Nusantara, Nabi Nuh dan Pusat Peradaban Dunia

Indonesia

Temuan riset bahan pembuat kayu kapal Nabi Nuh berasal dari kayu jati purba yang hanya tumbuh di Jawa membuat masyarakat dunia tersentak. Saya sudah mendengar hal ini beberapa lama tapi baru tadi malam rasanya saya begitu penasaran dan antusias membaca kembali beritanya.

Kapal nabi Nuh yang ditemukan di Gunung Ararat Turki ramai diperbincangkan pada awal tahun 2000-an. Para peneliti pun mengumumkan penemuannya yang fenomenal yakni bahan pembuat kapal tersebut dari Jawa. Hal ini mengundang spekulasi apakah Nabi Nuh dari Nusantara tepatnya Sundaland yang juga disebut-sebut sebagai wilayah Atlantis.

Hal ini makin menarik dan membuat saya teringat perbincangan dengan seseorang yang saya hormati saat masih berstatus mahasiswa. “Puspa tahukah Kamu mengapa pulau dan penghuninya disebut Jawa?”

Saya menebak, ia menggeleng. Jawabannya singkat. Jawa berarti mengerti. Pulau dan penghuninya yang seharusnya paham. Tapi penghuninya bukan berarti sebatas suku Jawa dalam pengertian masa kini. Saya kemudian bertanya, “Paham apa maksudnya?”

Paham akan rasa. Paham akan budaya dan ilmu yang diwariskan leluhur dan sebagainya.

Ya dialog ini mengingatkan saya betapa nusantara itu begitu istimewa. Guru juga bercerita jika pulau Jawa dilihat dari luar angkasa akan berwarna-warni seperti pelangi. Untuk hal ini saya kurang yakin karena belum melihat langsung, tapi tidak mengurangi rasa kagum saya akan nusantara.

Tentang rasa mungkin saya bahas lain kali. Saya hanya ingin mengeluarkan pendapat tentang hal-hal yang masih misterius di nusantara.

Tentang Nabi Nuh dan Atlantis saya bertanya-tanya apakah memang ada kaitannya dengan Sundaland pada jaman es? Tentang begitu kayanya aneka jenis satwa dan tanaman di Indonesia saya juga lagi-lagi bertanya-tanya apakah ada kaitannya dengan kapal Nabi Nuh tentang asal usul hewan tersebut. Entahlah.

Ada banyak misteri di nusantara, misalnya tentang Gunung Padang. Apakah itu benar situs kuno dan ada relasinya dengan Atlantis. Apakah Sumatera dengan pusat emasnya juga terkait dengan taman gantung Babilonia? Saya juga pernah mendengar kabar jika ada suku di Sumatera yang merupakan turunan dari Iskandar Agung? Benarkah?

Masih ada hal-hal yang menarik dikaji, seperti Borobudur dan maknanya begitu dalam. Tentang kemiripan Candi Sukuh di Jawa Tengah dengan piramida terpancung bangsa Maya, apakah mereka yang datang ke nusantara atau malah sebaliknya? Kemiripan suku Dayak dengan Indian, juga adanga kemiripan antara sinagoga dan atap rumah tradisional Jawa juga penggunaan nama Java Tel Avid di Israel seperti yang diangkat budayawan Emha Ainun Najib. Benarkah teori yang menyebutkan ras manusia Indonesia adalah suku yang hilang dari 13 suku Yahudi?

Asal-usul bahasa Sansekerta juga bagi saya sesuatu yang bisa seru dibahas. Benarkah bahasa tersebut dari India atau malah dari Indonesia?

Masih banyak tanda tanya yang membuat saya tertarik untuk lebih mendalami sejarah nusantara. Siapa tahu nusantara memang benar sebagai pusat peradaban dunia.

Entah mengapa dialog tersebut kembali hadir dan saya merasa nusantara akan bangkit kembali menjadi negeri gemah ripah jika masyarakatnya kembali ‘jawa’. Ayo Puspa baca kembali Babad Tanah Jawi dan Babad Tanah Sunda mungkin ada petunjuk di sana.

Gambar dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 22, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: