Para Anak Korban Bom Atom

anak bom atom

Bulan Agustus ini memperingati 70 tahunnya bom atom yang menimpa Hiroshima dan Nagasaki. Korban dari bom atom yang diluncurkan pada 6 Agustus tersebut bukan hanya para tentara, melainkan juga rakyat sipil, termasuk anak-anak. Banyak di antaranya yang kehilangan keluarga dan rumah. Cerita anak-anak ini bisa dibaca di buku bertajuk Kami Anak-anak Bom Atom.

Cerita dari 30 anak korban bom atom ini sangat mengharukan. Bagaimana mereka berkumpul dan bermain seperti biasa pada tanggal 5 Agustus dan tidak menyadari keesokan harinya mereta tak bertemu lagi dengan ayah, ibu, atau kakak, dan kehilangan harta benda mereka.

Satou Tomoyaki yang saat ini berusia empat tahun berkisah ia habis bermain air di pemandian umum dekat rumah. Ketika dipanggil saudaranya ia beranjak, tapi tiba-tiba ia melihat cahaya begitu terang.

Bersama nenek dan saudaranya mereka bersembunyi di tempat perlindungan. Ayahnya yang sedang bekerja di luar mengalami luka bakar parah. Dan dua bulan kemudian ia meninggal.

Cerita Yamashori juga tak kalah menyedihkan. Mereka semua mengungsi setelah bom tersebut. Ibunya tak lama meninggal dan satu-persatu keluarganya meninggal hingga hanya tersisa ia yang masih berusia 5 tahun dan kedua kakakknya yang juga masih anak-anak.

Masih ada cerita-cerita lain yang mengharukan. Buku ini ditulis enam tahun setelah peristiwa bom atom dan masih menyisakan duka di antara anak-anak korban bom atom tersebut.

Cerita ini ditulis dengan sudut pandang cerita dari anak-anak tersebut. Namun, narasinya telah masuk ke meja editor terlebih dahulu sehingga lebih enak dibaca.

Buku ini cocok dibaca bagi siapa saja. Mengingatkan semua orang bahwa perang itu kejam dan hanya menyisakan luka.

Detail Buku :
Judul : Kami Anak-anak Bom Atom
Editor : Osada Arata
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Rating : 8/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 14, 2015.

2 Tanggapan to “Para Anak Korban Bom Atom”

  1. Enam tahun setelah bom, berarti kira-kira saat mereka remaja ya? Belum baca, tapi menarik sepertinya 🙂

    • Rata-rata waktu bom atom jatuh itu mereka berusia 4-6 tahun. Jadi saat diwawancarai tahun 1951 mereka berusia rata-rata 10-12 tahun. Sebagian besar dari mereka kehilangan orang tua, saudara, atau adapula yang cacat tubuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: