Tarian Sari Milik Frau yang Sederhana Namun Memikat

Frau-Tarian-Sari-Artwork

Setiap penari memiliki kisah tersendiri. Termasuk Sari, si penari tua. Ia menganggap tari sebagai bagian hidupnya. Bersama sampur merahnya, ia pun mengenang masa-masa jayanya sebagai penari tradisional.

Kehidupan penari tradisional masa lalu dan masa kini dikisahkan Frau dalam single-nya berjudul Tarian Sari. Musiknya sederhana hanya dengan alunan grand piano. Tapi ketika mendengarnya saya merasa komposisi musiknya yang sederhana ini mewah. Saya seperti mendengar sekaligus melihat Sari menari bersama iringan dan lantunan nyanyian merdu Frau.

Tarian Sari gambaran penari tradisional masa kini dimana tarian tradisional semakin terpinggirkan, kalah dengan beragam jenis tarian modern dan tarian dari negeri lain. Padahal tarian tradisional ini banyak mendapat pujian dari wisatawan mancanegara. Tidak hanya indah tapi tarian tradisional juga kaya pesan dan makna.

Lagu ini saya dapatkan cuma-cuma beberapa tahun silam di situs Rollingstones Indonesia. Musiknya ringan dan mudah diterima oleh telinga. Frau yang juga pianis membuat sendiri lirik dan komposisi musiknya. Gadis bernama asli Leilani Hermiasih ini memang piawai sebagai pianis sekaligus penyanyi. Sebelumnya ia telah merilis album Starlit Carousel.

Lirik Tarian Sari

Sari menari, di bawah mudanya mentari
Sampur merahnya diseblakkan
Lalu terbangnya, putar ke kanan

Sari menari, dalam mimpi ke sekian kali
Hanya ingatan yang tak hanyut, dan tak terlepaskan
Terbawa arus bermuara

Menghindar tangis,
Sari putuskan sejenak henti
Ketuk panggil berbunyi dari pintu depan, berulang kali
Sari berpaling, sambut cucunya masuk berlari
Lantas dengan sigapnya, ia pun berlutut,
Dan kecupkan rindu

Sari menari, sambil menatap si perempuan mungil
Mata beningnya biaskan segenap hari lalu
Semua yang ‘telah’ dan yang
‘tak’kan’

Melepas pahit, Sari pun hela nafas lagi
Sontak, tangan si mungil kepakkan sampurnya menggoda
Sari Sari terhenti, tetiba muncullah pelangi
Dalam tawa si mungil, semua yang ‘tak akan’ berganti yang ‘akan’.

gambar dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 12, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: