Coban Randa Lebarkan Sayap Jadi Wisata Keluarga

coban (1)

Coban Randa terkenal sebagai salah satu air terjun yang memiliki debit air yang deras. Hawanya sejuk dan panoramanya indah. Sehingga tempat wisata ini menjadi lokasi perkemahan yang diminati. Akan tetapi sekarang wahananya dipercantik dan diperbanyak sehingga cocok sebagai wisata keluarga.

Coban Randa merupakan air terjun yang paling sering saya kunjungi, dibandingkan coban lainnya yang ada di sekitaran Malang dan Batu. Selain Coban Randa, air terjun yang populer adalah Coban Talun dan Coban Pelangi.

Air terjun ini memiliki legenda tentang seorang randa atau janda yang bersembunyi dan menunggu suaminya yang berkelahi dengan seorang pemuda yang berniat merebutnya. Suami dan pemuda tersebut sama-sama meninggal, sedangkan si janda menunggu dan terus menunggu di batu sekitaran air terjun tersebut sehingga disebut Coban Randa.

Saat saya masih SMA dan kuliah, tempat ini sering dijadikan lokasi untuk berkemah. Kami berkemah sambil belajar berbagai ilmu dan pengembangan karakter seperti kepemimpinan, team building, termasuk juga kecintaan terhadap lingkungan.

Pada tiga tahun kunjungan ke kampung halaman, 2013-2015, saya baru menyadari Coban Randa berubah. Lebih semarak. Cocok bagi pengunjung yang membawa keluarga termasuk di dalamnya anak-anak.

Ada banyak wahana yang kini tersedia di Coban Randa sehingga lebih memanjakan pengunjung. Ada outbound khusus untuk anak-anak dan kaum dewasa.

Untuk program anak selain outbound adapula sahabat desa, sahabat petani, sahabat peternak, dan toga. Adanya program anak bercirikan lingkungan ini untuk mengenalkan anak-anak pada kehidupan masyarakat pedesaan dan lebih mendekatkan diri pada lingkungan.

Ada juga wisata petik apel yang merupakan jenis wisata yang umumnya disukai anak-anak dan keluarga. Wisata petik apel ini menjadi wisata khas daerah Batu karena Batu terkenal sebagai kota apel. Untuk wisata petik apel, program anak dan paket outbound maka waktunya lebih dari satu jam, sehingga peserta bisa bersenang-senang lebih lama.

Sedangkan untuk pengunjung yang ingin bermain yang memacu adrenalin bisa mencicipi olah raga seperti sepeda gunung, flying fox, fun tubing, pragliding, air soft gun, paint ball, rafting, jungle trekking dan wet trekking.

Memberi Makan Ikan Disukai Anak-anak

Memberi Makan Ikan Disukai Anak-anak

Pada saat kami terakhir ke tempat wisata ini, kami mencoba berbagai wahana. Keponakan asyik memberi makan ikan di kolam ikan. Setelah membayar tiket maka pengunjung akan dapat satu bungkus kecil pakan ikan. Wah keponakan saya sangat senang melihat ikan yang berwarna-warni dan sibuk memberi pakan.

Sementara keponakan yang tertua malah lebih suka memanah. Ia mencoba memanah mengenai sasaran. Ternyata gagal. Meski tidak berhasil mencapai sasaran ia nampak gembira. Ia kemudian ingin mencoba segway, skuter beroda dua untuk berkeliling taman, tetapi kemudian malah asyik melihat keriuhan peserta wisata labirin.

Keponakan dan Ayahnya Mencoba Memanah

Keponakan dan Ayahnya Mencoba Memanah

Wisata labirin itu unik. Peserta bisa sendiri atau terdiri dari satu tim akan mencari pintu keluar melalui jalan-jalan yang dibatasi pagar tanaman tebal yang berliku dan membingungkan. Peserta diperkenankan untuk melihat terlebih dahulu labirin dari atas dengan naik tangga ke lantai tiga untuk mendapatkan gambaran labirin secara keseluruhan.

Mengintip Labirin

Mengintip Labirin

Labirin atau maze ini sudah ada dari dulu. Konon maze merupakan karya dewa Daedalus untuk memenjarakan Minitaur menurut mitologi Yunani. Saat ini labirin digunakan untuk keamanan tapi lebih banyak berfungsi untuk hiburan.

Tak jauh dari labirin juga ada taman anggrek dan penjual tanaman hias. Tempat ini diminati oleh pengunjung wanita dan pecinta tanaman.

Jual Tanaman Hias

Jual Tanaman Hias

Ke Coban Randa tak lengkap jika tak bermain air di sungai dekat air terjun. Atau berfoto-foto dengan latar belakang air terjun. Debit airnya tinggi sehingga air terjun nampak deras, hawanya sejuk, dan airnya segar. Eh ada monyet-monyetnya juga di sini terutama jika siang hari. Tenang, monyetnya tidak galak kok, hanya kadang-kadang saja merebut makanan jika kelaparan.

Obyek Utama Berupa Air Terjun

Obyek Utama Berupa Air Terjun

Cara Menuju Coban Randa
Untuk menuju Coban Randa sangat mudah dan bisa ditempuh sekitar satu jam dari pusat kota Malang. Coban Randa ini persisnya terletak di desa Pandanwangi, Batu.

Sejak tahun 2008 Bandara Abdurahman Saleh Malang dibuka untuk umum. Kehadiran bandara ini mempermudah wisatawan untuk berkunjung dan menikmati pariwisata kota Malang dan sekitarnya. Bandara yang terletak di daerah Pakis-Tumpang, Malang ini melayani rute dari Jakarta, Bali, dan Balikpapan. Ada maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air dan Wings Air yang beroperasi di Bandara Abdurahman Saleh. Untuk tiket pesawat Anda bisa berburu tiket dengan tarif lebih terjangkau dengan membeli tiket jauh-jauh hari atau saat promo.

Dari bandara Malang untuk menuju Coban Randa, Anda bisa naik taksi bandara menuju terminal Arjosari atau langsung ke lokasi wisata dimana waktu tempuhnya sekitar 1-1,5 jam dengan biaya sekitar Rp 100 ribu. Saat ini taksi bandara masih belum menggunakan argometer sehingga calon penumpang perlu tawar-menawar dengan biaya minimal Rp 60 ribu.

Sebenarnya ada angkutan umum, namun perlu berjalan kaki terlebih dahulu ke arah gerbang keluar sekitar 1-1,5 kilometer. Angkutan umum ini akan mengantar penumpang menuju terminal Arjosari. Selanjutnya Anda naik angkutan umum mikrolet Arjosari-Landungsari (AL) dilanjutkan dengan angkutan menuju Batu. Di Batu Anda bisa mencari penginapan sesuai anggaran. Atau juga bisa sekaligus menginap di tempat penginapan yang tersedia di Coban Randa. Anda tinggal naik angkutan dari Batu menuju kawasan wisata ini.

Jika ingin praktis Anda bisa menyewa mobil untuk perjalanan wisata ke Coban Randa dan berbagai obyek wisata yang ada di Batu, Pujon, dan sekitarnya. Ada berbagai obyek wisata menarik tak jauh dari Coban Randa sehingga tak terasa waktu telah melaju.

Tahun 2016 ini saya ingin sekali berlibur ke daerah nusa tenggara, baik nusa tenggara barat maupun nusa tenggara timur. Daerah nusa tenggara memiliki bentang alam yang indah dan alamnya begitu menawan. Saya ingin sekali menjelajah daerah wisata di sana seperti Pulau Moyo dan Danau Kelimutu yang cantik dan masih nyaman karena wisatawannya tidak begitu banyak.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 15, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: