tak ingin gadis tersebut iba kepadanya.

Dalam album Satu tersebut ada 11 lagu, dimana keenam lagu di antaranya merupakan ciptaan Virzha sendiri. Keseluruhan lagu tersebut bercerita tentang kisah dan kehidupan pribadi Virzha. Sedangkan menurut Ai Lauda dari Alfa Record, kesebelas lagu itu sudah disaring juga memiliki benang merah dan sesuai dengan konsep Satu. Satu itu memiliki tema besar pria yang memuja wanita dimana tokoh prianya digambarkan sebagai sosok flamboyan. Genre dalam album Satu itu adalah rock seperti karakter Virzha, paparnya.

Selain Hadirmu, dalam acara Kompasiana Ngulik ini Virzha juga menampilkan lagu Wild World milik Mr Big yang pernah ditampilkannya di Indonesia Idol. Ia juga membawakan single Untukmu dan single religi yang baru dirilisnya, Thala’al Badru Alayna.

Setiap penampilan Virzha mendapat sambutan meriah dari Kompasianer dan Devotees. Bahkan hampir di setiap lagu, Devotees turut bernyanyi. Virzha sendiri tampil rileks dan ekspresif di acara Kompasiana Ngulik. Ia mengumbar banyak senyum dan tawa, juga beberapa kali menjahili Sylvia dan Devotees. Tak hanya bernyanyi, di acara Kompasiana yang juga ditayangkan live di Radio Sonora 92.0 FM ini Virzha juga menampilkan kepandaiannya memetik dawai gitar dan mengaji.

Artikel ini saya tampilkan kali pertama di Kompasiana:
http://www.kompasiana.com/dewi_puspa/senangnya-virzha-punya-penggemar-setia_558292cbb67a61ea0e39de79

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 18, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: