Dress Code Wajibkah Ditaati?

summer-dress-code

Pernahkah Kalian mendapatkan undangan yang mencantumkan dress code? Hehehe saya sering. Bahkan sejak dulu, sejak jaman masih putih abu-abu. Apa-apa ada dress code-nya. Bagaimana jika tak ditaati ya?

Waktu SMA, acara yang suka mengenakan dress code adalah saat berlatih teater. Di situ saat latihan atau pentas kami gemar mengenakan baju serba hitam. Celana dan kaus hitam menjadi properti penting masa itu. Wah jadi mikir, kaus hitamku dulu kemana ya?

Saat perayaan HUT Teater kami mengadakan pelatihan kami dengan menginap. Tujuannya sih untuk merekrut anggota baru. Tidak ada aksi keliling kelas, hanya berlatih sejenak di lapangan basket. Kenapa tidak ada aksi keliling? Ya tahu sendirilah SMA 1 Malang itu termasuk angker hehehe. Panitianya sendiri juga takut hihihi. Oh ya waktu itu dress code-nya untuk panitia yang perempuan yakni mengenakan rok. Jarang-jarang nih kami yang perempuan tampil feminin, selain rok seragam sih.

Waktu kuliah dan ospek kami selama satu semester wajib mengenakan blus dan rok. Hemmm rasanya berat lho mengenakan rok di medan ITS. Mungkin mereka senior yang berjenis kelamin pria ingin mendapatkan pemandangan yang feminin. Ya, mungkin mereka bosan melihat sekeliling kebanyakan pria. Yang mahasiswi juga lebih suka mengenakan celana dan malas dandan. Untunglah kewajiban ini hanya satu semester. Kesimpulannya dengan rok susah lari-lari mengejar angkot yang jarang dan berebut. Susah juga untuk lompat parit (ups).

Di pelatihan mahasiswa biasanya juga ada dress code. Lagi-lagi rok, blus dan terkadang dengan dasi. Tujuannya sih bagus agar berkesan profesional. Tapi kenapa harus rok ya?

Di pertunjukan paduan suara juga kami biasanya tampil formal dengan jas almamater. Pernah juga kami kompak  mengenakan gaun ungu di sebuah pembukaan konser. Apa ya? Seperti pembukaan konser Krakatau Band dengan lagu Anoman Obong.

Saat acara seru-seruan bersama meja bundar, kami mengadakan berbagai acara bertema. Tema yang paling seru itu tema imlek dengan baju dominan merah. Teman kami memang ultahnya pas imlek dan ia memang merayakannya. Acaranya ada bagi-bagi angpau dan membaca kue keberuntungan.

Nah selepas kuliah, saya sering ikut even yang diadakan komunitas majalah, seperti Chic, Cita-Cinta dan Femina. Rata-rata acaranya wajib dress code. Ada hijau, ungu, blink-blink dan sebagainya. Terkadang saya tak punya koleksi baju yang memenuhi dress code tersebut. Alhasil saya pun berburu baju selepas pulang kantor. Tapi pernah suatu ketika saya tak tahu ada dress code jingga karena diajak teman. Alhasil kami berdua seperti alien. Hahaha nggak enak banget, serasa penyusup.

Acara jalan-jalan yang diadakan komunitas sering menerapkan aturan dress code. Yang sering itu kaus merah. Entah kenapa merah, mungkin agar mencolok dan menarik difoto. Kami bertujuh juga pernah kompak mengenakan kaus merah dengan bintang kuning di tengah khas Vietnam dan topi hijau ala prajurit Mekong. Waktu itu sih memang acaranya lintas jelajah sungai Mekong. Alhasil kehadiran kamu menarik perhatian turis lainnya, terutama turis bule dan wisatawan Jepang. Kami sepertinya dikira malah panitia atau bagian dari atraksi.

Di acara blogger saat ini jarang yang wajib mengenakan dress code. Palingan batik dan itupun tidak susah memenuhinya.

Lantas apakah dress code wajib dipenuhi? Ada yang wajib seperti acara formal dan bersifat kenegaraan, tapi ada juga yang disarankan dipenuhi, tapi Kalian masih diperbolehlan mengikuti acara jika memang tidak tahu ada aturan tersebut. Seperti misalnya ke istana negara, tentunya perlu mengenakan batik.

Tapi seandainya ada lebih baik dress code itu dipenuhi untuk menghargai pihak yang mengundang juga memeriahkan acara karena tentunya ada tema yang diangkat sesuai warna tersebut. Asli deh nggak enak banget jika saltum alias salah kostum.

Gambar dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 27, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: