Anggaran untuk Kucing Kesayangan

Nero

Memiliki hewan piaraan itu menyenangkan karena bisa jadi teman pereda stress. Ulah mereka yang lucu juga menggemaskan. Namun adakalanya orang malas memiliki hewan piaraan karena pusing dengan kotoran, bulu yang bertebaran dan biaya untuk makannya. Namun, apakah memelihara hewan itu mahal?

Oleh karena si Nero kucing peliharaan saya jenisnya kucing kampung maka memeliharanya lebih mudah. Entah ya saya belum pernah memelihara kucing ras, tapi beberapa teman bilang kucing kampung lebih mudah dipelihara dan cenderung lebih kuat bertahan hidup.

Dulu pernah punya kucing anggora kampung. Namanya Bonbon dan Dandong. Keturunannya semua memiliki bulu bagus, lembut dan panjang, cuma tingkahnya seperti kucing kampung, ekspresif dan mau makan apa saja.

Sejak memiliki Nero dua tahun lalu saya memperlakukan dia seperti kucing kampung pada umumnya. Pernah saya coba mandikan tapi perjuangannya melelahkan sehingga saya tobat. Biarlah ia mandi sendiri.

Ketika sering bergaul dengan penggemar kucing, saya melihat ada berbagai hal yang mereka lakukan untuk memanjakan kucing mereka dari membersihkan gigi dan telinga si kucing, memberikan obat kutu dan vitamin, medical check up, manikur dan pedikur, memandikan di salon hingga membuatkan baju khusus si kucing juga membeli mainan. Dan tentunya bak pasir. Busyet…astaga saya langsung cenat-cenut memikir pengeluarannya jika misalkan mengadaptasi kehidupan kucing sosialita tersebut.

Untungnya Nero itu praktis. Asal ada makanan, dielus-elus, ada air bersih untuk diminum dan bisa tidur pulas dia sih oke-oke saja. Kalau bisa juga ada lawan berkelahi sekali-kali. Dia termasuk kucing melati, ehmm istilah yang saya sematkan karena sebenarnya ia kucing penyayang dan tidak pandai berburu. Ia hanya kucing yang pandai membuat tertawa dengan pose tidurnya yang lucu-lucu dan tabiat manjanya.

Nero lagi

Beberapa waktu lalu saya sering bepergian. Agar Nero terurus maka saya pun meminta satpam untuk memberi makan si Nero dua kali sehari. Agar praktis saya membeli makanan kucing kemasan.

Nero memang kucing kampung. Dia lebih suka nasi dengan lauk ikan daripada makanan kemasan. Kalau lapar sih memang dia mau menyantap makanan kemasan, tapi kalau misalnya ada pilihan nasi ikan tetap dia milih nasi sedangkan makanan kucing ia anggap camilan belaka.

Saya sudah coba berbagai merk juga yang tak bermerk. Ada beberapa yang ia suka dan ada yang tidak. Alhasil pakan kucing yang ia benci saya berikan ke kucing liar.

Untuk susu, Nero tidak begitu doyan. Kalau antara susu dan keju, ia memilih keju. Duh kalau lagi makan martabak keju, ia langsung mengeong-ngeong minta jatah kejunya. Dulu ia juga suka mie goreng tapi sekarang ogah.

Pengeluaran saya untuk membeli ikan buat Nero juga lumayan banyak. Kalau dihitung-hitung bisa Rp 100-150 ribu/bulan. Hehehe lumayan juga ya, tapi demi kucing kesayangan ya tak apa-apa deh. Pengeluaran saya juga terbilang kecil jika dibandingkan dengan teman-teman yang memelihara kucing ras.

Nero

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 7, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: