Super Didi: Menjadi Ayah itu Seru Lho

super didi

Pemandangan para ayah yang asyik mengurus buah hatinya saat ini mudah dijumpai di pusat perbelanjaan dan taman-taman hiburan. Mereka tidak malu membawa tas bayi ataupun tas-tas lucu anak-anaknya, sambil menyuapi ataupun bermain bersama anaknya. Benarkah mengurus anak-anak itu mudah dan menyenangkan bagi kaum pria? Mungkin Arka dapat menjawab pertanyaan tersebut, karena selama dua minggu ia melewatkan waktunya mengurus kedua buah hatinya dalam film bertajuk Super Didi.

Eits Super Didi bukan film super hero lho. Meski ada kata’ Super’ dalam judulnya, Super Didi mengisahkan sosok ayah multiperan, yang mampu mencari nafkah dan juga dapat mengurus anak-anaknya. Didi sendiri adalah panggilan ayah dalam keluarga Arka. Jadi Super Didi adalah sosok ayah yang super, perannya dalam keluarga lebih besar daripada sosok ayah pada umumnya.

Kisah Super Didi berawal dari Wina (Karina Nadila) yang meninggalkan keluarganya ke Hongkong selama dua minggu untuk menemani sahabatnya, Meisya (Patty Sandya) yang rumah tangganya sedang bermasalah. Arka (Vino G. Bastian) yang berprofesi sebagai arsitek awalnya melarangnya, apalagi selama dua minggu ke depan ia ditunjuk menjadi ketua tim proyek yang bernilai triliunan. Tetapi melihat Meisya yang histeris, keduanya pun was-was Meisya akan melakukan tindakan yang buruk. Arka pun menyetujui istrinya menemani sahabatnya, apalagi Meisya juga berjasa menjadi mak comblang dan mengurus pernak-pernik pernikahan mereka.

Permasalahan mulai muncul selepas Wina pergi. Kedua anaknya, Anjani (Anjanique Reney) dan Viela (Aviela Reyna) mogok makan hingga Arka harus ekstra keras membujuknya. Hari-hari berikutnya makin buruk, dari Viela yang kena alergi, mengantar putrinya les ini dan itu, hingga Anjani yang bertengkar dengan temannya memperebutkan peran Timun Mas. Arka semakin bingung membagi waktu antara pekerjaan dan keluarganya, hingga ia merasa harus memilih di antara keduanya.

Film yang menggambarkan sibuknya menjadi seorang ayah multiperan memang banyak bertebaran di Hollywood, tapi di Indonesia jenis film seperti ini masih bisa dihitung dengan jari. Menurut saya tema film ini menarik karena menunjukkan realitas masyarakat modern saat ini dimana sosok ayah semakin berperan dalam mengurus anak-anaknya.

Di dalam film ini terlihat banyak hal-hal kecil tapi penting yang tidak diketahui Arka tentang kedua anaknya, seperti alergi yang diidap anaknya, teman-teman anaknya, juga minat kedua putrinya. Hal-hal seperti itu mungkin kerap dilewatkan oleh sebagian ayah tapi mereka bisa jadi kelimpungan saat ditinggal istrinya keluar kota.

Selain tema cerita yang segar dan kekinian, Super Didi menjadi asyik ditonton berkat performa prima para pemerannya, khususnya Vino G. Bastian. Akting Vino memang tidak diragukan lagi. Ia berhasil memberikan nyawa dan menghidupkan cerita dalam Super Didi ini. Aktingnya sebagai ayah yang kerepotan mengurus ini dan itu terlihat natural dalam film ini. Ia memang pernah berperan sebagai sosok ayah di Tampan Tailor dan kini juga menjadi sosok ayah dalam kehidupan nyata, sehingga peran sebagai ayah sudah menjadi makanan sehari-harinya, tinggal bagaimana ia menjalin chemistry bersama para pemeran lainnya dan itu lumayan berhasil.

Kehadiran dua artis cilik, Anjanique Reney dan Aviela Reyna juga menjadi kekuatan cerita. Karakter keduanya yang digambarkan begitu dekat dengan ibunya, selalu ingin tahu, dan aktif membuat film ini menjadi berwarna. Dua pemain film senior yang berperan sebagai mertua Arka, Mathias Muchus dan Ira Maya Sopha juga menambahkan unsur drama dalam film ini. Meskipun bukan sebagai pemeran utama, penampilan keduanya cukup berkesan.

Masih ada lagi yang berkesan dalam film ini, yaitu gerakan Ayah Pembajak. Apa itu Ayah Pembajak? Rupanya Ayah pembajak adalah sebuah komunitas tentang perhimpunan bapak-bapak jaga anak. Dalam film ini dikisahkan anggotanya ada tiga dengan beragam karakter dimana memiliki kesamaan menyayangi dan mau menemani anak-anak mereka.

Eh rupanya Gerakan Ayah Pembajak ini ada dalam kehidupan nyata dan anggotanya pun terus bertambah. Komunitas ini bisa menjadi wadah para ayah dan ibu untuk berbagi pengalaman tentang mengurus anak serta mengajak para ayah untuk ikut berperan dalam mengurus anak-anak mereka.

Idenya positif bukan?! Nah bagi para Ayah, siapkan waktu Kalian untuk menonton film Super Didi bersama keluarga. Filmnya sudah bisa dinikmati mulai tanggal 21 April mendatang. Selanjutnya bersiap-siaplah para ayah menikmati kehidupan yang lebih berwarna-warni bersama anak-anak.

Poster Super Didi (gambar dari FB Super Didi The Movie)

Poster Super Didi (gambar dari FB Super Didi The Movie)

Detail Film:
Judul : Super Didi
Sutradara : Hadrah Daeng Ratu dan Adis Kayl Yurahmah
Produser : Reymund Levi
Pemeran : Vino G. Bastian, Karina Nadila, Mathias Muchus, Ira Maya Sopha, Verdi Solaiman, Mike Lucock, Joe P Project, Patty Sandya, Anjanique Reney dan Aviela Reyna
Genre : Drama keluarga, komedi
Rating : 7/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 15, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: