Bagaimana Kesiapan SDM Indonesia Menghadapi Globalisasi

belief

Indonesia mulai mengalami bonus demografi. Jumlah limpahan generasi muda bisa menjadi aset bangsa, tapi juga bisa berubah menjadi musibah jika tidak dikelola dengan baik sejak sekarang. Seperti apa sih potret sumber daya manusia Indonesia saat ini?Apakah sudah layak bersaing dengan negara lain. Yuk simak reportase acara Indonesia Human Capital Summit 2016 yang terselenggara 27-28 Oktober 2016 di Ballroom Ritz Carlton.

Kiranya tepat acara ini diselenggarakan pada saat peringatan hari Sumpah Pemuda. Dari semangat yang didapatkan pada makna Sumpah Pemuda itulah maka tema seminar nasional ini adalah Breakthrough Indonesian Talent Readiness to Win Global Competition.

Pagi itu saya sudah tiba di ballroom Ritz Carlton Pasific. Pesertanya berlimpah, ada sekitar 1000 peserta dengan didominasi peserta dari BUMN. Ada banyak stan BUMN yang juga hadir di sini, seperti stan BNI, DPLK BRI, dan PJB serta berbagai perusahaan lainnya yang memiliki solusi dan inovasi dalam hal human capital.

peserta

Menteri BUMN Rini Soemarno yang membuka acara ini berpesan kepada seluruh peserta. Menurut Menteri BUMN bonus demografi akan menyebabkan Indonesia surplus SDM, namun surplus tersebut bisa jadi anugerah atau malah sebaliknya bergantung pengelolaannya. Untuk itu ia berharap para BUMN dapat menghasilkan SDM yang handal dan mampu bersaing di global. Caranya, dengan mendorong karyawannya untuk terus memperkaya diri dengan belajar dari sekeliling dan antusias untuk membangun perusahaan. Rini Soemarno juga berpesan agar BUMN saling bersinergi dan memperkuat usahanya sehingga dapat menjadi agen perubahan.

rinni2
Sebelumnya Ketua FHCI Herdy Harman juga memberikan sambutan. Menurut ia seiring perkembangan globalisasi SDM Indonesia dituntut memiliki keahlian dan ketrampilan kelas dunia agar mampu bersaing di era globalisasi ini. Di sisi lain, SDM lokal juga perlu memegang teguh nilai-nilai lokal sebagai penyeimbang karena dimanapun berkarya, manusia Indonesia tetap berkewajiban membangun untuk negerinya dengan potensi dan bidang yang digelutinya. Untuk itu poin utamanya adalah bagaimana meningkatkan kemampuan SDM Indonesia agar kualitasnya sesuai standar internasional.

FHCI berkeyakinan bahwa talenta yang hebat tidak akan terbentuk secara tiba-tiba, namun harus dibangun secara kesisteman dan berkesinambungan, dimulai dari menemukannya, membangunnya, menempatkannya serta mempertahankannya dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kalangan bisnis, pemerintah, akademisi, dan komunitas.

ge
Nah pembicara sesi pertama CEO General Electric, Handry Santriago memberikan banyak ‘pencerahan’. Ada banyak hal-hal menarik yang ia sampaikan seperti keberanian untuk melangkah dari zona nyaman, keberanian untuk mengambil risiko. Ia berujar bahwa menjadi pemimpin itu harus terus belajar dan mudah beradaptasi, oleh karena bisnis saat ini penuh ketidakpastian. Kita semua dapat menjadi pemimpin global, selama kita berani menginginkannya, tegasnya.

huawei
Sementara itu, Direktur SDM Huawei Indonesia Dani K. Ristandi berujar bahwa kompetensi SDM tetap merupakan inti dari pengembangan industri di bidang teknologi informasi. Ia berujar kunci sukses meningkatkan kemampuan diri yaitu dengan tetap terbuka, berani mencoba dan belajar dari kesalahan atau kegagalan. Untuk itu perlu kerja sama erat antara perusahaan/industri, pemerintah, universitas, dan riset.

tina

Acara yang dimoderatori Tina Talisa ini terus berlanjut dengan menghadirkan Garin Nugroho, mantan pebulutangkis Taufik Hidayat dan mantan petinju Chris John. Garin terkenal sebagai sutradara bertangan dingin yang melahirkan banyak karya film dan meraih banyak penghargaan dari dalam negeri dan mancanegara. Ia berujar jika ide itu sangat penting dan perlu dihargai. Saat ide itu muncul maka perlu dirawat seperti tanaman hingga benar-benar menghasilkan dan menjadi karya yang berkualitas.

Sedangkan Taufik Hidayat meyayangkan atlet saat ini yang mudah mengeluh dan lebih berorientasi duit dibandingkan mengedepankan prestasi. Ia berpesan agar atlet tetap perlu fokus mengejar prestasi. Baginya, hal teberat bagi atlet adalah lawan diri sendiri, karena kalau lawan atlet lainnya masih bisa dikalahkan. Ia berpesan untuk menikmati dan mencintai apa yang dikerjakan. Jangan cepat puas dan tetap berkomitmen.

garin

taufik

chris-john
Chris John sendiri dulunya sempat beralih ke wushu karena dunia tinju yang sulit berkembang di Indonesia. Ia bersyukur momennya di dunia tinju pas dan ia fokus mempertahankan prestasinya sehingga gelar tinjunya di kelas bulu termasuk yang lama ia pegang.

Acara seminar yang berlangsung dua hari ini juga diisi oleh pembicara dari berbagai perusahaan terkenal seperti Telkomsel, Linkedin, Pertamina, PLN, dan masih banyak lagi. Banyak wawasan yang diperoleh dari acara seminal SDM ini.

Nah bagaimana kesiapan Kalian menghadapi MEA saat ini dan persaingan global yang semakin mendekat?

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 2, 2016.

2 Tanggapan to “Bagaimana Kesiapan SDM Indonesia Menghadapi Globalisasi”

  1. harusnya ini jadi dasar bikin kurikulum pendidikan. kalau sekedar menguasai hitungan dan baca tulis anak- anak kita nanti tertinggal. menyiapkan mereka dengan kreatifitas sesuai bidangnya. memberikan ketrampilan dan skill itu perlu. biar nggak kalah saing dengan pendatang dari negara lain. 🙂

    • Sekarang nyari kerja saja susah apalagi beberapa tahun lagi ketika tenaga asing bisa bersaing di negeri kita ya. Orang-orang asing rata-rata gampang cari kerja di sini seperti jadi artis, orang sini malah susah banget untuk kerja di luar negeri. Setuju perlu bekal yang cukup untuk kompetisi yang semakin ketat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: