Penampilan Manis Channing di The Vow

The vow

Ketika teman-teman membahas film Gambit yang akan rilis tahun 2016, dalam hati saya kecewa melihat pemeran utamanya. Apa Channing Tatum?! Hemmm bukannya Gambit itu mutan paling cakep dan keren di X-Men? Tapi setelah melihat The Vow saya mengubah pendapat saya.

Memang saya tak banyak menonton film yang dibintangi Channing Tatum. Hanya ada beberapa dari GI Joe, 21 Jump Street, The Step Up, dan Side Effect. Nah di film GI Joe dan 21 Jump Street saya benar-benar tidak suka dengan filmnya. Alur ceritanya menurut saya cukup buruk. Dan saya juga tidak tertarik menonton Magic Mike meski filmnya banyak pujian.

Penampilan Channing bisa disebut apik saat menari di The Step Up dilanjutkan penampilan singkatnya di sekuelnya sebagai seseorang yang dianggap kakak oleh tokoh Andie. Sayang di Step Up All In ia malah tidak muncul sama sekali.

Peran dia di The Vow agak mirip dengan di Side Effect. Bedanya di Side Effect ia jadi tokoh yang memprihatinkan. Channing jadi sosok suami yang lemah hingga akhirnya dihabisi oleh istrinya dengan siasat yang cerdik nan culas.

Sedangkan di The Vow ia tampil begitu menarik dan membuat penonton merasa simpati. Ia menjadi suami yang begitu sayang pada istrinya dan berlaku apa saja untuk membuat istrinya kembali jatuh cinta kepadanya.

Istrinya, Paige (Rachel mcAdams) bukan hanya melirik pria lain, ia malah tidak ingat sama sekali si Leo (Channing) sebagai suaminya. Ia hilang ingatan sebagian setelah mengalami kecelakaan.

Saat siuman, ia hanya mengingat masa lima tahun sebelumnya, dimana ia hidup harmonis bersama orang tua dan memiliki tunangan pria yang tampan dan mapan. Ia juga berkuliah di jurusan hukum bukan sebagai seniman.

Leo kesulitan untuk mengajak istrinya kembali mengingat masa-masa pernikahan mereka. Ia semakin menyadari istrinya sudah menganggap dirinya orang asing tapi Leo tetap tidak menyerah.

Film ini begitu romantis dan saya langsung jatuh cinta dengan karakter Leo. Seorang suami yang begitu mau berbuat apa saja untuk istrinya hingga mengorbankan harga dirinya. Ketika sang istri ingatannya tak kembali, ia pun berupaya membuat istrinya kembali terpikat, tapi ketika istrinya lebih menyukai kehidupan barunya bersama keluarganya, ia pun merelakannya agar istrinya lebih bahagia.

Saya terharu menonton film ini, apalagi film ini berdasar kisah nyata. Saya yang awalnya kecewa Gambit bakal diperankan Channing akhirnya merasa ia cukup pas sebagai mutan yang ahli mengontrol partikel. Di film ini Rachel juga nampak muda dan cantik, saya suka peran dan penampilannya di sini dibanding ketika di film Notebook yang menurut saya juga drama romantis yang apik.

The vos poster

Gambar atas dari sini dan gambar bawah dari ini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 1, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: