Santapan Segar dan Sehat Berkat Si Tukang Sayur Keliling

sayuran

Memasak sendiri itu banyak lebihnya lho. Sehari-hari saya lebih sering memasak untuk berdua daripada membeli makanan jadi. Memasak sendiri itu bisa menjadi media refreshing tersendiri, selain juga menghemat biaya dan tentunya jauh lebih sehat. Penyedia bahan makanan tersebut di antaranya tukang sayur keliling. Berkat tukang sayur itulah saya bisa menyajikan hidangan sehat dan lezat untuk kami nikmati berdua.

Tentang bahan makanan saya lebih suka membelinya di pasar tradisional. Di pasar tradisional itu bahannya lengkap, segar, dan lebih terjangkau, hanya kadang-kadang saya membelinya di supermarket. Tapi biasanya bahan untuk lauk-pauk seperti udang, cumi-cumi dan ikan saya membelinya dalam jumlah secukupnya saja karena saya termasuk yang enggan menyimpan bahan makanan berlebihan di kulkas.

Keengganan saya menyimpan bahan makanan terlalu banyak di kulkas karena alasan kesegaran dan takut mubadzir. Sayuran, misalnya. Saya menyimpan stok sayuran untuk 1-3 hari. Begitu juga untuk persediaan tempe dan tahu, rata-rata juga berkisar hingga tiga hari. Untuk ikan dan daging memang bisa disimpan hingga seminggu atau lebih di bagian makanan beku tapi jika disimpan terlalu lama akan mengurangi cita rasanya.

Dahulu awal-awal menikah saya gemar berbelanja sekaligus untuk dua minggu atau lebih. Kulkas penuh dengan bahan makanan dan aneka bumbu. Sayangnya karena kurang rajin memeriksa isi kulkas ada saja yang terpaksa dibuang. Saya jadi merasa bersalah karena membuang-buang makanan. Sejak itu saya membeli secukupnya saja bahan makanan yang sekiranya bisa saya habiskan agar tidak terbuang sia-sia.

Oleh karena frekuensi saya ke pasar sekitar dua kali dalam sebulan, saya memilah-milah antara barang yang dibeli di pasar dan dibeli di tukang sayur keliling. Untuk kebutuhan seperti beras, kopi, buah, ikan asin, telur, dan bumbu seperti jahe, kunyit, bawang putih dan bawang merah saya lebih suka membelinya di pasar tradisional. Sedangkan bahan makanan yang tidak bisa disimpan lama-lama seperti sayuran, ikan, tempe dan tahu, saya memilih tukang sayur keliling.

Ada tiga tukang sayur yang biasa berkeliling di gang-gang rumah. Waktu mereka berlainan sehingga ibu-ibu yang terlambat berbelanja bisa memilih tukang sayur lainnya yang datang lebih siang.

Ketiga tukang sayur tersebut punya ciri khas masing-masing. Yang datang lebih pagi lebih suka disebut tukang ikan dan ayam daripada tukang sayur karena dagangan ikan dan ayamnya lebih banyak dibandingkan sayur dan dagangan lainnya.

Tukang sayur yang datang awal ini paling sering saya beli. Biasanya saya membeli berbagai jenis ikan di sini sekaligus membeli tempe dan tahu juga sayuran seperti kangkung, bayam, sayur asem, juga tomat dan jagung manis.

Dari tukang sayur ini saya belajar tentang berbagai jenis ikan. Dulu saya hanya tahu beberapa jenis ikan seperti ikan kembung, tongkol, tuna, cucut, kuningan, bandeng dan belanak. Saat ini pengetahuan saya tentang ikan bertambah. Ada ikan selar, ikan layur, ikan ekor kuning, dan masih banyak lagi. Wawasan saya akan ikan dan memasak jadi makin meningkat. Dari tukang sayur ini saya bisa meminta ikan dibersihkan, dipotong-potong sesuai keinginan, atau bisa juga minta di-fillet.

Dulunya tukang sayur ini memang sekedar tukang ikan dan ayam dan sesekali saja membawa tempe dan tahu. Setelah pelanggannya bertambah dan modalnya juga meningkat ia kemudian juga membawa sayuran, beberapa jenis bumbu, dan tempe-tahu. Ia letakkan dagangannya itu di boncengan motor dimana ia kemudian berkeliling dengan motornya ke tiap gang-gang rumah hingga dagangannya habis.

Dua tukang sayur lainnya membawa dagangan komplet. Lengkap dari lauk, aneka sayuran, ikan asin, buah-buahan, aneka bumbu, kerupuk, juga kadang-kadang membawa jajanan tradisional. Yang satu menggunakan motor, lainnya berjalan kaki berkeliling. Jika saya terlambat membeli tukang sayur yang terawal biasanya saya membeli di tukang sayur yang datang belakangan ini.

Ketiga pedagang tersebut pria. Mereka telah berkeluarga dan rela berkeliling tiap gang-gang rumah demi mencukup kebutuhan hidupnya sehari-hari. Setiap malam mereka berbelanja dan keesokan paginya mereka jajakan. Terkadang saya melihat mereka sore hari masih berkeliling karena baru sedikit dagangannya yang terbeli. Apalagi jika hujan melanda pagi dan siang hari, perolehan mereka tidak sebaik saat cuaca terang. Tapi mereka tetap semangat dan tak berputus asa. Tak ada hari libur di kamus mereka, Sabtu Minggu pun mereka berkeliling. Mereka libur jika hanya sedang sakit atau sedang pulang ke kampung halaman.

Tukang sayur adalah salah satu dari sekian banyak pelaku usaha mikro dan kecil yang kita jumpai dan ada di sekeliling kita. Mereka siap membantu dengan mendekatkan barang dagangan ke pembeli. Kita tak perlu jauh-jauh dan bersusah payah pergi, mereka yang datang menghampiri.

Teman-teman dan kakak yang hidup di luar negeri benar-benar merasakan pentingnya kehadiran mass market seperti pedagang keliling. Selintas kehadiran mereka sepele akan tetapi sebenarnya mereka banyak berjasa karena mendekatkan pembeli ke barang dan jasa yang diperlukannya.

Saat ini ada berbagai institusi yang peduli untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang kecil dan usaha lainnya yang masuk dalam usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Mereka adalah pengusaha-pengusaha tangguh dan ulet. Mereka tidak terterpa oleh krisis ekonomi dan tetap giat bekerja di kondisi apapun

Salah satu institusi yang peduli terhadap nasib pedagang kecil adalah Bank Tabungan dan Pensiunan Nasional (BTPN). Bank yang berangkat dari pensiunan ini semakin melebarkan sayap ke usaha mikro dan banyak memberikan bantuan baik ke pensiunan, usaha mikro kecil dan menengah serta masyarakat prasejahtera produktif.

BTPN

Kita sebagai masyarakat awam bisa turut membantu program BTPN untuk meningkatkan kesejahteraan tukang sayur dan pelaku mass market lainnya dengan menjadi nasabah dan mengikuti tabungan yang diselenggarakan BTPN Sinaya yang merupakan unit bisnis BTPN. Dengan program Sahabat Daya yang diluncurkan sejak tahun 2011, BTPN memberikan nasabahnya peluang sekaligus panggilan, yang bisa diartikan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan nasabah sekaligus panggilan untuk membantu sesama dalam hal ini adalah mass market.

Setelah saya mencoba melakukan simulasi program Taseto Mapan, rupanya program ini memang tak hanya memberikan manfaat bagi UMKM tapi juga nasabahnya. Imbal hasil atau bunga yang diberikan lebih besar dari tabungan berjangka lainnya, berkisar 5 persen/tahun, namun suku bunga ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan yang berlaku. Dengan minimal tabungan sebesar Rp 500 ribu setiap bulannya, nasabah bisa memilih jangka waktu menabung, dari enam bulan hingga 10 tahun.

simulasi

hasil

Nasabah BTPN Sinaya juga bisa memilih menabung dengan produk tabungan BTPN Sinaya lainnya seperti BTPN Taseto Premium dan BTPN Tabungan Citra atau memilih produk deposito flexi yang fleksibel dalam jangka waktu dan tidak kena denda jika mengambil sebelum jangka waktunya. Dengan demikian menabung atau menyimpan dana di BTPN Sinaya lebih berarti, tidak hanya meningkatkan aset pribadi tapi juga membantu sesama.

usaha umkm

pengrajin mainan

Ada berbagai UMKM yang telah terbantu dengan program Sahabat Daya ini. Ada Bu Juliana Agustina Sina Fatu, produsen kain tenun Kupang, NTT, yang saat ini telah berhasil memproduksi 30 lembar kain tenun setiap bulannya. Ada juga Pak Basundara Murba Anggana yang merupakan pengrajin mainan kayu di Bantul, Yogyakarta. Potensi mereka lebih diberdayakan dan dikembangkan berkat program Sahabat Daya.

BTPN Sinaya saat ini bisa diakses secara online dan mobile. Adanya fasilitas ini membuat nasabah akan mampu untuk terus bertransaksi dan memeriksa saldo melalui gadget mereka tanpa harus pergi ke mesin ATM atau ke kantor cabang. Untuk program Sahabat Daya lebih detail Anda bisa membacanya situs berikut ini.

btpnsinaya

Gambar cover dari sini. Ilustrasi lainnya dari sini.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 15, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: