Novel Winter in Tokyo: Ringan dan Romantis

Buku winter in tokyo

Sudah lama buku tetralogi empat musim karya Ilana Tan belum tersentuh. Baru ketika salah satu bukunya diadaptasi ke layar lebar, Winter in Tokyo, saya kemudian tertarik membaca novelnya. Filmnya lumayan apik dan romantis sehingga saya yakin novelnya juga tak kalah menarik.

Novel tetralogi Ilana Tan ini banyak disuka dan termasuk best seller. Winter in Tokyo mengisahkan gadis berusia 25 tahun yang kutu buku, bernama Ishida Keiko. Ia dulu tinggal bersama saudari kembarnya, Naomi. Ketika karir Naomi semakin moncer sebagai model maka ia pun melalang buana.

Cerita Winter in Tokyo bermula dengan kisah dimana Nishimura Kazuto sedang menghadari sebuah acara. Ia tertegun ketika ada seorang gadis menatapnya dan kemudian melangkah menuju arahnya. Gadis itu tidak dikenalnya tapi ia seolah akrab dengannya dan memarahinya.

Ia kebingungan melihat tindakan gadis tersebut. Iwamoto Yuri, gadis yang disukainya, dan Kitano Akira, kawan SMP-nya, menentramkan gadis tersebut yang seolah marah kepadanya. Baru diketahui oleh gadis tersebut yang bernama Keiko jika pria yang dimarahinya itu adalah kawan Akira yang dikabarkan amnesia sebagian. Ia nampak sangat terkejut dengan berita yang didengarnya.

Cerita kemudian flash back awal pertemuan Kazuto dan Keiko. Keiko penasaran dengan tetangga barunya yang tinggal di seberang apartemennya. Ia berniat mengintip karena penasaran mengetahui tetangganya tak keluar kamar sejak ia tiba. Tapi pintu itu kemudian terbuka sehingga Keiko terjatuh. Kazuto tertawa geli ketika mengetahui si gadis penasaran dan merasa cemas dengan kondisi dirinya.

Kazuto kembali ke Tokyo karena kecewa gadis yang disukainya, Yuri, memilih sahabatnya, Jason. Lambat laun ia bisa melupakan sakit hatinya setelah banyak melewatkan waktu bersama Keiko dan tetangga apartemennya, Haruka dan adiknya, Tomoyuki.

Namun ketenangan itu terusik ketika Keiko bertemu dengan pria cinta pertamanya, Akira, yang ternyata teman sekelasnya waktu SMP. Kehidupannya pun jungkir balik ketika ia mengalami serangan yang mengakibatkan amnesia sebagian. Kehidupan pasca amnesia memang seolah membaik dengan Yuri yang kembali ke sisinya. Tapi Kazuto merasa ia melewatkan sesuatu yang amat penting dan ia mencari-cari.

Sebuah novel memang umumnya lebih detail daripada versi filmnya. Jika di film Winter in Tokyo, karakter tiap tokohnya biasa saja dan mudah dilupakan, maka versi novel karakter para tokohnya tergali lebih baik. Saya jadi lebih mengenal Keiko, cita-citanya dan juga kecemasannya yang berlebihan kepada gelap dan penguntit. Di novel, kebimbangan Kazuto juga lebih nampak, bagaimana ia was-was setiap kali Akira berkencan dengan Keiko, meskipun saat itu ia bersama Yuri.

Sosok paman Kazuto dan tetangga satu apartemen Keiko juga memiliki cerita tersendiri, juga bagaimana Keiko dan Kazuto berinteraksi dengan keluarganya. Lantas bagaimana para tokoh memandang Harajuku dan kehidupan di Tokyo, hal ini disampaikan dengan menarik dan mengundang ingin tahu.

Memang kisahnya agak mainstream dan mirip-mirip dengan alur sinetron dengan kehadiran mantan lalu adanya amnesia. Ya..ya..ya saya agak kurang suka dengan kisah amnesia meskipun hanya sebagian. Terlalu banyak kisah-kisah tentang amnesia di cerita roman. Kisah amnesia sebagian ini mengingatkan pada film Channing Tatum dan Rachel McAdams yang berjudul The Vow yang juga mengisahkan seorang istri yang mengalami amnesia, lupa kepada suaminya dan kemudian bertemu lagi dengan mantan pacarnya. Agak mirip sih.

Yang menyelamatkan Winter in Tokyo jadi tidak terkesan ala sinetron adalah setting-nya yang di Jepang dan pernak-pernik tentang Jepang itu sendiri. Keiko yang kutu buku juga tidak digambarkan sosok yang berkacamata dan kuper, tapi sebaliknya, gadis cantik yang supel. Ceritanya lumayan romantis meskipun juga tidak wow.Gaya bahasanya juga mengalir dan ringan sehingga dalam waktu dua jam pun buku ini bisa ditamatkan.

Buku ini karena best seller dan baru diadaptasi ke layar lebar maka mudah dijumpai, baik di toko buku maupun di buku online. Salah satu buku online yang menyediakan Winter in Tokyo karya Ilana Tan adalah Bukupedia di tautan berikut. Setelah membaca Winter in Tokyo, saya jadi tertarik membaca kisah Naomi di Spring in London yang merupakan sekuel Tetralogi empat musim Ilana Tana.

Detail Film:
Judul : Winter in Tokyo
Pengarang : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Rating : 7/10
Gambar buku dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 14, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: