Arisan

IMG_20150912_164838

Jika mendengar istilah arisan, mungkin yang terbersit..wah emak-emak banget nih. Ada juga yang berkomentar sinis, buat apa arisan, mending uangnya ditabung. Sebenarnya ada tidak guna arisan untuk masa kini?

Sejak kecil saya tak asing dengan arisan. Karena ayah menjabat sebagai ketua RT dan kemudian menjadi ketua RW, ada saja arisan yang diadakan di rumah. Arisan RT, RW, arisan Bapak-bapak. Eh ada juga arisan keluarga.

Dulu sih senang-senang aja Ibu ikut arisan ini itu. Pulangnya bawa kue satu dus. Jika diadakan di rumah, maka kami juga senang hati menata kursi dan menyiapkan aneka kue.

Tapi setelah dewasa dan bekerja, arisan dipandang sinis. Kerjaan emak-emak lah dan sayang duitlah. Padahal arisan bukan sekedar berkumpul dan menunggu dapat uang arisan.

Arisan itu ajang pertemanan. Kita jadi mengenal anggota arisan. Dulu di kantor arisan diadakan lintas divisi dan dalam setahun bisa lebih dari 12 kali arisan, anggotanya juga tidak banyak sehingga durasi mendapatkan dana arisan cukup singkat. Pesertanya juga bukan emak-emak tapi juga ada bapak-bapak.

Nominal perbulannya cukup besar yakni 800ribu per sekali bayar. Karena besar maka satu slot bisa terdiri dari 2-4 orang. Saya sendiri juga waktu itu patungan dengan beberapa orang.

Memang sih jika ditabung maka hasilnya bisa lebih. Tapi arisan di sini seru juga, saat mengocok dan mengetahui siapa yang bakal dapat untuk sesi tersebut.

Nah untuk arisan di lingkungan kami, surprise juga ada karena rumah kami masuk perumahan. Asyiknya jadinya serasa tidak tinggal di Jakarta yang terkesan warganya individual.

Oleh karena ibu-ibunya sebagian besar bekerja dan jarang di rumah,maka arisan menjadi ajang kumpul-kumpul yang menyenangkan. Tahu info terbaru tentang lingkungan kami dan mengetahui jika ada promo atau tempat belanja murah.

Besaran uang bulanan yang kami setor 155rb. Dari uang bulanan tersebut, hanya 60ribu untuk arisan, 20ribu untuk tabungan, dan sisanya untuk iuran satpam, sampah, dan kas RT.

Kakak saya yang tinggal di Lippo Cikarang iri di tempat kami warganya masih bisa saling kenal dan ada berbagai acara. Tujuhbelasan masih diadakan, halal bihalal pun gotong royong secara potluck.

Memang arisan dari segi materi tidak menguntungkan. Tapi dari segi sosial, hal ini memiliki nilai lebih.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 12, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: