Deadpool: Manusia Super yang Bukan Hero

deadpool-dmc_2670_v068_matte.1045_rgb_wide-1a6509acc4d6759a0ae466905cc75396e151b233-s900-c85

Tokoh Deadpool yang saya ingat pernah muncul di Wolverine sebagai kawan pembunuh bayaran dan kemudian menjadi lawan utama Wolverine. Saya bertanya-tanya apakah ceritanya bakal di-reboot. Ooh ternyata benar ceritanya bukan melanjutkan seperti yang ada di Wolverine, melainkan kisah tersendiri yang utuh.

Kisah Deadpool tidak ada sangkut pautnya dengan kisah di Wolverine. Namun nama tokohnya tetap sama yakni Wade Wilson dan begitu juga pekerjaannya sebagai tentara bayaran.

Cerita yang dihadirkan adalah flashback ketika Deadpool (Ryan Reynolds) hendak membalas dendam kepada Ajax alias Francis Freeman (Ed Skrein). Gara-gara percobaan mutasi yang dilakukan Francis, wajahnya rusak sehingga ia segan untuk bertemu dengan kekasihnya, Vanessa (Morena Baccarin).

Di tengah-tengah menunggu kehadiran Francis dkk itu Deadpool dengan gayanya yang sarkasm dan ceria mengisahkan cerita masa lalunya. Ia bertemu dengan Vanessa Carlysle di sebuah bar dan kemudian saling jatuh cinta. Setahun kemudian ia melamarnya dan Vanessa menerimanya. Di tengah luapan kegembiraannya ia malah kolaps dan kemudian dinyatakan mengidap kanker dengan stadium lanjut. Alih-alih mendapatkan pengobatan dari sebuah program rahasia, ia malah dijadikan kelinci percobaan untuk mengaktifkan gen mutan. Di tempat tersebut Wade disiksa dengan tujuan gen mutannya teraktivasi.

Kembali ke waktu saat ini, Deadpool tetap selamat dari percobaan mengerikan tersebut, dan siap membalas dendam kepada Ajax. Tapi dua makhluk mutan yang masuk dalam anggota X-Men, Collosus (Stefan Kapicic) dan Negasonic Teenage Warhead (Brianna Hildebrand) menggagalkan niatnya. Keduanya ingin mengajaknya bergabung dengan Professor Xavier. Deadpool berhasil kabur, tapi Ajax dkk berupaya membalas perbuatannya dengan menculik seseorang yang paling berarti bagi Wade.

Oke ceritanya bisa ditebak. Yang menarik di sini bagi saya bukan alur ceritanya, melainkan tokoh Deadpool sendiri, keterlibatan X-Men, dan pemeran Deadpol dan Ajax.

deadpool-fox-marvel_01.0.0

Deadpool adalah manusia mutan buatan. Dia memiliki kekuatan super seperti kemampuan meregenerasi diri sehingga penyakit kankernya sembuh dan ia bisa menumbuhkan kembali tangannya setelah ia tebas sendiri untuk membebaskan diri dari Collosus. Selain itu ia juga tangkas.

Yang menarik dari sisi Deadpool ia tidak berniat menjadi pahlawan. Tujuannya hanya membalas dendam, setelah itu ia hanya ingin bertindak sesuai kemauannya. Tidak ingin diatur-atur. Sehingga ia merasa kurang suka jika bergabung dengan X-Men atau pasukan superhero lainnya.

Selain itu Wade itu cerewet dan suka melawak ala sarkasm. Saat di Wolverine ketika ia diubah jadi mutan maka mulutnya dibuat tak berfungsi. Tapi di film Deadpool ini kecerewetannya menjadi daya tariknya.

Nah pemeran Deadpool yakni Ryan Reynolds konon agak diragukan bisa memerankan Deadpool kembali dengan baik. Awalnya di film Wolverine ia memang menjadi Deadpool tapi kemudian ia mendapatkan peran sebagai Hal Jordan alias Green Lantern yang sayangnya kurang berhasil karena eksekusi filmnya yang buruk. Ya setidaknya ia bertemu calon istri keduanya di sini, si cantik Blake Lavely. Baik sebagai Deadpool maupun sebagai Green Lantern sebenarnya merupakan peluang baik bagi Ryan karena keduanya manusia super yang menarik. Hanya Green Lantern memang kurang beken. Tapi di film animasi Justice League terlihat bahwa Green Lantern adalah pemimpin yang baik dengan kekuatannya yang unik.

Untuk tokoh Ajax alias Francis Freeman, ia juga manusia-mutan artifisial. Kekuatannya adalah ahli di bidang senjata dan tidak kenal rasa sakit. Pemeran Ajax sendiri adalah Ed Skrein yang pernah tampil mencuri perhatian di Game of Thrones sebagai pemimpin prajurit bayaran bernama Daario Naharis. Saya menyukai Daario versi Ed yang penarik hati wanita alias charming dibandingkan pemeran saat ini.

Setelah tampil di Game of Thrones, ia banyak menerima tawaran film sehingga lepas dari peran sebagai Daario. Salah satunya ia mendapatkan peran utama sebagai Frank Martin menggantikan sosok Jason Statham di The Transporter Refueled.

Yang menarik lagi di Deadpool ini adalah keterlibatan X-Men. Memang bukan anggota X-Men tapi tetap saja hal ini menunjukkan akan ada keterkaitan antara franchise X-men dan Marvel. Pada film Marvel sebelumnya, Avengers 2 terlihat bahwa karakter Quicksilver dan Scarlet Witch berbeda dengan versi X-Men. Pada X-Men keduanya adalah anak Magneto. Sedangkan di versi Avengers keduanya proyek manusia-mutan artifisial. Melihat adanya Collosus dalam Deadpool dan munculnya Cable (anak Cyclops-Madelyne Pryor/kloning Jean Grey) pada proyek Deadpool berikutnya maka bisa jadi X-Men dan Marvel sudah menyatu.

Cerita para superhero ini bisa jadi makin rumit. Saya dulu juga mulai meninggalkan komik DC maupun Marvel karena lama-lama puyeng juga melihat terlalu banyaknya karakter dan ceritanya yang bisa diubah-ubah bergantung pengarangnya saat itu. Tapi kalau versi layar lebarnya sepertinya tidak serumit versi komik, jadi saya lebih menikmatinya.

Detail Film:
Judul : Deadpool
Sutradara : Tim Miller
Pemeran : Ryan Reynolds, Morena Baccarin, Ed Skrein, T. J. Miller, Gina Carano, Brianna Hildebrand, dan Stefan Kapicic
Genre : Superhero, laga
Rating : 7,8/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 25, 2016.

4 Tanggapan to “Deadpool: Manusia Super yang Bukan Hero”

  1. saya suka bgt ini deadpool, kalo baca komiknya sendiri dia bahkan sadar kalo dia itu cuma tokoh komik dan kadang bicara ama pembaca

    lebih parahnya musuh2nya paling kesel kalo bacotannya si deadpool ini gak bisa diem ampe dapet julukan merc with mouth ahaa

    • Wah komik Deadpool belum pernah baca, kalau komik X-Men dan Wolverine beberapa sudah baca. Info menarik, thanks ya

      • favorit saya seri deadpool itu yg cable & deadpool, yg team deadpool lupa judulnya itu juga menarik

        yg paling parah itu kalo udah 3 kombinasi merah (spidey,deadpool dan daredevil) itu parah bgt

      • Ooh Cable anaknya Cyclop itu ya. Keren juga timnya tapi Cable itu di situ masih jahat atau sudah protagonis? Wah kalau Deadpool bertemu Spidey pasti lucu banget, dua-duanya cerewet cocok banget. Kalau Daredevil itu terkesan serius, cocoknya sama The Punisher. Dulu ngikuti X-Men tapi lama-lama puyeng juga dengan alurnya, terlalu banyak tokoh. Gambit jadi baik kadang jadi jahat hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: