Ingat Kampung Halaman Ingat Masakan Ibu

Udang goreng kremes

Memang benar masakan bisa mengikat hati seseorang. Saat merantau dan jauh dari kampung halaman, yang teringat malah suasana di ruang makan. Ada makanan favorit Ibu yang bikin kangen. Ada udang goreng dan juga pisang goreng.

Sudah lebih dari 10 tahun aku tinggal berjauhan dari Ibu. Saat kuliah ke Surabaya juga saat bekerja dan kemudian menetap di ibukota.

Saat ini rata-rata setahun sekali baru pulang ke rumah dan lama kelamaan Malang seperti sebuah kilasan-kilasan film dimana aku seolah tidak hadir nyata di situ. Perubahan kotanya yang menjadi semakin sesak dan macet, dan berbagai perubahan membuat aku mulai asing ke kotaku. Tapi tidak dengan rumahku dan tentunnya sambutan kedatanganku oleh ibuku lewat masakannya.

Sebenarnya ada banyak masakan Ibu yang nikmat. Ada sayur lodeh nangka muda yang gurih, ada sayur bobor yang segar, pecel telur yang nikmat, rawon, mangut ikan pari, dan semur dengan bola dan bola daging, serta udang goreng tentunya.

Untuk semur bola daging ada kesan tersendiri. Saat masih kecil aku sering membantu Ibu membuatnya. Ibu tidak membeli daging cincang karena saat itu masih jarang sekali supermarket. Dipukul-pukulinya daging itu dengan pisau besar hingga empuk dan dapat dibentuk seperti bola. Aku sering membantunya memukul daging tapi dengan ulekan yang besar. Bonusnya aku dapat menyantap beberapa bola bakso lebih banyak hehehe.

Nah, kembali ke makanan favoritku yakni udang goreng dan pisang goreng, Ibu memiliki tangan ajaib sehingga rasanya lezat. Udang goreng ini bisa berupa udang digoreng begitu saja dengan bumbu bawang putih, atau juga bisa dicampur telur, atau dibentuk keremes dengan tepung. Semuanya enak.

Waktu masih kecil Ibu enggan mengupas udang. Ia sering menyuruhku mengupasnya dan aku sih senang-senang saja toh jatahku biasanya lebih banyak khusus untuk udang goreng. Dan Ibu kreatif, ia juga membuatkan sambal yang nikmat dari kulit udang yang tersisa. Sambal ini gurih, sedikit manis dan pedas. Cocok sebagai cocolan tempe goreng.

Pisang goreng taburan keju

Khusus untuk pisang goreng, pisangnya empuh, manis dan asamnya pas. Ketika digigit, rasanya lumer di lidah. Enak banget. Ibu pintar memilih jenis pisang dan tingkat kematangannya. Pisang gorwng ini biasanya dimodel limpang-limoung, istilah Ibu, yakni pisangnya dipotong kecil-kecil baru dilaburi adonan tepung dan telur. Lebih mantap lagi jika di atasnya diberi parutan keju. Super nyam-nyam deh.

Itulah dua makanan favoritku dari Ibu. Wah nulis ini jadi ingin makan udang dan pisang goreng. Hemmm sedap!

Jakarta, @dewi_puspa00

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 11, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: