Bagaimana Mendapatkan Dana Bergulir dari LPDB-KUMKM

Danial

Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, pemerintah dan pelaku ekonomi termasuk koperasi dan usaha mikro-kecil-menengah (KUMKM) bahu-membahu agar mampu bersaing secara kompetitif dengan produsen dari para negara tetangga yang tergabung dalam ASEAN. Salah satu cara yang diterapkan oleh pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas dari pelaku ekonomi yakni memberikan stimulus modal dengan bunga ringan kepada KUMKM dalam bentuk dana bergulir. Seperti apakah dana bergulir tersebut dan lembaga mana yang menjadi pengelolanya, simak artikel berikut.

Di pemerintah terutama Kementerian Koperasi dan UMKM rupanya ada beberapa stimulus modal yang diberikan kepada masyarakat namun sebagian di antaranya tidak diketahui secara luas. Setelah beberapa waktu lalu kami diberitahukan adanya bantuan modal bagi para start up dan penjelasan singkat tentang kredit usaha rakyat (KUR), maka dalam even kali ini kami lebih diajak menyelami tentang dana bergulir, langsung dari Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Kemas Danial. Even yang bertempat di Galeri Indonesia Wow, Smesco 9 Juni ini bertemakan Memperkuat Peran dan Fungsi LPDB-KMUKM di Daerah.

Sebelum mengupas besaran modal dan hal-hal terkait teknis penyaluran dana bergulir, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan satuan kerja di bawah Kemenkop UMKM yang didirikan dalam rangka penataan keuangan negara dan pengelolaan dana bergulir secara transparan dan akuntabel.

Sekilas LPDB KMUKM
LPDB-KUMKM didirikan berlandaskan di antaranya PMK 292/M.05/2006 tentang penetapan LPDB-KUMKM sebagai instansi pemerintah yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum secara penuh dan Permenkop dan UKM no 11/Per/M.KUKM/VI/2008 yang disempurnakan dengan no 06/Per/M.KUMKM/VI/2013 tentang organisasi dan tata kerja LPDB-KUMKM.

Dalam operasionalnya, LPDB bertanggung jawab secara teknis pada Menteri Koperasi dan UKM dan dalam pengelolaan keuangan bertanggung jawab pada Menteri Keuangan. Selain itu, LPDB juga bekerja sama dengan KPK, BKP, Kemenpan, dan Kejaksaan.

Motto dari lembaga ini adalah solusi pembiayaan bagi UMKM dan koperasi. Oleh karena tugas utama dari LPDB yakni menyalurkan bantuan modal kepada UMKM dimana dimulai sejak tahun 2008.

Mengapa stimulusnya berupa bantuan modal dengan bunga rendah? Bantuan modal hanya salah satu dari bantuan yang diberikan oleh pemerintah untuk membantu permasalahan utama KUMKM yakni terkait dengan modal, kualitas SDM, manajemen dan TI, serta pemasaran.

Saat ini pelaku ekonomi seperti UMKM umumnya kesulitan dalam mengakses bantuan modal sehingga menyebabkan usaha mereka juga jalan di tempat. Padahal, KUMKM sendiri memberikan kontribusi ke pendapatan domestik bruto berkisar 57,56% dengan tenaga kerja 96,99%. Selain itu, KUMKM juga berperan dalam ekspor non migas sebesar 15,68 persen berdasar data BPS 2013. Angka pelaku ekonomi dari kalangan wirausaha juga baru 4 juta sekian atau hanya 1,65% dari total penduduk Indonesia. Angka ini masih kalah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia (5%) dan Singapura (7,2%)

Tentang Dana Bergulir
Dana bergulir yang disalurkan LPDB-UMKM bukanlah dana hibah. Sehingga salah jika pelaku ekonomi yang menerimanya tidak mengembalikan dana tersebut, bahkan ada sanksi pidana bagi mereka yang melakukan tindakan tak terpuji ini.

Dana bergulir ini juga berbeda dengan KUR terutama dari segi sumber pendanaannya, meskipun tujuannya sama yakni mengentaskan pengangguran, menurunkan tingkat kemiskinan, memberikan penguatan modal pelaku UMKM dan koperasi, dan memperkuat ekonomi nasional.

IMG_20160610_095128

Sumber pendanaan KUR murni dari perbankan. Dana bank disalurkan dengan 70% jaminan pemerintah dengan Jamkrindo dan 30% dijamin bank itu sendiri, dengan bunga sebesar 9 persen/tahun. Sedangkan dana bergulir berasal dari APBN. Bunganya juga sangat ringan, yakni rata-rata sebesar 2,25%/tahun untuk sektor riil dengan jangka waktu 5-10 tahun dan rata-rata 4%/tahun untuk usaha simpan pinjam dengan jangka waktu 3-5 tahun. Meskipun bunganya sangat rendah dengan dana yang digulirkan 3,6 T sejak tahun 2008 hingga kini berputar menjadi 7,3 T, sehingga jumlah pelaku usaha yang dibantu tiap tahun bisa terus bertambah. Besarnya plafon yang diterima bergantung pada analisa kelayakan, atau rata-rata mulai 150 juta untuk koperasi dan 250 juta untuk UKM.

IMG_20160610_095229

Dana bergulir ini disalurkan secara langsung ke UKM atau melalui perbankan/lembaga keuangan bukan bank/koperasi ke UKM, UKM strategis, dan koperasi simpan pinjam/koperasi jasa keuangan syariah. UKM yang dikategorikan strategis adalah yang beriontasi ekspor, komoditi unggulan daerah, dan menyerap tenaga kerja.

Pelaku usaha untuk mendapatkan bantuan dana ini dengan mengirimkan proposal ke LPDB. Proposalnya memenuhi ketentuan yakni berbadan usaha dan hukum minimal dua tahun, legalitas usaha (SIUP, NPWP, TDP dan lain-lain), berkinerja baik dengan SHU positif dan melaksanakan RAT selama dua tahun terakhir juga memiliki laporan keuangan positif bagi UKM. Proposal ini bisa disampaikan dengan datang langsung, dikirim via pos, atau melalui dinas koperasi dan UKM.

Setelah proposal diterima maka dilakukan kunjungan lapangan (4 hari) baru kemudian dilakukan analisa bisnis, yuridis, dan risiko (3 hari), lalu terjadi diskusi oleh komite pinjaman/pembiayaan (1 hari). Setelah disetujui komite maka dikirimkan surat pemberitahuan persetujuan prinsip (SP3). SP3 ini wajib dibaca oleh pelaku ekonomi (4 hari). Jika pengirim proposal setuju akan isi SP3 tersebut maka baru dilakukan akad (1 hari) dan kemudian dilakukan pencairan dana (1 hari). Jika proposalnya telah memenuhi persyaratan maka dari proses proposal diterima hingga pencairan dana rata-rata memakan waktu 15 hari kerja.

Untuk mendapatkan dana bergulir ini maka pelaku ekonomi perlu memberikan lima jaminan karena jika tidak ada jaminan dikuatirkan risiko kredit macet akan besar. Kelima jaminan tersebut yaitu personal guarantee, fidusia piutang, cash collateral, fixed asset, dan lembaga penjaminan. Aset penting dan dipersyaratkan oleh BPK untuk mengurangi risiko moral hazard.

Saat ini hal yang memberatkan operasional LPDB yakni tidak memiliki kantor cabang karena dilarang oleh UU no 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintah Daerah dan Perpres No 47 tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. Untuk memperkuat peran LPDB maka dibuat satgas monitoring dan evaluasi di Surakarta dan Makassar pada tahun 2016. Wilayah kerja Surakarta meliputi Jawa Tengah, Jawa timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan untuk Makassar, wilayah kerjanya Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Tugas satgas di antaranya memberikan bimbingan teknis tentang tata cara pembuatan proposal, menerima proposal permohonan pinjaman dari KUMKM, melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pinjaman/pembiayaan yang telah disalurkan LPDB UMKM dan sebagainya.

Permasalahan lainnya yakni risiko moral hazard dari penerima dana sehingga saat ini persyaratan makin diperketat terutama dari segi jaminan fixed asset. Untuk mengamankan uang negara ini LPDB bekerja sama dengan kejaksaaan.

Tentang MEA dan LPDB
UKM saat ini belum merasakan dampak dari MEA karena saat ini permasalahan utama mereka adalah mengakses bantuan modal. Saat ini hal tersebut terjawab oleh pengurusan KUR dan LPDB yang tidak begitu sulit asal persyaratannya terpenuhi. LPDB UMKM juga mengajak perguruan tinggi membantu mengawasi dan membimbing KUMK agar operasional KUMKM tersebut lebih baik.

IMG_20160609_164145

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 10, 2016.

21 Tanggapan to “Bagaimana Mendapatkan Dana Bergulir dari LPDB-KUMKM”

  1. wah, semakin mudah ya untuk mendapatkan dana bagi kumkm

  2. gimana cara nya ni untuk mendapat kan pinjaman lpdb nya,ini yang harus dikembangkan di tingkat desa karna di desa saya tumbuh subur ijon dan rentenir.

    • Pak Faisal bisa datang ke Dinas koperasi & UMKM setempat dengan membawa proposal atau dikirim ke LPDB di Jalan Letjen. MT. Haryono Kav. 52-53, Cikoko, Pancoran, RT.3/RW.4, Cikoko, Pancoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12780.

      Jika proposal disetujui maka mereka akan datang ke lokasi usaha Bapak untuk dicek kelayakannya (site visit).
      Pelaku usaha untuk mendapatkan bantuan dana ini dengan mengirimkan proposal ke LPDB. Proposalnya memenuhi ketentuan yakni berbadan usaha dan hukum minimal dua tahun, legalitas usaha (SIUP, NPWP, TDP dan lain-lain), berkinerja baik dengan SHU positif dan melaksanakan RAT selama dua tahun terakhir juga memiliki laporan keuangan positif bagi UKM. Proposal ini bisa disampaikan dengan datang langsung, dikirim via pos, atau melalui dinas koperasi dan UKM.

      Format proposal bisa dilihat di laman websitenya: http://lpdb.id/informasi/format-proposal.html

      • Apakah usaha mikro, kecil dan menengah bisa membuat SIUP, NPWP, TDP dan lain-lain? Mungkin biaya untuk mengurus dokumen tersebut, mereka tidak punya. Mohon inputnya.

      • Saya takut salah jawab karena tidak berkompeten dalam hal tersebut. Pak Bhayu bisa bertanya ke LPDB dot id di bagian kontak atau ke dinas UMKM di kota Bapak.

  3. Mbak Dewi,,Saya mempunyai produk yang sangat marketable,,tp masalh fixed asset sata benar benar tidak memenuhi syarat..Adakah kemungkinan saya bisa mengajukan proposal kerja sama ke badan/koperasi yang mendapatkan pinjaman dana bergulir ini??
    Saya ingin membuka startup untuk membuat aplikasi untuk produk produk saya sehingga aplikasi ini akan menjadi toko online sekalian dropshipper..
    Produk saya sangat unik dan tidak atau belum memiliki kompetitor ..

    Mohon di Kasih advise nya mbak Dewi.

    • Coba hubungi Dinas Kementerian Koperasi dan UMKM terdekat pak Andi. Atau bisa bertanya ke bagian humas berbagai BUMN seperti BNI, BRI, Taspen, Askrindo dan sebagainya dimana mereka memiliki dana CSR untuk mitra binaan. Biasanya bunganya relatif sangat rendah dan juga ada pelatihan untuk peningkatan kualitas produk atau pemasaran dari mereka. Semoga sukses Pak Andi dan tetap semangat:)

  4. jikalau ada dana bergulir untuk menyehatkan permodalan KSP dan LPD
    mohon dikabari

  5. jikalau LPDB memberikan peluang untuk menyehatkan permodalan KSP dan LPD, saya siap menyalurkan danabergulir ke KSP & LPD.

  6. jikalau LPDB punya program beasiswa untuk melanjutkan program doktor konsentrasi manajemen keuangan & KSP,LPD,BUMDES, saya siap seleksi dan test. mohon dikabari……suksma

  7. Setelah saya membaca artikel ttg kridit koprasi dan umkm, maka saya sangat tertarik dgn sistem yg di syaratkan, namun dari segi nominal yg di bantu bagi sangatlah kecil, karena koprasi kami butuh bantuan modal Rp 300 jt utk penambahan ternak sbg upaya utk memenuhi kebutuhan daging didaerah kami,mohon petunjuk

  8. Saya.agung di boyolali.membutuhkan modal usaha.bagaimana cara dan syarat mendapat LPDB UKm

  9. saya tinggal di Selong, Lombok Timur, Prov NTB, saat ini saya sedang mengelola klinik pratama kesehatan yg namanya “Klinik Al Hamzi”, sejak 2 tahun yg lalu telah bekerja sama dg BPJS Kesehatan, dalam perkembangannya sampai saat ini kami telah memiliki peserta Kapitasi +- 1.100 peserta aktif, kami ingin mendapatkan modal untuk mengembangkan Kamar Rawat Inap,
    Setelah membaca artikel dan program LPDB & UKM, apa usaha yang kami kelola ini bisa mendapatkan modal dari program LPDB,
    Terimakasih.

    • terimakasih bu Dewi Puspasari, kami tunggu balasannya….

      • Selamat sore Pak Dwi,
        Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Sebelumnya, saya mohon maaf karena saya bukan staf LPDB, saya hanya salah satu peserta sosialisasi dana tersebut tahun lalu. Saya kuatir salah jawab, oleh karenanya saya sarankan Pak Dwi langsung bertanya ke laman situs LPDB di http://support.danabergulir.com
        Pak Dwi juga bisa melihat juknis dan format proposal di http://lpdb.id/informasi/juknis.html
        Jika ingin bertanya tatap muka bisa langsung ke Dinas KUMKM di NTB.

        Salam hangat,
        Puspa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: