Antara Pariwisata dan Kelestarian Cagar Budaya

kelor-aneh

Saat menuju pulau Onrust dan pulau Kelor dua pekan silam, saya agak terkejut dengan beberapa pembangunan yang ada di kawasan cagar budaya tersebut. Terutama pulau Kelor. Ada perubahan namun konsepnya tak menyatu dengan cagar budaya yang lebih dahulu eksis. Mencolok sekali niat komersilnya.

Ya, ada beberapa bangunan di pulau Kelor yang seperti kantor pemasaran. Hahaha aneh seperto bakal ada pengembang perumahan saja di pulau mungil itu. Wah jangan-jangan bentar lagi mau dibuat resort di sana. Karena saya pernah baca di pulau Onrust ada niatan untuk menyediakan akomodasi tempat tinggal bagi wisatawan.

Busyet deh jika niat tersebut terwujud. Apa tidak cukup resort tersedia di pulau Bidadari. Toh pulau-pulau tersebut mudah ditempuh dari Jakarta, hanya berkisar 30 menitan dari Muara Kamal ataupun Marina, Ancol.

Untuk penambahan gazebo, dermaga masih okelah. Toilet juga mungkin perlu. Tapi sebaiknya bangunannya disesuaikan dengan konsep cagar budaya berupa menara atau benteng Martello agak selaras dan enak dipandang mata.

Harus diakui pulau Kelor cantik dengan ukurannya yang mungil dan pantainya yang putih lembut. Adanya reruntuhan benteng membuat pulau ini nampak eksotik dan romantis. Tak heran jika sekarang ada banyak yang melakukan foto prewed di sini.

Pulau ini juga naik daun di kalangan wisatawan muda. Setiap pekan ada banyak perahu menuju ke sini membawa anak-anak remaja dan wisatawan lainnya. Umumnya mereka hanya ingin berfoto-foto, hanya sebagian kecil yang tertarik dengan muatan sejarahnya.

Sedangkan di pulau Onrust sedang dilakukan pembangunan tanggul. Yang bikin kacau itu adalah pembangunan tembok di sekeliling makam Belanda. Kontras banget dengan kondisi sekelilingnya yang nampak muram. Apa saat melakukan pembangunan mereka tidak berkonsultasi dengan pakar sejarah dan ahli seni ya? Bukannya indah, malah terasa ganjil.

onrust-makam

Mudah-mudahan dinas pariwisata DKI lebih bijak dalam melakukan revitalisasi cagar budaya. Jangan hanya mementingkan sisi bisnisnya, tapi juga lebih mempertahankan sisi sejarahnya bagaimana agar kisah tersebut diketahui oleh generasi ke depan. Penjajahan di Indonesia diawali dari pulau-pulau di Teluk Jakarta tersebut. Dan itu adalah benar-benar nyata.

Salam pecinta sejarah:)

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 4, 2015.

4 Tanggapan to “Antara Pariwisata dan Kelestarian Cagar Budaya”

  1. ironi memang, disaat ini sekarang semua wisata nampaknya menuju arah komersil. jarang yang memang menyatu dengan alam dan buadaya warga setempat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: