Wild Card: Sisi Drama Lebih Dominan

Wild card

Jason Statham terkenal sebagai aktor produktif, filmnya sangat banyak meski sebagian besar masuk kategori film kelas B. Sejak film Safe saya merasa Jason mulai mencoba serius berakting dan filmnya tidak asal bakbikbuk. Filmnya lebih drama dan Jason memiliki lebih banyak dialog.

Sayangnya Wild Card ini kurang manis digarap jika dibandingkan Safe. Ya, jika menilik berita film ini flop ada benarnya sih karena alurnya kurang jelas alias serampangan.

Adegan dibuka dengan cara yang tak biasa dimana Nick (Jason) digambarkan mabuk dan kemudian mengganggu pasangan di sebuah bar. Ia kalah setelah si pria itu marah dan menghajarnya. Eh baru setelah itu penonton baru tahu keduanya kongkalingkong agar si wanitanya terkesan dengan pasangannya hahaha.

Pekerjaan Nick tidak jelas, antara detektif atau bodyguard bayaran. Suatu ketika ia mendapat pekerjaan menemani seorang milyuner muda bernama Citrus yang nampak culun. Pekerjaannya sepele hanya menemaninya saat ia berjudi dan memastikannya aman. Namun ada satu tugas yang menanti dan sangat berisiko. Seorang kawannya, Holly, mengaku diperkosa dan wajahnya lebam. Ia diturunkan di parkiran gawat darurat sebuah rumah sakit. Sayangnya ia tidak tahu nama ketiga pelakunya sehingga ia meminta bantuan Nick.

Nick sebenarnya enggan karena bakal berurusan dengan para gangster. Ya karena kasihan akhirnya ia berniat mencari tahu agar kawannya ini dapat menghubungi si pengacara. Dengan menyamar utusan gangster ternama di kota tersebut yang disebut Baby ia pun berhasil masuk ke penginapan ketiga kriminal tersebut. Sebelum Marco (Milo V.) berhasil menembaknya ia telah melumpuhkan lawan dengan mudah berbekal kartu-kartu plastiknya. Si wanita yang marah kemudian berbalik mengintimidasi Marco dengan gunting taman, lalu mengambil uang 50 ribu dolar dan tak membawanya ke meja persidangan.

Ya seperti bisa diduga Marco mengamuk dan menyuruh anak buahnya menghabisi Nick. Gagal ia pun meminta bantuan Baby. Rupanya Baby sebagai ketua gangster tetap bersikap adil dan mencari tahu alasan Nick menyerang Marco sebelumnya. Marco gagal membohongi Baby dan ia pun semakin marah.

Jalan ceritanya mudah ditebak. Sebenarnya ceritanya agak mirip dengan film Keanu Reeves beberapa waktu lalu dimana ia menjadi pembunuh bayaran dan kemudian bertobat. Nah saat itu juga ada sosok godfather di antara kriminal yang menjaga kode etik para kriminal di hotel yang dikelolanya. Sosoknya mirip Baby, ia abu-abu.

Sejak awal latar Nick kurang jelas. Mengapa ia selalu terbayang-bayang sebuah pulau dengan laut yang indah dan mengapa ia kecanduan berjudi. Kabat baiknya, dialog Jason di sini lumayanlah dibanding film sebelumnya dan koreografi pertarungannya cukup baik dengan memanfaatkan barang yang ada di dekatnya. Sayang si Milo yang keren di Heroes jadi sosok kriminal di sini dan sayangnya juga kurang berhasil terlihat jahat. Ya secara keseluruhan saya memberi skor 6/10 untuk film yang dirilis tahun 2015 ini.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 20, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: