Tertarik Seni Peran Gara-gara Topeng Kaca

Topeng Kaca

Perjumpaan dengan Maya Kitajima dalam Topeng Kaca atau Garasu no Kamen sejak masa SMP jelang masuk SMA. Terinspirasi oleh Maya dan kecintaan pada seni membuat saya memutuskan bergabung dengan Teater Kata di SMA 1 Malang.

Maya Kitajima dalam manga Topeng Kaca karya Suzue Miuchi digambarkan sebagai remaja yang sangat gandrung pada dunia seni peran. Ia tak cantik dan biasa saja di bidang akademik, namun bakatnya sangat menonjol di bidang akting sehingga seorang mantan aktris ternama dan pimpinan grup teater, Tsukikage Chigusa, pun tertarik menjadikannya murid.

Ada banyak hal yang harus dipelajari Maya untuk menjadi bintang panggung yang sebenarnya. Ujian peran satu demi satu pun berdatangan, menguji mental dan tekat Maya.

Sejak kecil saya tertarik dengan seni panggung. Saya suka membuat naskah drama dan membuat pentas kecil-kecilan. Dan waktu SMA dan telah bergabung dengan teater saya merasa wawasan saya bertambah, bukan hanya dari seni teater dan seni peran, melainkan berbagai ilmu seperti seni musik, seni make up, seni tata cahaya panggung, seni gerak atau menari, cara meditasi, ilmu psikologi, dan tentunya seni sastra serta ilmu lainnya. Ya dari belajar teater ada banyak ilmu yang saya dapatkan.

Dari Maya saya belajar bahwa ketika berperan di panggung saya harus meminjam topeng dari karakter yang saya perankan, sementara wajah asli saya harus disembunyikan terlebih dahulu. Untuk dapat menggunakan topeng pinjaman dengan baik perlu mengenal karakter tersebut terlebih dahulu, membayangkan ketika kita menjadi sosoknya, dan berlatih dengan tekun. Biasanya kami melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum berlatih dan bermain di panggung.

Sebelum pemanasan kami berdoa dan melakukan meditasi. Saat itu ada banyak PR, tugas dan ulangan. Saat latihan kami lupakan terlebih dahulu. Setelah merasa tenang dan yakin menjadi karakter baru maka kami membuka mata dan siap menggunakan topeng baru. Selanjutnya kami melakukan pemanasan gerak dan vokal agar gerak kami luwes dan artikulasi kami jelas di panggung.

Ada berbagai drama yang pernah kami pentaskan selama saya bergabung di teater, seperti Misteri Leak dan Damarwulan. Selain drama kami juga merambah belajar berpidato dan berpuisi juga menulis cerita dan sinopsis drama.

Setelah lulus SMA malah saya lebih tertarik di dunia tulis menulis alias seni sastra. Meski demikian saya tetap antusias menonton pertunjukan drama di Taman Ismail Marzuki dan gemar menonton film drama. Kadang-kadang terselip rasa kangen kapan saya bisa berakting lagi.

Saat di atas panggung itulah saya bisa bertransformasi dari gadis pemalu menjadi orang berbeda. Seperti halnya Maya yang berubah dari gadis biasa menjadi sosok bidadari merah.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 30, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: