Hujan yang Indah

Puteri api dan pangeram hujan

Apa yang paling menarik dari hujan? Apakah airnya yang membuat bumi basah dan sungai yang kering kembali berair? Ataukah suasananya yang tercipta menjadi syahduh?

Dulu aku mencintai hujan. Saat hujan deras mengguyur kota Malang, maka saatnya bergelung di balik selimut tebal atau menikmati secangkir kopi hitam hangat dengan pisang goreng.

Aku menikmati pemandangan hujan dari balik jendela. Suasana di luar nampak begitu mendamaikan. Lamat-lamat aku berkhayal menjadi seorang puteri hujan seperti dalam legenda puteri hujan.

Ada sebuah kisah romansa tentang puteri api dan pangeran hujan. Dulu aku pernah meminjam dongeng itu dari temanku. Sayangnya aku lupa bagaimana cara mereka berhasil bersatu karena sebenarnya hal tersebut tidak memungkinkan, bukan?!

Sayangnya kesan hujan tak lagi ramah kala aku dewasa, apalagi ketika di Jakarta. Padahal hujan sebenarnya anugerah tapi di Jakarta yang macet dan tata kotanya semrawut membuat hujan serasa menjadi sosok kriminal jahat.

Hujan deras di Jakarta seolah ditakuti apalagi saat jam berangkat dan pulang kerja. Genangan air akan bermunculan dan kemacetan bakal tak terhindarkan. Rasanya seperti mimpi buruk yang tak kunjung berakhir.

Dulu hujan itu sahabat. Saat hujan adalah saat kami berkumpul. Ada banyak hal menyenangkan terjadi saat hujan dan tentunya hawa menjadi segar.

Hujan tidak salah. Hujan tetaplah anugerah. Hanya manusialah yang tamak dan ialah sebenarnya yang mengubah sosok hujan menjadi menakutkan.

Gambar dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 23, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: