Celana Sarung Taj’Maul: Membuang Gengsi demi Produk Dikenal

biru-strib-abu

Tajudin Maulana, pemilik usaha Celana Sarung Taj’Maul tidak menyangka usaha yang digelutinya baru beberapa tahun ini bisa sesukses sekarang. Berkat keberanian dan daya kreatifnya, celana sarung miliknya telah dikenal masyarakat, bahkan bisa disebut menjadi pionir di bidangnya.

Berawal dari menjadi karyawan pabrik elektronik, Tajudin merasa gelisah ketika mendengar kabar tempat bekerjanya bakal tutup. Sebagai kepala keluarga tentunya ia harus segera berpikir keras agar tetap memiliki mata pencaharian.

Saat melihat celana olah raga khas Thailand tiba-tiba terbesit ide untuk membuat produk celana yang unik dengan tambahan sarung. Lalu mulailah ia mencoret-coret memikirkan bahan dan desainnya. Untunglah ia bertemu penjahit yang klop dan memahami maksudnya, jadilah sebuah karya pertama celana sarung yang kemudian ia tawarkan ke rekan kerjanya. Rupanya celana sarung miliknya laku dibeli 10 temannya, maka iapun berpikir untuk serius menekuni usaha ini.

Tajudin Maulana pemilik celana sarung

Kenapa celana sarung? Tajudin melihat pengguna sarung umumnya kalangan generasi tua. Jarang anak muda yang menyukai mengenakan sarung karena terkesan kurang modis dan ribet.

Untuk itulah ia merancang celana sarung, dimana dari depan nampak seperti sarung, sedangkan dari belakang berupa celana. Produknya ini memiliki berbagai ukuran dan bermacam warna juga motif, dari cokelat, biru, hijau, kuning, putih, hitam, ungu dan lain-lain.

Ia gunakan dana pesangon dari pabriknya sebagai modal usaha. Ia perkerjakan tiga karyawan yang masih saudaranya untuk membantunya bekerja. Meski demikian Tajudin mengaku sebagian pekerjaan masih dilakoninya, seperti memilih bahan, berbelanja bahan, membuat desain, mendesain kemasan, hingga pemasaran. Hanya menjahit yang ia percayakan ke karyawannya karena ia merasa kurang terampil menjahit. Mengapa Tajudin melakukan sebagian besar operasional? Ia mengaku belum dapat menaruh kepercayaan besar kepada anak buahnya. Ia juga ingin berupaya agar kualitas produknya tetap terjaga.

Tajudin pede bersarung

Sarung Celana Taj’maul ini juga menggunakan dirinya sebagai model di tiap kemasan. Selain tidak perlu membayar seseorang sebagai brand ambassador, foto dirinya di tiap kemasan produknya menjadi pertanda bahwa produknya itu benar-benar asli Taj’maul.

Banner Taj'Maul

Kenapa diberi nama Taj’maul? “Itu dari nama saya, Tajudin dan Maulana,” jelasnya pada acara Smesco DigipreneurDay yang diadakan di Galeri Indonesia Wow, Smesco 18 Juni.

Pada sesi pertama acara yang dimoderatori pendiri Indoblognet Kartina Ika ini, Tajudin memang tidak pelit berbagi pengalamannya, bagaimana ia memulai usahanya dari nol hingga sekarang ini.

Smesco digipreneur

Setelah produknya selesai yang paling susah adalah proses mengenalkan produknya agar dikenal dan dibeli. Dengan percaya diri dan membuang gengsinya, Tajudin pun menyapa para pengunjung dengan mengenakan produknya. “Bapak dan Ibu, celana sarung, depan sarung belakang celana,” ujarnya. Belakangan sapaan tersebut menjadi tagline celana sarung Taj’maul depan sarung belakang celana.

Rupanya tidak serta-merta produknya menarik pembeli. Yang tidak suka menyebut produknya seperti perempuan, tetapi Tajudin tidak patah arang dan terus rajin berpromosi.

Akhirnya celana sarung miliknya mendapat hati. Dari promosi juga promosi lewat mulut ke mulut dari mereka yang membeli sarungnya maka usahanya pun mulai laris. Para anak muda juga tak segan mengenakannya karena celana sarung produknya bisa membuat pemiliknya tampil modis, tidak ribet, juga tidak melorot. “Mereka yang naik motor pun juga tidak kesulitan ketika mengenakan sarung,” jelasnya.

Bahkan penggemarnya juga bukan hanya dari kaum pria, kaum hawa pun menyukainya. Warna -warna yang lembut juga warna kemerahan dan ungu menjadi favorit para pembeli perempuan.

Bantuan Smesco Mengangkat Produknya
Selama ini dalam memasarkan produknya ada beragam cara yang dilakukan Tajudin dari memiliki toko di PGC Cililitan, berjualan di website dan beragam marketplace juga melalui instagram dan media sosial lainnya. Selain itu ia juga membuka jalur reseller yang lumayan bagi mahasiswa atau pedagang pemula.

Namun setelah beberapa waktu ia melihat tokonya sepi pengunjung, sehingga ia berfokus dengan berjualan secara online dan mengikuti berbagai bazaar.

reseller-300x300

Medsos Tajmaul

Peruntungan Tajudin semakin besar ketika ia bergabung dengan Smesco. Tak terduga produknya lolos kurasi sehingga berhak menjadi mitra Smesco. Sejak itu omzetnya semakin meningkat. Ia juga diajak mengikuti pameran besar di Makassar. “Padahal baru tiga bulan tapi manfaat bergabung di Smesco sudah terlihat,” paparnya dengan raut wajah gembira.

Tentang peran Smesco sebagai rumah UMKM hal ini didukung oleh Ahmad Zabadi, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Smesco. Menurut Beliau sudah waktunya UMKM tumbuh bersama Smesco, apalagi pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN dimana persaingan semakin ketat.

Produk UMKM Indonesia sebenarnya tak kalah dengan produk asing, namun seringkali terkendala oleh pemasaran. Oleh karenanya pada era digital ini merupakan peluang baik bagi para UMKM untuk berpromosi melalui karya foto dan video yang menarik dan informatif. Ia mendukung acara Smesco DigipreneurDay ini karena dapat membangkitkan rasa memiliki dan inspirasi bagi kalangan digitalpreneur untuk memajukan produk-produk UMKM mitra Smesco.

Pada acara yang dihadiri blogger dan pelaku UMKM ini Tajudin bercerita jika ia merasa senang produknya juga disukai oleh keluarga penyanyi Krisdayanti. Produknya juga berhasil menarik pembeli dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Untuk itu ia berencana menambah karyawan dan segera mengurus hak cipta.

Tentang banyaknya peniru produknya Tajudin merasa hal tersebut wajar. Ia mengimbanginya dengan terus menjaga kualitas produknya dan terus berinovasi agar produknya semakin baik.

Kemasan Sarung Taj'maul

Saat ini ia juga merambah pasar dengan mukena desain istrinya. Tahun depan jenis produknya mungkin bertambah lagi. Dan itulah yang harus dimiliki seorang pelaku UMKM untuk terus berani bermimpi dan berinovasi.

Catatan: gambar cover dan reseller diambil dari website Taj’maul

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 19, 2016.

2 Tanggapan to “Celana Sarung Taj’Maul: Membuang Gengsi demi Produk Dikenal”

  1. Celana sarung memang memberikan kenyamanan dlm memakai sarung. Tidak perlu takut copot ketika memakainya. Oh iya produk tajmaul ada yang buat anak – anak ga ?

    • Sepertinya ada buat anak-anak. Tapi saya kurang yakin, coba Pak Abdul tanya langsung ke no hp yang ada di artikel. Di situ ada no HP (gambar) bisa kirim sms ke nomor tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: