Athirah yang Digarap Detail dan Bikin Kenyang

athirah

Sebelum menjabat dua kali sebagai wakil presiden, Jusuf Kalla dikenal sebagai pengusaha sukses asal Makassar. Ia memiliki berbagai perusahaan besar, melebihi pencapaian orang tuanya. Namun pencapaian tersebut tidak lahir begitu saja. Selain kerja keras, kesuksesan tersebut ditempa oleh didikan dari ibundanya yang bernama Athirah. Sosok perempuan berhati lembut dan selalu berpikiran positif dalam menyelesaikan persoalan hidupnya inilah yang dibidik Riri Riza lewat film layar lebarnya, Athirah, yang dirilis sejak 29 September.

Film produksi Miles Film ini mengisahkan sosok Athirah yang lahir dari keluarga yang perekonomiannya pas-pasan. Ia remaja yang rajin dalam membantu ibunya berdagang dan mengurus pekerjaan rumah tangga. Saat usianya 17 tahun ia pun menikah dengan Hadji Kalla lewat perjodohan.

Awal-awal pernikahan diwarnai dengan kerja keras pasangan tersebut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan berdagang. Setelah cukup berhasil berdagang di kampung, mereka pun merantau ke Makassar. Athirah pun semakin sibuk, membantu usaha suaminya juga mengasuh ketiga anaknya, Nuraini Kalla, Muhammad Jusuf Kalla dan Zohrah Kalla yang saat itu masih kecil. Usaha mereka semakin sukses dan Athirah semakin sibuk membagi waktu antara berdagang dan mengurus kesepuluh anaknya. Pernikahan mereka pada tahun-tahun mendatang pun kemudian mengalami berbagai ujian dari bisnis keluarga yang surut saat perekonomian Indonesia mengalami krisis hingga isu poligami.

Ketika mengetahui Riri Riza hendak memproduksi film berjudul Athirah saya diliputi rasa penasaran. Siapakah perempuan ini, apakah seorang pahlawan atau seorang mantan pejabat, tapi rupanya bukan kedua-duanya. Athirah seorang ibu biasa tapi dari rahimnya ini lahirlah seorang putra Makassar yang merupakan pengusaha sukses dan saat ini menjabat sebagai wakil presiden.

Riri Riza sebagai sutradara asal Makassar tentunya kagum dengan semangat dan kerja keras Athirah yang turut membesarkan Kalla Group. Ia melakukan riset terlebih dahulu dan berhati-hati agar dapat menggambarkan suasana Sulawesi Selatan pada tahun 50 dan 60-an dengan detail.

Syuting pun dilakukan selama kurang lebih 26 hari di beberapa lokasi seperti Makassar, Wajo, Pare-Pare, dan Kabupaten Sengkan. Untuk memerankan Athirah, Riri memilih Cut Mini Theo dimana ia pernah bekerja sama dalam film Laskar Pelangi. Pada ajang penghargaan Festival Film Bandung yang akan dihelat 24 September, Cut Mini juga mendapatkan nominasi atas penampilannya di Juara. Selain Cut Mini ada nama aktris senior Jajang C Noer serta Tika Bravani yang juga telah beberapa kali meraih penghargaan atas performa aktingnya.

Film yang diproduseri Mira Lesmana ini berdasarkan novel yang ditulis oleh penulis biografi populer, Alberthiene Endah, dengan judul sama, yakni Athirah. Memang saat ini adaptasi novel ke layar lebar seolah sedang tren dan sebenarnya sah-sah saja dan merupakan simbiosis mutualisme, dimana penggemar buku dan penikmat film sama-sama diuntungkan dengan cerita yang berkualitas.

Ulasan detailnya bisa disimak di cinemania di tautan berikut. Oh ya gambar di atas dari sini.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 3, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: