Sakit Itu Tidak Enak, Karenanya Pulih Harus Cepat

images-1

Mencegah memang jauh lebih baik daripada mengobati. Saat badan sehat seolah-olah tidak masalah menyantap masakan yang lezat tanpa melihat kandungan nutrisinya dan bermalasan. Akan tetapi ketika jatuh sakit baru menyadari kesehatan itu karunia yang tak terhingga. Namun, ketika sudah telanjur sakit jangan hanya pasrah, perlu upaya ekstra keras agar badan bisa memulihkan diri dengan cepat.

Sakit itu kondisi yang tidak enak. Selain badan jadi lesu juga jadi malas untuk mengerjakan apa-apa, alhasil produktivitas pun berkurang. Meskipun sudah menjaga kebersihan badan dan lingkungan, ada kalanya sakit tak bisa dihindari ketika kita kelelahan.

Menjaga kesehatan dan kebersihan itu penting tapi beristirahat juga tak kalah penting. Sebagai perempuan yang telah menikah, ada saja kegiatan yang seolah mengalir tanpa henti dari pagi hingga menutup mata. Bagi yang punya anak juga pasti jauh lebih sibuk.

Selama ini perempuan yang telah berkeluarga umumnya lebih memperhatikan kondisi suami atau anaknya daripada dirinya. Baru ketika alarm tubuhnya memperingatkan tubuhnya mulai ada anggota tubuh yang kurang beres seperti kurang minum, kurang tidur dan sebagainya baru ia mengurangi porsi kegiatan. Namun ada juga yang kurang mempedulikan sinyal tubuhnya sehingga sakit pun menimpanya kemudian.

Saya sekarang tak menganggap remeh pentingnya istirahat selain mengendalikan diri agar tidak stress. Pernah mengalami tiga kali gejala thypus bukanlah prestasi tapi keteledoran diri.

Penyakit thypus umumnya melanda mereka yang kelelahan secara fisik dan mental. Saya mengalaminya saat akhir kuliah dan jelang pernikahan. Badan rasanya tidak enak, menggigil juga terkadang demam. Kepala pusing dan makan apapun tidak enak.

Waktu itu saya jauh dari rumah dan tinggal di kosan. Oleh karena tak enak merepotkan teman satu kos maka saya cukup banyak beristirahat dan minum kapsul herbal yang mengandung ekstrak
Lumbricus rubellus. Syukurlah dalam beberapa hari saya pulih dan tidak sampai diopname.

Sejak itu saya was-was dalam memperhatikan sinyal tubuh. Jika sudah merasa lelah beraktivitas maka saya memilih mengambil jeda. Satu lagi yaitu banyak air putih dan tidak menahan kencing. Saya pernah merasakan gejala kencing batu karena sering menahan dieri ke toilet. Waktu itu toiletnya minim sedangkan yang antri cukup banyak sehingga saya sering tahan-tahan. Aduh rasanya benar-benar tidak enak. Oleh Ibu saya dibuatkan rebusan daun sirsak. Setelah sembuh ramuan itu tidak lagi saya teruskan karena bisa berdampak negatif.

Nah, untuk pilek dan gejala influenza saya meniru ramuan dari seorang kawan yang keturunan Tionghoa. Ia menggunakan cara tradisional yaitu sari pati ayam. Sari pati ayam ini kaya protein sehingga membantu tubuh untuk cepat pulih. Jika sudah mencarinya, maka bisa diganti dengan sup ayam dengan kaldu ayam asli yang kental. Ternyata resep ini manjur.

Saat mulai demam, badan kurang fit dan stamina berkurang biasanya saya menunggu tukang ayam lewat dan membeli ayam untuk dibuat sup ayam. Resepnya sih sederhana. Ayam direbus dan diambil kaldunya, lalu dimasukkan wortel, kentang dan bumbu sup juga tak lupa irisan ayam rebus. Sup ayam ini nikmat disantap saat masuh hangat. Kuahnya membuat hangat kerongkongan dan protein dari kaldu ayam kentalnya membantu memulihkan tubuh.

images-3

Jadinya selain vitamin C, sup ayam ini menjadi teman yang baik bagi penderita influenza dan demam. Nah jika tekanan darah saya kembali rendah maka saya cukup menyantap bubur kacang ijo dan bubur tim ati-ampela. Dan yang pasti banyak istirahat dan minum air putih.

Pemulihan bagi setiap orang tidak sama, ada yang menyukai mengkonsumsi suplemen multivitamin dan mineral. Kalau saya biasanya menyukai suplemen vitamin C jika belum sempat membuat atau menemukan sup ayam.

Nah, mulai sekarang cobalah bergaya hidup sehat. Tidak malas bergerak, menyantap makanan kaya nutrisi yang diperlukan tubuh dan juga cukup beristirahat. Gampang-gampang susah sih, tapi pasti Kalian bisa karena sehat itu menyenangkan.

Gambar dari 1|2

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 16, 2016.

2 Tanggapan to “Sakit Itu Tidak Enak, Karenanya Pulih Harus Cepat”

  1. kalau fu, saya lebih suka makan mi ayam yang pedas dan teh hangat.
    btw, saya juga pernah gejala kencing batu. duh, itu sakitnya minta ampun. makanya, minum air, aktif bergerak, dan tidak menunda buang air itu meski sepele, tapi penting.

    • Mie ayam pedas enak banget tuh sampai keringetan hehehe. Wah pernah kena juga kencing batu? Asli nggak enak banget, dulu sampai mau nangis kalau mau ke belakang. Dulu gara-gara kamar mandinya sedikit dan penggunanya banyak, jadi sering nahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: