Serba Apel dari Malang

Egg roll apel

Dulu Batu dan Malang menjadi satu bagian, tapi kemudian Batu berpisah menjadi kota administratif. Meskipun demikian, sejarah dua kota ini saling berkaitan, demikian pula dengan ikon apel sebagai ikon buah Batu yang juga dikenal sebagai milik kota Malang.

Jika Probolinggo lekat dengan mangga, Madura beken dengan jambu airnya, maka tak salah apabila kota Malang dan Batu erat dengan apel. Selain di Batu, sentra penghasil apel di Malang adalah Poncokusumo.

Apel sebagai ikon kota sebaiknya dijaga oleh pemerintah kota tersebut. Pasalnya, ketika berkunjung ke salah satu petani apel di Batu, ia mulai enggan menanam apel dikarenakan kalah bersaing pada saat musim mangga dan jeruk. Apel Malang yang segar manis dengan sedikit asam juga kalah dengan apel impor yang berwarna merah menggoda.

Hemmmm saya sendiri menyukai apel Batu karena rasa asam dan segarnya yang lebih dibandingkan apel impor. Ada tiga apel yang saya kenal, apel Anna, Romebeauty dan Manalagi. Tiga-tiganya enak, tapi favorit saya tetap apel Romebeauty dengan warna merah semburat hijau yang asam manis segar.

Saat ini warga Malang dan Batu juga kreatif mengolah apel. Apel bukan hanya dijual mentah atau diolah menjadi sari buah, apel juga dibuat berbagai penganan yang nikmat.

Apa saja sih yang bisa dibuat dari apel? Buanyak!!!

Yang pertama muncul itu adalah dodol apel dan jenang apel yang lunak, lembut digigit dan rasanya dominan manis dengan aroma apel yang samar-samar. Ini biasanya saya bawa ke kampus dan saya bagikan ke teman-teman jika pulang ke Malang.

Lalu sekitar tahun 2003/2004 muncullah inovasi berupa kripik buah vakum dimana rasa aslinya benar-benar terjaga. Setelah kripik nangka sukses, disusul kripik nanas, maka varian buahnya terus bertambah, tak terkecuali kripik apel. Rasanya? Aroma dan rasanya itu khas apel manalagi. Enak dan wanginya akan menempel di langit-langit mulut beberapa saat setelah Kalian menyantapnya.

Kemudian hadirlah cuka apel dan brem apel, yakni minuman yang cocok untuk pengobatan. Oleh karena kaya vitamin C dan antioksidan maka yang rajin meminum cuka apel ini akan jarang pilek. Rasanya asem banget. Jika kadang saya tak tahan asamnya, maka saya campurkan satu sendok teh cuka apel ke dalam segelas air.

Apel kembali menjadi primadona tapi kali ini menjadi makanan olahan. Produk makanan untuk oleh-oleh pun semakin bertambah. Ada wingko apel yang dominan rasa gurih wingkonya dibandingkan rasa apelnya. Ada juga cokelat apel yang enak legit, ada unsur sedikit asamnya dari apel tapi masih nyaman di lidah. Eh juga ada permen, bakpia, dan carang mas apel.

Waktu lebaran kemarin pulang ke kampung halaman saya menjumpai ada eggroll apel. Eggroll ini makanan sejenis semprong yang lunak, manis, dan nikmat. Rasanya masih dominan eggrollnya tapi adanya tambahan apel membuat warnanya menjadi hijau cantik dan wanginya ada sentuhan wangi apel. Enak buat camilan.

Egg roll apel malang

Eh belum lengkap jika saya belum membicarakan pie apel dan strudel apel. Dua jenis makanan oleh-oleh ini terinsipirasi dari kue-kue Eropa. Agak mahal juga di kantong.

Strudel apel itu teksturnya lebih lunak dibanding pie apel. Ada apel dan kismis di dalamnya. Sedangkan pie apel, wadah kuenya itu agak keras. Kalau disuruh memilih, saya pilih pie apel karena rasanya enak banget dan harganya lebih ramah.

Oleh karena pedagang makanan dan pengusaha kue oleh-oleh itu cerdik, saya yakin akan ada inovasi dalam hal makanan yang terbuat dari olahan apel. Eh omong-omong saya malah belum pernah melihat sirup apel, apa karena buahnya yang mudah berubah warna ya sehingga saya jarang atau malah belum pernah melihat sirup apel.

Eh rupanya saya sudah menulis topik serupa di pustakakulinerku.blogspot.com dengan cerita yang berbeda.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 21, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: