E-Learning dan Perpustakaan Digital Solusi Memeratakan Pendidikan

Pendidikan-1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Oleh karena TIK mampu memberikan berbagai solusi untuk permasalahan yang paling krusial di negeri ini, yaitu ketimpangan kualitas pendidikan dan wilayah Indonesia yang memiliki bentang alam beragam dan terdiri atas kepulauan.

Sudah merupakan rahasia umum kualitas pendidikan di Indonesia beberapa tahun silam belum merata. Saat ini memang kualitasnya di berbagai tempat juga masih terkesan jomplang, namun sudah mulai nampak peningkatan, terbukti dengan beberapa daerah di Jawa Timur yang wilayahnya masuk pedesaan ternyata berhasil menembus sepuluh besar NEM terbaik tingkat provinsi, tidak kalah dengan mereka yang bersekolah di kota. Perguruan tinggi juga mulai tumbuh di berbagai daerah meskipun hingga saat ini memang masih terfokus di pulau Jawa.

Bentang alam Indonesia yang beragam dan wilayahnya yang berupa kepulauan sebenarnya merupakan kelebihan dari segi potensi pariwisata. Tapi hal ini juga menjadi problema dalam hal pendidikan karena infrastruktur di Indonesia yang masih kurang baik di berbagai daerah. Di berita-berita masih banyak dijumpai kisah-kisah memprihatinkan dimana si anak harus berjalan kaki jauh seperti siswa SD di Luwu, Sulawesi Selatan, dan ada pula yang harus berperahu untuk menuju sekolahnya seperti siswa di Sangihe. Jumlah tenaga pendidikan yang bertugas di daerah terpelosok ataupun di daerah perbatasan juga minim, tidak sebanyak di pulau Jawa dan daerah perkotaan. Alhasil untuk menambah jumlah guru di daerah terpencil dan perbatasan, pemerintah pada tahun ini melakukan rekrutmen tujuh ribu guru untuk ditempatkan di sana dengan stimulus mendapatkan tanah tempat tinggal secara cuma-cuma.

Ada banyak pekerjaan rumah di dunia pendidikan Indonesia, termasuk dengan animo membaca masyarakat yang masih rendah. Berdasarkan urutan literasi internasional yang dirilis Central Connecticut State University tahun ini Indonesia menduduki peringkat kedua terbawah dari 61 negara. Jadi kebiasaan masyarakat Indonesia untuk membaca dan menulis masih memprihatikan. Faktor-faktor penyebabnya di antaranya dikarenakan belum membudayanya kebiasaan membaca dan menulis juga harga buku yang terus merangkak naik.

Pentingnya gerakan Indonesia Membaca untuk meningkatkan literasi (sumber gambar: whattpad)

Pentingnya gerakan Indonesia Membaca untuk meningkatkan literasi (sumber gambar: whattpad)

Dari berbagai permasalahan di dunia pendidikan Indonesia, satu-persatu mulai ada solusinya dari TIK, yakni e-learning berupa pembelajaran jarak jauh atau distance learning dan Massive Open Online Course(MOOC) atau kursus online cuma-cuma. Selain itu hal yang tak kalah membantu adalah kehadiran perpustakaan digital. Yuk kita bahas satu-persatu.

Pembelajaran jarak jauh sebenarnya sudah ramai dibahas sejak sepuluh tahun silam. Ada berbagai pro dan kontra masa itu sehingga pembelajaran jarak jauh kemudian hanya dijadikan pelengkap proses belajar-mengajar. E-learning di sebuah kampus juga dulu hanya digunakan untuk menyediakan modul-modul belajar dan forum diskusi, tapi tetap diwajibkan proses belajar-mengajar di kelas.

Dengan TIK dan akses internet maka siswa dapat belajar kapan saja dan dimana saja (gambar dari dreamstime)

Dengan TIK dan akses internet maka siswa dapat belajar kapan saja dan dimana saja (gambar dari dreamstime)

Namun seiring dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan akan pendidikan maka pemerintah seolah ‘melunak’. Berdasarkan Peraturan Kementerian Pendidikan Permendikbud No 109/2013 maka universitas dan perguruan tinggi diperkenankan menyelenggarakan pendidikan jarak jauh dengan tujuan memberikan layanan pendidikan tinggi kepada sekelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti secara tatap muka, serta memperluas akses dan mempermudah layanan pendidikan tinggi. Tentunya dengan ketentuan tersebut universitas dan perguruan tinggi tetap harus mengikuti ketentuan Dikti dan harus menjalani proses akreditasi. Saya melihat beberapa perguruan tinggi di Jakarta telah menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh, misalnya Universitas Terbuka, dimana mahasiswanya bisa belajar mandiri. Namun memang belajar secara mandiri belum bisa dilakukan oleh seluruh siswa, ada siswa yang malas dan ada juga yang rajin. Untuk itu perguruan tinggi tersebut juga menyediakan waktu bertemu antara dosen dan mahasiswanya untuk bertatap muka dan saling berdiskusi. Proses ujian semester di perguruan tinggi yang menerapan distance learning pun juga umumnya masih berlangsung di dalam suatu ruangan bekerja sama dengan beberapa institusi untuk mencegah terjadinya kecurangan.

Saya rasa meskipun proses belajar-mengajarnya tidak seratus persen online dan tidak penuh secara jarak jauh, tetaplah sangat membantu mereka yang tinggal di daerah yang terpencil. Dengan adanya sistem online para mahasiswa juga dapat belajar kapan saja. Ia dapat belajar sambil bekerja, sehingga orang tua tidak perlu takut si anak tidak membantunya mencari nafkah, karena sistem pendidikan seperti ini dapat menjadi alternatif mereka yang harus bekerja sementara keinginan menimba ilmu masih tinggi.

E-learning selain berupa distance learning juga berupa kursus online (MOOC). Sejak tahun 2010 MOOC ini marak, saya juga rajin mengikutinya dan meraih berbagai statement of accomplisment. Salah satu pilihan MOOC masa itu adalah Coursera yang menyediakan beragam pengetahuan dari yang teknis/teoretis seperti cara pemrograman, keamanan komputer dan sebagainya hingga yang menyenangkan seperti kelas imajinasi, kelas sejarah musik dan kelas games. Baru-baru ini Indonesia juga gencar menyelenggarakan MOOC. Kursus online milik negeri yang cukup lengkap dan asyik adalah Indonesia X, saya telah mengambil berbagai kelasnya seperti investasi yang diadakan BEJ dan kelas inspirasi yang diadakan Rhenald Kasali. XL Axiata juga pernah mengadakan kursus online dengan berfokus pada pembentukan karakter kepemimpinan.

Kursus online buatan dalam negeri bertumbuhan, salah satunya Indonesia X

Kursus online buatan dalam negeri bertumbuhan, salah satunya Indonesia X

Yang terakhir dan tak kalah seru adalah perpustakaan digital. Hal ini bisa membantu mengatasi permasalahan terbatasnya jumlah buku dan harga buku yang lumayan mahal. Ada beberapa perpustakaan digital seperti Wayang, I-Jakarta (Jakarta Digital Library) dan Qbaca-Padi yang dikembangkan oleh Telkom. Pustaka gratisnya di perpustakaan digital tersebut cukup banyak dan menarik. Di Qbaca ada banyak buku sekolah untuk tingkat SD-SMA secara cuma-cuma dan bisa dibaca secara online sehingga siswa dari pulau Rote tetap bisa mengikuti pelajaran yang sama dengan yang diperoleh siswa di Jakarta.

Banyak buku sekolah cuma-cuma di Qbaca

Banyak buku sekolah cuma-cuma di Qbaca

Memang untuk solusi online hal ini banyak dipengaruhi oleh kualitas dan kecepatan akses internet serta dukungan infrastruktur seperti keberadaan jaringan internet. Tidak semua siswa punya gadget yang terhubung internet sehingga tugas pemerintah untuk menyediakan akses internet sehingga pemerataan pendidikan bisa segera diwujudkan.

Saya optimis untuk daerah pelosok dan perbatasan apabila infrastruktur TIK tersedia dan internet lancar para siswa yang pintar akan semakin bertambah. Tentunya hal ini dengan catatan si siswa tidak malah tergoda dan asyik bermain games atau bermedia sosial dengan adanya akses internet, tapi sebaliknya dengan lebih tekun belajar dan membuka wawasan.

Dengan membaca buku dan belajar maka wawasan bertambah dan kini bisa terbantu dengan TIK dan internet (sumber gambar: dreamstime)

Dengan membaca buku dan belajar maka wawasan bertambah dan kini bisa terbantu dengan TIK dan internet (sumber gambar: dreamstime)

Sumber gambar cover di sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 7, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: