X-Men Apocalypse yang Bikin Membandingkan

xmen2

X-Men Days of Future Past yang tayang sekitar dua tahun silam sangat menarik karena menggabungkan dunia masa kini dan masa lampau. Tokoh-tokoh masa kini menghadapi ancaman robot yang hendak memusnahkan seluruh mutan. Sekuel X-Men tersebut membuat dunia X-Men mengalami reset sehingga pemeran X-Men yang dulu kita kenal menjadi versi mudanya.

X-Men memang salah satu franchise yang menjanjikan. Trilogi X-Men berakhir tragis saat Jane si Phoenix tewas. Namun kemudian ada prekuelnya di X-Men First Class yang mengisahkan awal mula sekolah bagi para mutan termasuk persahabatan Charles Xavier dan Eric Magneto sebelum kemudian berpisah jalan. Sekuelnya malah lebih menarik karena menghadirkan para tokoh X-Men sebelumnya dengan karakter X-Men masa lalu dengan benang merah adalah Wolverine.

maxresdefault4

Nah, di Apocalypse ini yang dipilih melanjutkan adalah dunia para tokoh di X-Men First Class sehingga kisah di trilogi sebelumnya bisa dianggap tidak eksis. Jane, Storm, dan Cyclops di sini adalah versi mudanya dengan pemeran yang berbeda dengan kisah di trilogi awalnya. Demikian pula dengan kehadiran Nightcrawler dan Raven yang memiliki karakter berbeda dengan tiga film pendahulunya. Bagi mereka yang baru mengikuti X-Men akan lebih mudah untuk menyukai dan mengikuti sekuelnya. Tapi bagi saya dan generasi yang mengikuti film X-Men sejak film layar lebarnya dirilis mau tak mau jadi membandingkan para pemeran dan nuansa yang didapatkan dari film X-Men.

X-Men_-_Apocalypse

Film X-Men Apolcaypse seperti yang ditunjukan di post credit film X-Men Days of Future Past menunjukkan seorang mutan yang kuat pada era lampau dengan didampingi empat pengendara berkuda. Mutan ini dianggap seorang dewa oleh bangsa Mesir karena sangat kuat. Akan tetapi ia dianggap dewa palsu oleh sebagian pengikutnya dan kemudian tubuhnya terpendam dalam reruntuhan beserta keempat penjaganya.

Mutan kuat bernama En Sabah Nur (Oscar Isaac) ini kemudian bangkit pada tahun 1983 dan mulai merekrut satu-persatu pengikutnya, dari Ororo Munroe (Alexandra Shipp), seorang pencuri yang pandai mengendalikan cuaca; pengendali pikiran dan telekinesis Psylocke yang kuat (Olivia Munn); petarung bersayap Angel (Ben Hardy) ; dan Eric Magneto (Michael Fassbender) yang berada di kubunya setelah istri dan anaknya tewas.  En Sabah Nur alias Apocalypse mendeteksi ada kekuatan pikiran yang sangat kuat milik Charles Xavier (James McAvoy) dan iapun menculiknya untuk mendapatkan kekuatannya.

Di tempat berbeda Mystique (Jennifer Lawrence) dan Moira (Rose Byrne) merasakan ada kekuatan jahat yang hendak kembali bangkit. Ketika Charles diculik, mereka pun segera menyusun kekuatan dari para murid untuk menolong profesor dan menaklukkan Apocalypse.

Premisnya sederhana dan terdengar seperti film-film superhero lainnya. Ada monster jahat yang ingin mengumpulkan pasukan perang dan berniat menguasai dunia. Ya sangat sederhana.

Dibandingkan sekuel sebelumnya, saya tidak merasakan apa-apa ketika menonton film ini. Pengorbanan Alex Summers alias Havoc dalam film ini tidak begitu menyulut emosi kesedihan berbeda ketika saya melihat perjuangan para mutan mempertahankan diri mati-matian pada Days of Future Past yang membuat saya begitu sedih melihatnya. Saat pertarungan akhir juga biasa saja, sebiasa ending yang diberikan.

Dari segi nuansa yang ditawarkan, film ini biasa saja. Padahal di komik tokoh Apocalypse digambarkan sangat kuat dan begitu susah dikalahkan.

Yang menyelamatkan film ini adalah Quicksilver yang di film sebelumnya juga memberikan nuansa segar. Aksinya berhasil membuat saya tertawa seperti aksinya di The Days of Future Past.

Dari segi pemeran mau tak mau membuat saya membandingkan. Entah karena saya sudah menonton pemerannya sejak di film pertama, maka saya sudah terbiasa dengan Jane, Cyclops, dan Storm yang sudah dewasa. Tiap karakter tersebut kuat dan memiliki porsi yang membuat penonton dapat melihat aksi mereka dan jatuh hati pada karakter mereka. Untuk saat ini mungkin karena baru diperkenalkan tokoh-tokoh tersebut versi mudanya maka mungkin saya belum terbiasa. Di antara tokoh tersebut saya hanya tahu pemeran Jane yang juga berperan sebagai Sansa di Game of Thrones, pemeran lainnya saya belum pernah tahu sebelumnya.

X2-X-Men-United

Filmnya sih masih menghibur. Visualisasi, musik score, dan editingnya oke. Tingkat kehancuran yang diakibatkan para mutan itu juga sangat parah. Tapi ya begitu saja, rasanya hanya seperti demonstrasi kekuatan saja.

Detail Film:
Judul     : X-Men Apocalyse
Sutradara: Bryan Singer
Pemeran :  James McAvoy, Michael Fassbender, Jennifer Lawrence, Oscar Isaac, Nicholas Hoult, RoseByrne, Tye Sheridan, Sophie Turner, Olivia Munn dan Lucas Till
Genre   : Aksi, superhero
Rating   : 7,5/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 8, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: