Tren Wisata ke Tempat Ngetop dari Film

Batu granit dk belitung

Gunung Semeru dan pantai-pantai Belitung menjadi obyek wisata paling terkenal setelah film 5 cm dan Laskar Pelangi meledak di pasaran. Hal ini merupakan kabar menggembirakan tapi juga perlu diantisipasi oleh dinas pariwisata.

Sekarang film-film nasional bukan hanya menyuguhan akting dan alur cerita, melainkan juga panorama dari daerah yang menjadi setting cerita. Bahkan ada pula yang seolah-olah menjadikan panorama tersebut menjadi daya tarik filmnya daripada isinya. Karena membahas wisata, maka saya tidak akan menyebutkan film-film buruk tapi memiliki sinematografi menawan tersebut.

Pada satu dekade silam sekitar tahun 2005 dan tahun-tahun di belakangnya, wisata masih bisa disebut hal yang mewah. Memang sudah ada penerbangan murah seperti Adam Air dan disusul Air Asia. Tapi jumlah rutenya masih terbatas dan penikmatnya masih terbatas di kalangan tertentu.

Selain itu informasi tentang obyek-obyek wisata tersebut masih sulit ditemui di internet, selain Bali atau Yogyakarta yang sudah beken sejak lama. Biasanya info wisata ada di majalah-majalah travel atau komunitas pecinta jalan-jalan seperti jalansutra dan indobackpacker.

Saya merasakan Malang masa-masa itu masih nyaman untuk berlibur pada saat lebaran atau long weekend. Demikian pula ketika berjalan-jalan ke Bali atau Yogyakarta pada peak season. Masih nyaman jalan-jalan dan berwisata ke ke Malioboro atau menyusuri pantai-pantai di Bali.

Setelah banyaknya maskapai penerbangan yang menawarkan tarif murah maka bisnis pariwisata pun berubah. Apalagi akses internet semakin mudah dan adanya komunitas seperti hospitality club dan couchsurfing dimana kita bisa menumpang kamar gratis atau meminta guide teman lokal.

Masa-masa 2007-2008 yang saya ingat kawan-kawan mulai aktif melihat kalender tahun depan dan mencatat long weekend dan tanggal merah. Selanjutnya mereka menyiapkan liburan tahun mendatang sejak pertengahan tahun agar bisa berburu tiket murah seperti ke Derawan, Medan, Manado dan sebagainya.

Pada masa itu obyek wisata mulai meluas dan wisata ke daerah timur menjadi sangat terkenal, seperti ke Raja Ampat, Wakatobi, dan Pulau Komodo. Termasuk juga ke pulau Derawan yang terletak di Berau. Jika sudah berhasil ke tempat wisaya berikut rasanya sudah keren banget.

Dengan semakin banyaknya forum jalan-jalan dan bermunculannya blog travel maka mulailah tren baru long weekend yang sampai saat ini masih berasa. Saat long weekend semua tiket kereta dan pesawat cepat sekali ludesnya. Terutama ke daerah Jawa Timur. Target wisata mereka adalah Bromo dan pulau Sempu juga kawasan wisata di Batu.

Sejak itu saya merasakan dampak negatif perkembangan wisata di daerah. Saya yang ingin pulang kampung malah sangat kesusahan mencari tiket pulang. Jalanan di kota Malang pun mulai sesak meskipun tidak sepadat sekarang. Kawasan wisata juga begitu ramai oleh warga Surabaya dan Jakarta.

Pantai Kukup pun ramai pengunjung

Selain itu yang membuat saya merasa terusik adalah ketika mengetahui beberapa wisatawan menjadikan traveling sebagai salah satu portofolio. Bukannya menikmati suasana dan panorama saat berwisata, ada yang malah sibuk merencanakan liburan berikutnya ke ini dan itu. Bagi wisatawan portofolio yang penting adalah foto mereka di banyak obyek wisata, tentang pengalaman atau kesan mereka pada obyek wisata tersebut mungkin nomor kesekian.

Era Laskar Pelangi, Film Julia Robert dan 5 cm

Setelah film Laskar Pelangi dirilis yang menampilkan gambar-gambar indah pantai Belitung dengan batu granitnya maka penerbangan ke arah pulau bekas pertambangan timah ini pun laris manis. Bahkan juga diadakan tur ke lokasi syuting Laskar Pelangi. Belitung sudah hampir sama terkenalnya seperti pulau Bali.

Merkusuar di pulau lengkuas

Kawasan kota tua juga makin beken dengan adanya novel Rahasia Meede yang membahas bangunan-bangunan bersejarah di Jakarta, termasuk di pulau teluk Jakarta seperti pulau Onrust. Wah sejak itu Kota Tua menjadi kawasan wisata yang ramai. Jelajah malam hari pun laris. Sayangnya banyak di antaranya yang menuju lokasi tersebut hanya untuk berfoto-foto. Alhasil benteng Mortello di pulau Kelor dikuatirkan ambruk karena banyaknya pengunjung yang berfoto dengan naik ke atas benteng.

Benteng mortello kelor bisa ambruk

Sejak itu makin banyak film yang mengupas kawasan wisata dan obyek menarik nusantara. Seperti film After The Dark dengan sisi Prambanan, ada juga film yang bersetting di pulau Moyo. Julia Robert tak mau kalah dengan lokasi Ubud untuk film Eat, Pray, Love. Tapi yang paling sukses menarik wisatawan adalah film 5 cm besutan Rizal Mantovani.

Gunung Semeru memang sangat indah di film tersebut. Sejak itu semakin banyak pengunjung berdatangan ke Gunung Semeru hingga saat perayaan HUT kemerdekaan dan tahun baru pun ramai sesak. Sayangnya banyak di antaranya yang hanya ikut tren dan menambah foto untuk diunggah di media sosial. Sampah-sampah berserakan dimana-mana karena mereka bukan pecinta alam, hanya sekedar mengikuti tren.

Ya, lokasi pegunungan sekarang menjadi tren kekinian. Setelah Bromo, Semeru, maka kini Kawah Ijen, Pangrango, Kawah Ijen, Galunggung pun mulai rame dikunjungi wisatawan dalam negeri. Tapi lagi-lagi masalah sampah dikeluhkan dan juga tabiat pengunjung yang mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya seperti berfoto selfie atau groufie yang kadang berlebihan.

Kawah ijen

Saat ini jelang tahun baru saya sudah bisa membayangkan kampung halaman saya di Malang, Yogyakarta, Puncak, dan Bali menjadi kawasan terpadat dadakan. Memang bisnis pariwisata semakin cerah saat ini, tapi kesadaran berwisata dari pengunjung wisata seperti kebersihan dan tata krama juga perlu ditanamkan.

Bisnis wisata yang baik seharusnya juga tidak malah merugikan warga lokal. Yang untung hanya pelaku wisata tapi yang menderita kemacetan, kebisingan dan sebagainya malah sebagian besar warga. Hal ini saya rasa tidak adil dan tugas pemerintah daerah dan dinas pariwisata untuk memikirkan win-win solution agat semua merasa nyaman, jangan hanya silau oleh duitnya.

Wisata adalah gaya hidup masa kini. Jadi akan kemana Anda melewatkan liburan akhir tahun ini?!

sesaknya balekambang

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 8, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: