Belajar Komposisi dan Metode Memotret dari Dudi Iskandar

miki

Kemampuan memotret bisa makin diasah dengan mengetahui angle dan komposisi foto yang baik. Pada Kelas Blogger yang diadakan Minggu (20/3) Dudi Iskandar memberikan tips memotret, terutama dari segi komposisi dan perspektif.

Saat ini fitur dalam kamera smartphone semakin bagus sehingga hasil jepretan kamera smartphone dan DSLR semakin sulit dibedakan pada hasil gambar yang dicetak ukuran postcard dan yang obyek fotonya tidak banyak bergerak serta memiliki pencahayaan yang cukup.

Meski demikian saat ini masih jarang buku kumpulan foto tentang panorama alam Indonesia yang dibuat oleh warga Indonesia sendiri. Kebanyakan malah dibuat orang asing seperti buku dan foto-foto dalam Lonely Planet Indonesia.

Untuk menghasilkan foto yang bagus, ada mpat unsur foto yang perlu dikuasai oleh blogger yaitu teknis, posisi, komposisi, dan momen. Untuk kali ini Didu lebih menyoroti tentang komposisi foto.

Dalam komposisi foto, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni rule of third, diagonal, dan looking room. Blogger bisa menggunakan bantuan grid dalam kamera untuk menentukan rule of third ini.

Intinya saat ini posisi gambar di tengah sudah bukan lagi hal keharusan, malah sebaiknya dihindari. Pasalnya mata seseorang lebih suka mengamati gambar dari sudut kiri atas baru (41%) baru kemudian beralih ke sudut kiri bawah (25%), sudut kanan atas (20%) lalu sudut kanan bawah (14 persen). Jadi upayakan obyek penting berada di posisi tersebut.

Di kalangan jurnalistik, ada lima metode memotret yang perlu dikuasai, yaitu Entire, Detail, Frame, Angle, dan Time. Tujuan dari metode ini adalah melatih mata untuk menghasilkan gambar dengan detail dan peristiwa bernilai berita. Suatu peristiwa dapat direkam secara berbeda oleh masing-masing orang bergantung pada sudut pandang terhadap peristiwa tersebut.

Entire atau ‘established shot’,merupakan keseluruhan pemotretan yang dilakukan begitu melihat suatu peristiwa secara utuh. Sedangkan detail adalah “point of interest” dari suatu kejadian atau peristiwa yang melengkapi foto entire. Misalnya seseorang yang terlihat menangis di sebuah peristiwa penggusuran.

foto

Frame yaitu foto yang di bingkai oleh elemen yang berada di sekitar kejadian atau peristiwa, misal seseorang melongok di jendela kereta api. Sedangkan angle merupakan tahap dimana sudut pandang menjadi dominan, ketinggian, kerendahan, level mata, kiri, kanan dan cara melihat. Hasil sudut pandang memotret ini akan menghasilkan persepsi yang berbeda dari mereka yang melihat hasil foto tersebut. Misalnya dari posisi yang lebih rendah akan membuat yang difoto nampak menjulang. Atau sebuah jembatan bisa nampak terlihat rapuh ketika difoto dari sudut pandang tertentu.

Yang terakhir adalah time. Yaitu bagaimana mengabadikan momen yang penting dan bisa jadi langka hanya terjadi pada waktu tertentu.

Kelima metode dan komposisi ini juga bisa digunakan dalam membuat sebuah esai foto. Saat ini ada banyak lomba esai foto dengan hadiah yang menarik.

Membuat esai foto perlu memikirkan konsep lebih jeli. Jika si pemotret sudah memahami konsep yang bakal digali maka hasilnya bisa berbeda dan menarik. Ia mencontohkan tantangan membuat esai foto dari acara Car Free Day (CFD). Setelah berkeliling ia menemukan ide untuk membuat serangkaian foto tentang Miki. Miki adalah seekor domba kesayangan Pak Baedowi.

Ia ikuti si Miki sejak di CFD hingga ke rumahnya dan ketika Miki hendak dipotong sebagai hewan kurban. Rupanya Miki termasuk domba jinak yang akrab dengan manusia. Alhasil ketika Miki menjadi hewan kurban, keluarga Baedowi menangis dan merasa kehilangan.

Didu juga mencontohkan pengalamannya memotret ayam potong di pasar Ciroyong, Bandung. Ia memotret kisah ayam potong dari dini hari saat ayam tersebut diturunkan dari sebuah truk. Ia lalu memotret suasana pasar dan mendokumentasikan proses penimbangan hingga sudah siap jadi ayam yang akan dijual ke konsumen.

Untuk caption ia mengingatkan para blogger untuk membuatnya dengan seksama karena caption di foto bisa mem-framing pandangan. Jika tanpa caption atau keternagan foto maka foto tersebut bisa ambigu dan diartikan dengan banyak makna.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 28, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: