Ke Bengaluru

bus bandara bengalur

Tujuan utama saya ke India adalah ke kota bernama Bengaluru sekitar empat hari tiga malam. Saya lupa apakah ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Bengaluru atau Bangalore, tapi waktu itu saya memilih berangkat ke Malaysia dulu karena harga tiket yang tergolong murah merah saat itu yakni berkisar Rp 1,2 juta. Rupanya terminal Air Asia berada di luar kota dan cukup jauh. Alhasil kami was-was ketinggalan pesawat.

Setiba di Malaysia,antrian imigrasinya cukup panjang. Ada salah satu orang Indonesia yang naik kapal Indonesia tertahan karena membawa dodol durian dan diminta membuka bagasi. Untunglah makanannya kemudian lolos, mungkin buat oleh-oleh temannya di Malaysia.

Ada catatan menarik waktu antri di imigrasi. Seorang pria mengucap permisi dan menepuk bahuku dan kemudian sudah berada di depanku. Eh belum sempat protes, dia juga berbuat yang sama berulang-ulang hingga sudah berada di hampir terdepan. Malangnya sebelum berhasil mendapat cap imigrasi, ia sudah ditarik petugas karena tindakan tidak menyenangkannya. Rupanya ia pimpinan rombongan. Tapi tetap saja tindakannya merugikan yang sudah antri sejak awal.

Waktu transit empat jam sepertinya melaju dengan cepat. Perjalanan naik bus ke bandara low cost carrier memakan waktu hampir dua jam. Kami berdua tergesa-gesa ke antrian check in. Busyet antriannya panjang dan rata-rata membawa barang sangat banyak.

Untung Ovi pandai melobi. Saya berada di antrian, sedangkan Ovi yang pandai casciscus berkata ke petugas bandara jika ia naik Air Asia ke Bangalore dimana waktunya tinggal sejam lagi. Akhirnya petugas bandara mengumumkan adanya antrian khusus untuk penerbangan ke Bangalore. Kami tidak jadi ketinggalan pesawat, fiuh.

Isi pesawat sebagian besar warga India dan keturunan India. Untunglah masakannya bukan melulu masakan India. Saya dan Ovi memilih nasi lemak yang seperti nasi uduk.

Penerbangan berkisar tiga jam. Bandara internasional kota yang sering berganti nama ini cukup apik dan berukuran sedang. Tapi petugas imigrasinya galak. Gara-gara ada coretan, saya diminta mengisi formulir baru. Huuh…akhirnya pindah antrian ke petugas yang wajahnya lebih adem, eh langsung lolos dan dilayani dengan ramah.

Kami naik bus seperti bus damri ke pusat kota. Awal-awal jalanan besar dan tidak terlalu ramai. Setelah mendekati pusat kota, mulailah kesemrawutan. Bunyi klakson dimana-mana. Macet seperti di Jakarta.

Ternyata busnya tidak menuju ke tempat kami menginap. Dengan bantuan salah satu penumpang keturunan India, kami diminta turun di jembatan layang. Setelah itu kami bengong naik apa menuju ke penginapan.

Sambil mencari orang yang kiranya enak untuk ditanya-tanya, saya memperhatikan transportasi umum di Bangalore. Ada bus volvo bagus dengan kursi berhadapan, ada juga bus seperti metromini. Ada taksi juga ada bajai dengan argo.

Akhirnya ada mahasiswa India yang ramah dan malah ia yang menyetopkan bajai dan memberitahukan petunjuk ke sopir bajai tersebut. Bajainya menggunakan argo seperti taksi jadi tidak perlu tawar-menawar. Tapi ada juga yang tradisional seperti di Jakarta.

Akhirnya tibalah kami di penginapan yang telah kami pesan dan bayar secara online. Tidak seperti di gambar, penginapannya bukan di jalan utama dan tidak terlalu besar. Padahal cukup mahal juga tarifnya. Resepsionisnya juga tidak ramah. Untunglah bellboy-nya cukup membantu, meski logat Indianya sangat kental sehingga kami harus mendengarkan dengan seksama.

Saat itu kami meminta tolong dibelikan kartu SIM India biar tidak boros. Eh rupanya toko sudah tutup padahal batu jam 7 malam. Pembelian kartu perdana juga tidak dilayani tanpa kartu identitas warga India. Rumit juga ya, bagus buat keamanan warganya tapi menyulitkan bagi wisatawan bujet rendah seperti saya hehehe.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 6, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: