Kucing-kucing di Stasiun Pasar Minggu Kok Kuyus

Kucing Stasiun Pasar minggu

Ketika bepergian aku kadang menyesal jika lupa bawa makanan kucing di tas. Makanan kering juga tak apa-apa. Hal ini dikarenakan aku cukup sering didatangi para kucing yang lapar. Mungkin karena aku bau kucing, dengan sembilan++ kucing di rumah. Hari ini aku menyesal, lagi-lagi kelupaan.

Usai keliling museum, aku pun kembali ke arah rumah dengan naik kereta. Aku memilih turun di Stasiun Pasar Minggu, tidak di Stasiun Tanjung Barat. Eh baru mau pesan ojol, ada kucing mendekat.

Kucing itu berwarna abu-abu kusam. Ia nampak kurus dan lapar. Kucari roti, kupotong-potong dan kusodorkan. Eh dia tidak doyan.

Tatapannya memelas. Ia nampak berharap. Akhirnya aku mencari ke dalam minimarket stasiun mencari apa ada yang bisa dimakannya.

Aku sebenarnya sudah tahu minimarket di situ tidak menjual makanan kucing. Tapi tetap saja aku masuk. Siapa tahu ada sesuatu, yang bisa dimakannya.

Aku berdiri  di rak makanan, berpikir cepat, apa yang aman buat kucing? Sushi sudah habis, tinggal onigiri. Akhirnya aku memilih onigiri isi ayam teriyaki.

Kubuka plastik dan rumput laut penutupnya. Kusodorkan nasi dan isiannya. Eh ia mau dan makan lahap.

Berhubung pesanan ojol mau datang, aku pun beranjak. Eh di parkir motor di belakang stasiun, ada dua kucing menyapa. Duh mereka juga kurusan dan nampak merana. Akhirnya onigiri yang masih ada, kubagi dua. Mereka semua juga makan banyak dan lahap.

Semua kebagian deh.

Eh ternyata ada satu lagi, dia terlewatkan. Si kucing hitam tidak dapat apa-apa. Kasihan. Sunguh kasihan. Aku pura-pura tak melihat karena Pak Ojol sudah datang.

Maaf yang mpus, lain waktu aku akan bawa makanan kucing buat kucing jalanan. Bagi yang sedang singgah di Stasiun Pasar Minggu, kucing-kucing biasa mengamen di sekitaran minimarket dan di parkiran. Jika ada rejeki berlebih, bisa berbagi dengan mereka.

~ oleh dewipuspasari pada April 26, 2026.

Tinggalkan komentar