Resolusi Lebaran Memulai Dana Darurat

rupiah

Jelang lebaran kehadiran tunjangan hari raya (THR) ditunggu-tunggu oleh berbagai kalangan. THR menjadi penyegar dan penyemangat untuk menjalankan tradisi lebaran. Apalagi lebaran identik dengan berbagai tradisi yang memerlukan biaya yang tak sedikit. Seperti tradisi mudik alias pulang kampung, bagi-bagi angpau, selamatan, membeli baju baru, dan sebagainya. Setiap orang memiliki cara berbeda untuk memanfaatkan tunjangan hari raya ini. Dan saya pun memiliki resolusi lebaran untuk menyiapkan dana darurat selain tentunya pulang ke kampung halaman untuk merayakan lebaran bersama keluarga tersayang.

Tunjangan hari raya umumnya dibagikan setelah dua minggu menjalankan puasa. Kami beruntung perusahaan tempat suami bekerja memberikannya tepat waktu seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sebelum THR tersebut cair, kami sudah berunding apa saja yang akan lakukan dengan dana istimewa dari THR tersebut. Berzakat dan berinfak tentu sudah menjadi agenda wajib. Termasuk menyiapkan angpau buat orang tua dan para keponakan juga anak-anak tetangga di kampung.

Porsi THR untuk tradisi lebaran memang cukup besar, terutama bagi biaya transportasi karena baik biaya tiket kereta api maupun tiket pesawat dari Jakarta ke Malang cukup mahal. Apalagi saat ini saya sudah bersuami. Alhasil pengeluaran tiket pun dikali dua. Belum lagi perjalanan mudik ke keluarga mertua yang berlokasi di Subang.

Untunglah setelah kami pilah-pilah pengeluaran untuk keperluan lebaran, dana THR tersebut masih bersisa. Meski nilainya tak terlalu besar kami masih bersyukur masih ada dana yang bisa disimpan untuk diinvestasikan. Rencananya kami akan memulai mengumpulkan dana darurat.

Berdasarkan saran para perencana keuangan yang saya baca dari berbagai majalah dan media online, dana darurat penting untuk dimiliki bagi siapapun. Baik mereka yang masih lajang ataupun yang telah menikah.

Dana darurat seperti namanya diperuntukkan untuk kegiatan atau yang bersifat darurat seperti terkena bencana atau mendapat kesialan. Kegiatan yang bersifat darurat dan tak kita inginkan seperti saat sakit, saat keluarga memerlukan bantuan untuk kebutuhan mendadak, saat rumah bermasalah seperti terkena banjir atau ketika kita tiba-tiba kehilangan pekerjaan alias di-PHK dan sebagainya. Oleh karena apapun bisa terjadi dan belum tentu kita memiliki berbagai ragam asuransi seperti asuransi kebakaran dan sebagainya maka dana darurat bisa dikatakan wajib dimiliki terutama mereka yang telah berkeluarga.

Menurut berbagai pakar keuangan, dana darurat bagi mereka yang lajang berkisar empat kali biaya hidup tiap bulan. Sedangkan bagi yang menikah dan belum memiliki anak sebesar enam kali pengeluaran tiap bulan. Jumlah ini terus bertambah seiring dengan pertambahan jumlah anak di keluarga bersangkutan.

Dana darurat sebaiknya bersifat likuid dan mudah diuangkan. Produknya bisa berupa tabungan atau produk investasi seperti deposito, reksadana pasar uang dan logam mulia. Jika berupa tabungan maka sebaiknya ditempatkan di rekening yang berbeda dengan rekening untuk keperluan sehari-hari. Selain produk-produk tersebut, ada juga yang memilih untuk menggunakan kartu kredit untuk pembayaran yang bersifat darurat.

Sejak menikah dan memutuskan untuk membeli rumah, kami belum dapat mengumpulkan dana darurat. Ada saja kebutuhan ini itu yang menyita perhatian kami termasuk kewajiban mengangsur rumah tiap bulan. Alhasil kebutuhan dana darurat sebesar enam kali pengeluaran belum bisa kami penuhi. Oleh karenanya senyampang ada dana THR yang berlebih, kami putuskan untuk beresolusi lebaran dengan memulai mengumpulkan dana darurat secara bertahap.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya ada beberapa cara untuk mengumpulkan dana darurat. Dari situs http://www.cermati.com ada banyak pilihan produk simpanan seperti tabungan, tabungan berjangka, deposito, juga deposito syariah dan tabungan syariah.

Dari berbagai pilihan tersebut setelah saya baca satu-persatu, saya merasa lebih pas dengan produk deposito karena lebih bersifat likuid daripada tabungan berjangka, namun memiliki besaran manfaat yang lebih besar daripada tabungan biasa. Ada 56 pilihan produk deposito yang menarik dengan jangka waktu yang fleksibel mulai dari satu hari dan bebas biaya penalti untuk pencairan sebelum jatuh tempo. Dana darurat memang penting disiapkan dan kami berencana untuk memenuhi resolusi lebaran dengan mengumpulkan dana secara bertahap.

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 15, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: