Pembalak Liar dan Perusak Lingkungan Perlu Menonton Jungle Book

jungle-book-2016-posters-mowgli-baloo

Kisah Mowgli dalam Jungle Book memang berlangsung pada akhir abad ke-19, tapi nasib hutan dan satwa liar yang terjadi pada film Mowgli bisa menjadi refleksi kondisi hutan di negeri ini. Ayo para pembalak liar dan mereka yang kerap merusak lingkungan demi kepentingan ekonomi semata tontonlah Jungle Book dan renungkanlah perbuatan Kalian selama ini pada lingkungan.

Pada film adaptasi novel bertajuk sama yang dipopulerkan Rudyard Kipling ini Mowgli (Neel Sethi) dibesarkan oleh kawanan serigala yang dipimpin Akela (Giancarlo Esposito) dan Raksha (Lupita Nyong’o). Saudara-saudaranya menganggap ia sekawan meskipun fisiknya berbeda, terutama Gray yang menyayanginya.

Bagheera, harimau kumbang (Ben Kingsley) yang menyelamatkan Mowgli dan membawanya ke kawanan serigala memperingatkannya untuk berhati-hati dan mengikuti cara-cara serigala agar tidak menarik perhatian. Tapi kadang Mowgli berbuat sesuka hatinya, hingga sikapnya menarik perhatian hewan lain pada hari perdamaian air.

thejunglebook5700520112069

Pada hari perdamaian air ini seluruh satwa di hutan berdamai karena setelah kemarau panjang yang mereka perlukan adalah air. Mowgli tidak meminum air langsung tapi mengambilnya dengan wadah. Akela memperingatkannya. Suasana kemudian hening dan Akela meminta Mowgli bersembunyi. Seekor harimau Bengali, Shere-Khan (Idris Elba) tiba. Ia langsung mencium bau manusia, tapi kawanan serigala melindunginya. Ia memperingatkan kawanan serigala untuk menyerahkan Mowgli karena manusia dewasa sangat berbahaya bagi kelangsungan hutan.

thejunglebook56cf89281a2e5

Para serigala berdebat akan Mowgli. Si Mowgli memilih keluar dari kawanannya. Ia ditemani Bagheera pun menuju perkampungan manusia. Tapi rupanya Shere-Kan mengejarnya. Keduanya pun terpisah. Ancaman pun semakin besar, dari ular python Kaa, kawanan monyet Bandar-log, hingga nafsu Mowgli untuk membalas dendam dengan barang pemusnah milik manusia.

Filmnya indah. Grafisnya begitu memukau. Hutan tropis begitu nampak luar biasa, megah tetapi juga misterius. Dalam hutan tropis hidup berbagai satwa dan flora berwarna-warni. Meski demikian film ini bernuansa kelam dan suram, menurut saya kurang cocok ditonton oleh anak-anak tanpa ditemani orang tua.

Menurut saya tidak ada yang baik dan jahat dalam film ini. Shere-Khan memiliki alasan tersendiri mengapa ia membenci manusia. Ia kuatir pada tangan manusia yang sering merusak hutan.

Saya kagum pada sosok gajah dimana di sini digambarkan sebagai hewan luar biasa dan agung. Mereka membantu kelangsungan alam di hutan karena mampu mengalirkan air sungai dengan belalai dan kekuatan mereka. Duhhh di Indonesia gajah malah diburu untuk gadingnya dan dibiarkan tewas mengenaskan.

Kebakaran hutan di Indonesia begitu memalukan karena sampai saat ini terus terjadi. Dulu 20 tahun silam hutan di Indonesia mirip dengan cerita di Mowgli dan penggambarannya di televisi bak hutan di Amazon, tapi kini? Deforestasi terus terjadi dan tingkat deforrestasi di indonesia luar biasa mengenaskan. Beberapa tahun lagi hutan bisa habis jika tidak diawasi dengan ketat. Apakah mereka tidak kasihan dengan satwa dan pepohonan. Bagaimana dengan sungai dan suhu di indonesia jika hutan terus dibabati dengan alasan pembangunan. Entahlah. Saya setuju dengan Shere-Khan manusia yang rakus itulah penjahat sesungguhnya.

Tentang Rudyard Kipling dan Karyanya

Hutan dalam Jungle Book ini ada di India. Penulis buku ini, Rudyard Kipling, memang tidak asing dengan India. Ia lahir dan besar di sini. Meskipun kemudian ia melanjutkan sekolah di Inggris, ia kembali ke India sebagai jurnalis selama kurang lebih enam tahun.

Pada akhir abad ke-19, banyak warga asing berdiam di India. Di antara mereka terpukau dengan ritual adat dan keragaman satwa di hutan India. Rudyard Kipling termasuk di antaranya. Ia banyak menulis tentang fabel dan kehidupan di hutan meskipun yang paling terkenal adalah karyanya bertajuk Jungle Book yang dirilis tahun 1894.

Buku jungle book

Jungle Book dan Mowgli adalah kisah yang saya kenal sejak kanak-kanak. Orang tua sering memutar filmnya. Saya suka kisah Mowgli terutama Baloo yang kocak dan jenaka. Baru ketika dewasa saya baru benar-benar memahami kisahnya. Ternyata kisahnya lebih kompleks daripada yang digambarkan dalam animasinya. Lebih gelap dan kelam, sesuai realita yang ada. Bagaimana Mowgli kemudian hidup di perkampungan manusia dan bagaimana ia kemudian memilih kembali ke hutan.

Dalam buku, si ular python besar, Kaa, berada di dua kaki. Ia menjadi lawan tapi juga pernah menjadi sekutu Baloo dan Bagheera saat hendak membebaskan Mowgli dari penculikan bangsa kera, Bandar-log. Kisah dalam penyerbuan trio ini dalam buku begitu menyesakkan. Meskipun bangsa keranya digambarkan licik dalam buku ini, saya merasa kasihan banyak yang tewas oleh jepitan Kaa. Saya juga sedih waktu akhirnya Shere Khan menemui ajalnya.

Selain Jungle Book, koleksi karya Rudyard Kipling adalah Kim. Cerita Kim tidak ada unsur fabelnya sama sekali, melainkan kisah spiritual Kim dengan seorang biksu. Kim yang merupakan peranakan India-Inggris anak yang ramah dan mudah bergaul. Melihat si biksu yang sudah tua, ia pun menawarkan diri mengantarnya untuk mencapai tingkat spiritual lebih tinggi. Ia rela menjadi muridnya, akan tetapi sifat nakalnya juga masih melekat, hingga suatu saat si biksu menyadari kelebihan dirinya dan mengawasinya.

Detail Film:

Judul                     : Jungle Book

Sutradara            : Jon Favreau

Pemeran             : Neel Sethi

Pengisi Suara     : Idris Elba, Lupita Nyong’o, Bill Murray, Ben Kingsley, Scarlett Johansson, Christopher Walken

Genre                   : Petualangan, Fabel

Rating                   : 8,9/10

Bagheera vs Shere-Kan (Momo Hitam vs Nero)

Bagheera vs Shere-Kan (Momo Hitam vs Nero)

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 13, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: