KUMKM Berdigital, Meningkatkan Penjualan Dan Ekspor

smesco1

Tantangan terbesar Koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM) saat ini adalah berkompetisi dengan beragam produk dari negara tetangga, pasalnya telah dibukanya kran Masyarakat Ekonomi ASEAN. Di satu sisi KUMKM diharapkan juga mampu melebarkan pangsanya ke tingkat global. Bagaimana kiranya KUMKM melakukannya?

Dalam acara Smesco Digipreneurday (18/6) di Galeri Indonesia Wow, Smesco, hal ini dibahas mendalam dengan diskusi panel dan tanya jawab bersama peserta dengan topik KUMKM berdigital, meningkatkan penjualan dan ekspor. Para narasumber terdiri atas praktisi digital, pelaku start-up dari kalangan muda, dan dari perwakilan Smesco. Mereka adalah Andi Silalahi, praktisi digital dari Bdigital; Jose Ricardo Santos salah satu pemilik Bdigital; Nathan Roestandy dari Zulu, produsen helm; Rubie Limpoyie salah satu pemilik Apana.id, produsen tali sepatu Lazy Lace; dan Bagus Rachman, Direktur Bisnis dan Komersial Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM, Smesco.

Ahmad Zabadi, Direktur Utama LLP KUKM Smesco sangat mengapresiasi antusiasme dan keterlibatan kalangan digipreneur dan netizen dalam kegiatan Smesco Digipreneurday. Oleh karena mereka menunjukkan perhatian dan rasa bertanggung jawab untuk memajukan produk KUMKM tanah air. Dengan semakin banyaknya KUMKM yang memasuki pangsa ekspor maka akan berdampak positif bagi perekonomian nasional.

Andi Silalahi dari Bdigital mengawali sesi ketiga acara Smesco Digipreneurday yang bertema UMKM Go Global dengan membahas sekilas tentang perkembangan UMKM di Indonesia dan berapa persen dari mereka yang telah berkecimpung di pasar ekspor serta berapa jumlah yang telah memanfaatkan akses internet.

Andi Silalahi dari Bdigital

Andi Silalahi dari Bdigital

Kontribusi unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam pendapatan domestik bruto nasional tidak bisa diremehkan. Hingga saat ini UMKM menyumbang 58% GDP. Dari angka tersebut kurang dari 10 persen yang telah memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya. Dan total dari UMKM yang telah melakukan ekspor adalah 16 persen, sehingga banyak di antaranya yang masih menggunakan cara konvensional dibandingkan menggunakan teknologi digital.

Padahal dengan UMKM berpikiran untuk ekspor maka UMKM tersebut akan cepat berkembang karena terpacu untuk meningkatkan diri dari kualitas produk dan layanannya. Jantung perekonomian nasional juga berasal dari tingginya ekspor.

Andi percaya bahwa saat ini kemampuan sebuah unit usaha melakukan ekspor bukan ditentukan dari besar kecilnya usaha tersebut, akan tetapi bagaimana cara unit usaha tersebut mengenalkan produk/layanan mereka. Dengan era digital ini dimana antar negara terkoneksi dengan internet maka salah satu cara yakni memanfaatkan situs perambah seperti Google, Yahoo, Bing dan lain-lain untuk mengindeks website yang dimiliki UMKM. Dengan demikian jika ada pengguna internet mencari sebuah produk tertentu maka yang muncul di halaman awal adalah website UMKM tersebut. Tentunya agar unit usaha terindeks di halaman awal perlu kiat-kiat tersendiri, salah satunya memiliki website dengan konten yang berkualitas.

Menurut Andi yang diperkuat dengan pendapat Rubie dan Pak Bagus Rachman, produk UMKM di Indonesia tak kalah dari segi mutu dibandingkan produk asing, bahkan banyak di antaranya yang kualitasnya di atas rata-rata. Namun, ujar Rubie, selama ini masih ada mindset di kalangan masyarakat bahwa produk asing lebih unggul. Padahal, ada beragam produk Indonesia yang digemari pasar global, seperti makanan, pakaian, handycraft, dan alas kaki.

Pak Bagus Rachman yang telah berpengalaman berhubungan dengan UMKM beranggapan bahwa UMKM tersebut perlu mitra untuk mengenalkan produk-produk mereka baik ke tingkat nasional maupun global. Untuk itulah Smesco menggandeng UMKM yang memiliki produk-produk unggulan dengan melakukan kurasi terlebih dahulu. Selain menggelar pameran berskala nasional dan internasional, salah satunya dengan membuat produk-produk UMKM tersebut ‘ramah’ di mesin pencarian internet dengan adanya Smescotrade, yang merupakan portal satu pintu UMKM mitra Smesco. Selain itu Smesco juga bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan untuk kepentingan ekspor produk UMKM.

Pak Bagus dari Smesco menjelaskan peran Smesco bagi KUMKM

Pak Bagus dari Smesco menjelaskan peran Smesco bagi KUMKM

Dengan era digital ini siapa saja bisa menjadi penjual dan pembeli tak terhalang oleh batas. Banyak cerita dari pelaku UMKM yang berhasil menarik minat pembeli dari luar negeri dengan memajang barang-barang dagangannya via instagram, facebook, website atau bergabung dengan marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Blibli, dan sebagainya. Dengan demikian pelaku UMKM saat ini dipermudah dalam urusan ekspor produk mereka, tinggal bagaimana mereka mencari agen ekspedisi yang mampu mengirimkan produk mereka dengan harga terjangkau.

Pilih Mana, Berpromosi Website atau Medsos
Saat ini media sosial bukan hanya digunakan untuk memutakhirkan status atau menjalin pertemanan, namun juga berdagang.

Tak heran jika mungkin kita melihat isi akun instagram teman yang isinya berbagai produk yang dijual. Demikian juga dengan facebook, Line, ataupun Whats App, ada saja yang memanfaatkan akun media sosial tersebut sebagai wadah berjualan. Tapi sebenarnya lebih efektif manakah berdagang via medsos atau melalui website?

Nathan dari Zulu yang menjual beragam helm unik dengan tambahan perkakas bluetooth bercerita bahwa ia selama ini memanfaatkan instagram untuk menawarkan produknya dan bisa dikatakan berhasil. Produknya mulai dikenal oleh berbagai komunitas motor. Namun, ia mengaku juga mulai kewalahan jika sedang ada banyak pesanan karena ia masih harus menjawab pesan tersebut secara manual.

Untuk itu ia mulai berpikiran untuk membuat website e-commerce dimana pembeli bisa langsung bertransaksi, memilih-milih barang dan kemudian membayar. Dengan adanya website maka ia juga bisa menampilkan produk lebih banyak. Websitenya sudah siap meluncur dalam beberapa waktu ke depan.

Namun ia juga tak meninggalkan medsos terutama instagram. Oleh karena medsos cukup ampuh untuk berpromosi dan juga untuk ‘test the water’, apakah produknya diterima/tidak oleh masyarakat. Ia juga tetap menjalin hubungan dengan berbagai komunitas motor dan bekerja sama dengan beberapa partner bagi mereka yang ingin melihat langsung produknya sebelum membeli.

Sejalan dengan Zulu, Rubie yang memiliki produk tali sepatu warna-warni juga rajin mengenalkan produk via medsos meskipun juga memiliki website tersendiri. Dengan media sosial ia bisa berinteraksi dengan netizen, mengetahui reaksi mereka, seperti saran atau kritik tentang produk dan layanannya.

Menurut Andi, berpromosi dan berdagang via medsos sah-sah saja. Namun ada kelebihan dan juga keterbatasan medsos yang perlu dipahami seseorang dalam berdagang. Medsos manjur untuk menarik perhatian atau mengetahui reaksi pengunjung atas produk kita. Saat transaksi masih kecil dan jarang maka rasanya sudah cukup dengan medsos, akan tetapi jika transaksinya sudah besar dan sering maka pemilik usaha bakal direpotkan untuk menjawabnya satu-persatu. Selain memakan waktu juga dikuatirkan terjadi kesalahan pencatatan pesanan.

Andi menganggap medsos berguna sebagai media berpromosi dan kepanjangan tangan dari sebuah e-commerce. Dengan website berupa e-commerce maka setiap pengunjung bisa melihat beragam produk dan kemudian langsung bertransaksi di dalamnya. Unit usaha tersebut juga lebih terkesan kredibel dan profesional. Dan yang tak kalah penting produk atau usahanya bisa terindeks dengan mesin pencarian, syukur-syukur bisa masuk halaman pertama.

Apabila sebuah KUMKM telah memiliki blog maka blog tersebut bisa menjadi salah satu menu di website dengan lebih banyak mengupas review atau user experience dari masyarakat atau komunitas yang menggunakan produk KUMKM tersebut. Blog lebih ramah dan lebih mudah terindeks oleh Google. Jika blog masuk sebagai menu dalam sebuah website, maka Google akan melihat ada relevansinya dan mendongkrak posisi website tersebut di mesin pencarian.

Jika sebuah UMKM telah memiliki toko offline, maka website bisa mendongkrak pemasaran dan penjualan oleh karena kedua jenis toko tersebut bersinergi. Masih banyak pembeli yang ingin melihat langsung sebuah produk sebelum memutuskan untuk membeli. Setelah pembelian pertama maka pembeli di kemudian hari tak perlu datang ke toko tersebut, melainkan cukup memesan di website UMKM tersebut.

Nah, agar website Kalian terindeks di halaman awal mesin pencarian maka tentunya perlu memiliki konten yang menarik dan ramah SEO. Umumnya ada tiga jenis konten dalam sebuah website yaitu teks, gambar dan video. Jenis konten sendiri beragam, ada yang sifatnya informatif, menghibur, interaktif, dan promosi. Sebaiknya pada sebuah website jangan melulu berpromosi, tapi diselipin dengan konten edukatif, trivia, kuis, atau juga bisa forum atau komunitas. Oleh karena produk dan komunitas merupakan dua hal yang bersinergi dan saling menguntungkan, seperti Zulu yang menggandeng komunitas motor untuk mencobai produk helmnya.

Selama ini masih ada keengganan membuat website karena ada anggapan biaya pembuatan website itu mahal dan ribet. Tapi sekarang sudah mulai banyak website yang terjangkau, seperti Bdigital yang memiliki paket website di bawah Rp 2 juta.

IMG_20160621_113055

Paket Bdigital

Paket Website Bdigital

Pentingnya kepemilikan website ini bagi UMKM juga disadari oleh Pak Bagus Rachman. Apalagi transaksi di e-commerce pada 2020 diperkirakan mencapai 130 T. Angka yang luar biasa tapi jangan sampai hanya dinikmati oleh e-commerce dari negara lain. Untuk itu Smesco telah melakukan berbagai upaya selain memiliki SmescoTrade yang merupakan portal satu pintu, juga sedang membuat database seluruh KUMKM mitra Smesco. Rencananya dalam waktu dekat Smesco juga akan membagikan 2 ribu domain gratis bagi KUMKM mitra Smesco, sehingga peluang dan kesempatan menembus pangsa mancanegara bagi KUMKM bukan sekedar di awang-awang.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 21, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: