Museum Angkut dan D’Topeng Kingdom: Menghibur dan Nambah Wawasan

batman

Mendengar istilah museum mungkin yang terbersit di benak Kalian adalah bangunan sepi membosankan yang menyimpan koleksi sejarah. Akan tetapi dua museum yang berada di satu kompleks di daerah Batu ini berbeda. Museum Angkut dan Museum Topeng-nya (D’Topeng Kingdom) ditata dengan mengesankan. Sehingga tidak hanya menambah wawasan tapi juga obyek wisata untuk refreshing.

Ya, kehadiran Museum Angkut dan Museum Topeng menambah daftar tempat wisata baru di kota Batu. Museum modern ini tak pernah sepi dari pengunjung. Ada saja wisatawan baik dari luar kota maupun warga kota Batu dan sekitarnya yang penasaran akan kedua museum ini, khususnya Museum Angkut.

Bagaimana tidak menarik pengunjung jika museum ini memiliki koleksi mengagumkan dan interior yang disesuaikan dengan kekhasan atau ikon daerah dan negara masing-masing. Alhasil Museum Angkut dibanjiri oleh pemuda-pemudi yang ingin berfoto-foto seru dengan ikon suatu negara atau berfoto dengan latar belakang deretan mobil mewah.

Museum Angkut dan D’Topeng Kingdom ini berada di lahan seluas 3,8 hektar. Sejak dibuka tahun 2013 sudah lebih dari ribuan wisatawan berkunjung ke kompleks museum ini. Tarif masuk Museum Angkut pada hari biasa (Senin-Kamis) berkisar Rp 60 ribu dan Rp 80 ribu pada akhir pekan dan hari libur. Sedangkan tiket terusan atau dua museum adalah Rp 70 ribu dan Rp 90 ribu untuk masing-masing hari biasa dan akhir pekan/liburan.

Di Museum Angkut, pengunjung akan diperkenalkan dengan aneka mode transportasi umum. Ada berbagai jenis angkutan darat, model angkutan udara , dan model transportasi laut, serta penunjang alat transportasi seperti ban kendaraan, teknologi dan tentunya budaya yang mengiringi perkembangan alat transportasi tersebut.

sepeda

Dari pintu masuk, pengunjung langsung diperkenalkan dengan berbagai mobil antik, aneka sepeda, miniatur mobil, replika kereta kuda ala bangsawan Inggris dan replika mobil balap. Baru kemudian pengunjung menjumpai aneka transportasi laut seperti kapal para pelaut Makassar yang terkenal, miniatur kapal majapahit dan perahu nelayan dari berbagai daerah.

vintage racing

kapal

Berikutnya lebih seru karena wisatawan memasuki theme park berdasarkan daerah atau negara. Ada kawasan Jakarta lengkap dengan bemo, bajai, dan Stasiun Kota-nya. Ada Paris dengan kendaraan seperti skuter lengkap dengan ikon menara Eiffel-nya. Ada juga mobil-mobil produksi Inggris dengan tatanan seperti disambut oleh Ratu Elizabeth. Yang paling difavoritkan pengunjung adalah ketika memasuki zona Amerika dengan Broadway dan Hollywood-nya. Para pengunjung pun rasanya tak henti-hentinya berpose di kawasan ini.

stasiun jakarta kota

Bagaimana dengan D’Topeng Kingdom?

Museum Topeng (D’Topeng Kingdom) merupakan museum seni dan budaya di Indonesia. Di nusantara masa dulu, topeng digunakan sebagai properti kesenian juga media untuk upacara adat. Ada berbagai model topeng di Indonesia dimana satu daerah dan daerah lain memiliki kekhasan tersendiri. Di Malang, Tari Topeng diciptakan dan populer pada masa Singosari. Hingga saat ini Tari Topeng menjadi salah satu tari tradisional khas Malang.

topeng

Selain menyajikan koleksi topeng dari berbagai daerah, museum ini menampilkan aneka benda-benda seni dari berbagai penjuru nusantara dan beberapa dari mancanegara. Ada koleksi batik, keris, miniatur karapan sapi, figur Dewata dari jaman Majapahit, dan benda penolak bala. Koleksinya unik dan beberapa bernuansa mistis.

Bagaimana Menuju Kedua Museum Modern Ini?

Kedua museum ini terletak satu kompleks. Lokasinya tak jauh-jauh dari obyek wisata terkenal yakni Museum Satwa dan Batu Night Square, tepatnya di Jalan Terusan Sultan Agung No 2, Kota Wisata Batu. Dari Alun-alun Kota Batu tinggal menuju petunjuknya dan tidak sampai 15 menit pada hari biasa maka Kalian sudah tiba di kompleks museum tersebut.

Museum Angkut terletak di bagian depan, selanjutnya ada Pasar Apung dan baru D’Topeng Kingdom ada di bagian belakang berdekatan dengan lokasi untuk membeli buah tangan dan kerajinan tangan.

Oleh karena daerah Batu saat ini sudah menjadi tujuan wisata favorit, maka jangan terkejut jika pada saat liburan akhir pekan atau liburan panjang maka obyek wisata ini disesaki pengunjung. Untuk itu sebaiknya datanglah pada hari Sabtu jelang jam buka. Museum ini sudah buka sejak pukul 12.00 hingga pukul 20.00 WIB. Jangan lupa membawa air minum ketika berkeliling karena kompleksnya cukup luas dan perlu waktu agar puas menjelajah seluruh sudut-sudutnya.

Apabila Kalian berangkat dari kota Malang, jika menggunakan kereta api maka Kalian akan tiba di Stasiun Kota Baru. Kalian bisa naik angkutan umum seperti ADL/AL (Arjosari-Dinoyo-Landungsari/Arjosari-Landungsari) dan turun di Terminal Landungsari. Baru kemudian dilanjutkan dengan naik angkutan umum ke Terminal Batu dan berlanjut dengan angkutan umum ke obyek wisata tersebut.

Nah jika Kalian naik pesawat terbang, ada banyak pilihan maskapai dari Jakarta-Malang, Denpasar-Malang atau Balikpapan-Malang. Apa saja pilihannya? Ada Garuda Indonesia Airways, Citilink, Wings Air, dan Sriwijaya Air dimana Anda bisa memesan tiket di Vokamo. Setelah tiba di bandara Abdurahman Saleh baru Kalian bisa naik angkutan umum menuju Arjosari dan kemudian mengambil rute angkutan umum seperti yang saya sebut di atas. Tidak mau ribet? Gampang. Kalian bisa sewa travel untuk menjelajah kota Malang dan Batu seharian penuh dengan tarif berkisar mulai Rp 400 ribu, bergantung pada jenis kendaraan, tujuan, dan durasinya. Mudah bukan?!

Untuk penginapan Kalian bisa menginap di pusat kota Malang atau sekalian menginap di kawasan Batu untuk menikmati kesejukan hawa kota Batu.Masih banyak penginapan di bawah Rp 300 ribu di Malang dan Batu dengan fasilitas yang cukup lengkap dan nyaman bagi wisatawan.

Pada Tahun 2016 ini selain ingin menuju daerah nusa tenggara, saya ingin sekali menjelajah tempat-tempat wisata yang ada di kota Malang dan sekitarnya, terutama candi-candi atau cagar budaya yang belum pernah saya jelajahi atau menuju pantai-pantai tersembunyi di Malang selatan. Tentunya bakal asyik pulang ke kampung halaman sekaligus lebih mengenal obyek wisatanya.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 29, 2016.

4 Tanggapan to “Museum Angkut dan D’Topeng Kingdom: Menghibur dan Nambah Wawasan”

  1. Wiiih jadi kangen malang. Imlek lalu aku kesana… museum angkut top markotop deeh serasa dimana gitu yaaa…:D. Tapi capek yaaa lutut lemes keliling jatim park hehehe

    • Uchi Arema juga?
      Hahaha iya tuh Museum Angkut seru tapi lumayan juga olah raganya. Sebelumnya keponakanku ke sana cuma separuh jalan, mereka padha minta gendong:p
      Gara-gara kecapekan di Museum Angkut jadi kurang eksplorasi Museum Topengnya, padahal nilai budaya dan sejarah lebih menonjol di situ.

      • Sehari sebelumnya aku ke secret zoo sm museum satwa. Dan besoknya hampir ga bergairah masuk museum angkut krn lutut belum pulih keliling 12 hektar secret zoo. Ehh… udh masuk musum angkut malah betaah :D. Padahal ga suka otomotif2.. tp suka selfi2nya hahaha

      • Obyek wisata modern yang ada di Batu sekarang memang luas-luas dan perlu energi untuk mengitarinya hehehe. Jatim Park I dan Jatim Park II sama-sama luas ditambah Museum Angkut dan BNS rasanya pasti melelahkan kalau diselesaikan dalam 1-2 hari:p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: