Cuaca Makin Menjauh dari Pola

 

Meranggas

Musim hujan masih terjadi pada bulan Juni tahun lalu dan tahun ini. Sedangkan hingga pertengahan Oktober belum juga hujan deras tiba, hanya hujan sekejap. Ehmmm..apakah pola cuaca, musim hujan dan musim kemarau sudah mulai bergeser di bumi Indonesia?

Anomali cuaca sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Tapi tahun ini yang paling membuat tanda tanya. Cuaca mulai menjauh dari pola. Jika terjadi dalam jangka waktu lama maka akan mempengaruhi iklim. Iklim Indonesia yang tropis bisa berubah menjadi seperti iklim di kawasan gurun yang panas terik.

Saat musim hujan masih berlangsung hingga Juni dan awal Juli, saya mulai was-was. Jika hujan masih hadir saat ini maka hujan mendatang akan hadir lagi paling lambat enam bulan berikutnya.

Hujan memang terlambat tiba tahun ini, dimana pada umumnya sudah hadir pada bulan September dan memuncak pada Desember yang berarti gedhe-gedhenya sumber. Namun keterlambatan ini menurut saya merupakan adaptasi oleh karena hujan masih berlangsung bulan Juni dimana seharusnya Februari atau awal Maret berakhir. Jangan-jangan baru Desember musim hujan tiba.

Jika anomali cuaca ini berlangsung lama dan kemudian membentuk pola musim baru maka berlangsungnya musim hujan dan musim kemarau pada mata pelajaran geografi akan diganti. Musim kemarau sudah tak lagi di Maret hingga Agustus, bisa jadi menjadi Agustus hingga Januari. Perubahan ini menurut saya wajar oleh kondisi alam yang berubah karena masifnya kerusakan lingkungan.

Saat perjalanan menuju Yogyakarta, saya melihat sawah-sawah dan tanaman yang meranggas. Sungai pun menjadi dangkal dan mengering. Di berbagai tempat di Jawa Tengah dan Yogya nampak gersang.

Hawa juga menjadi sangat panas dan terik. Suhu rata-rata sudah berubah, serasa berada di Agra, India yang panas dengan suhu rata-rata 33-36 derajat. Menurut saya sudah bukan suhu yang pas untuk iklim tropis.

Menyeramkan jika Indonesia berubah jadi gurun. Pembalak dan pembakar hutan sebaiknya dihukum berat, terutama perusahaan-perusahaan yang melakukan pekerjaan hina tersebut. Sudah sepatutnya Indonesia menghukum berat para perusak lingkungan agar perubahan iklim bisa dicegah atau diperlambat.


 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 22, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: