Sanada Ten Braves yang Epik dan Kuras Emosi

Ten braves

Kebohongan yang terus dipropagandakan dan tidak ketahuan bisa jadi akan dinilai sebagai sebuah kebenaran. Apakah 10 prajurit aneh dari Tuan Sanada itu nyata atau hanya sebuah legenda?

Gara-gara ngefans dengan sosok Saizou Kirigakure di serial anime Brave 10, saya langsung bersorak ketika film live action-nya bertajuk Sanada Ten Braves diputar di Jakarta akhir pekan silam. Film ini masuk dalam daftar film yang ditayangkan di Japanese Film Festival 2016.

Wah Sabtu malam lalu saya bersiap menontonnya aksinya, tapi lalu terkesima dengan jalan ceritanya yang sungguh berbeda dengan versi animenya. Saizou juga memiliki penampilan yang berbeda. Hemmm bagus mana versi anime atau live action-nya?

Film Sanada Ten Braves memiliki keterkaitan pada sejarah Jepang pada periode akhir Sengoku menuju jaman Edo. Kisah kesepuluh prajurit ini berlatar pada situasi Jepang yang memanas pada awal abad ke-17 sehingga kemudian menimbulkan perang sipil yang menelan banyak korban.

Adalah Sanada Yukimura (Masaya Kato), seorang jenderal dan tuan tanah (daimyo) wilayah Shinano yang disegani. Ia seorang yang rendah hati dan terkadang merasa tidak percaya diri atas kemampuannya. Saat ia mendengar ada seorang pencuri yang kemudian menyandera seorang gadis di daerah kekuasaannya, ia pun maju seorang diri menghadapi si penyandera.

Si pencuri bernama Sasuke Sarutobi (Kankuro Nakamura) itu sangat lincah sehingga dijuluki si monyet. Ia terkejut ketika yang di hadapannya adalah seorang jenderal yang terkenal. Jenderal itu memohonnya agar ia melepaskan si gadis dan agar ia memilihnya menggantikannya sebagai sandera.

Sasuke Sarutobi versi anime

Sasuke Sarutobi versi anime

Sasuke tertegun kemudian ia malah memutuskan menjadi anak buahnya dan siap memilih delapan anak buah lainnya sehingga total ada sembilan prajurit pilihan Sanada. Ia berujar jika kesembilan prajurit itu terkenal akan kehebatannya maka pihak kawan dan lawan Sanada akan terkagum-kagum dan segan kepadanya.

Sasuke pun memilih para prajurit tersebut. Ia bertemu ninja yang suka merampok mereka yang melewati sebuah gunung. Ada tiga ninja dan pemimpinnya adalah Saizou Kirigakure (Tori Matsuzaka) yang berpenampilan murung dan pemikir. (Duh kenapa Saizou di sini jadi penyamun gunung sih). Dua anak buahnya adalah Seikai Miyoshi dan Isa Miyoshi.

Saizou yang melankolis

Saizou yang melankolis

Saizou dalam anime

Saizou dalam anime

Lalu Sasuke bertemu seorang ahli tombak Kakei Juzou, seorang yang agak kewanita-wanitaan tapi tangkas bernama Yuri Kamanosuke. Pelatih beladiri putra Sanada dan putranya yang masih remaja juga masuk ke daftarnya Rokuro Mochizuki dan Daisuke Sanada. Juga ada pria yang sangat pintar berhitung bernama Unno Rokurou yang kemudian menjadi pengawal paling setia Sanada. Mereka bersembilan pun menjadi terkenal karena desas-desus akan kemampuan mereka yang hebat. Desas-desus itu sendiri disebarkan oleh Sasuke yang membuat Sanada menggeleng-gelengkan kepala, siapa sih yang bos di sini.

Ten Braves diremehkan karena penampilannya

Ten Braves diremehkan karena penampilannya

Saat situasi Jepang semakin memanas dimana daimyo Ieyasu Tokugawa akan menyerang Osaka sehingga seluruh wilayah Jepang berada dalam genggamannya, maka Sanada pun dipanggil oleh klan Toyotomi dimana Toyotomi Hideyoshi merupakan daimyo pertama yang mempersatukan Jepang. Sanada dengan enggan berangkat dengan anak buahnya yang jumlahnya tidak banyak. Sanada pun sempat diremehkan dengan jenderal lainnya. Namun sarannya dimana ia diberitahu oleh Sasuke dan Saizou lewat benang selalu didengarkan oleh pangeran dan ibunya, sehingga seluruh jenderal yang berada di pihak Toyotomi pun segan dan menaruh hormat kepadanya.

Lalu ia diperintahkan untuk memperkuat benteng selatan dan melindungi serangan musuh dari situ. Namun, musuh rupanya bukan hanya dari pasukan Ieyasu, tapi juga sekelompok ninja mantan teman Saizou yang berpihak ke lawan. Salah satu ninja perempuan, Hotaru (Yuko Oshima) yang naksir berat Saizou pun berupaya membunuhnya karena kecewa Saizou meninggalkan kawanannya.

Perbaiki benteng selatan

Masalah semakin pelik ketika ada satu orang yang berpura-pura menjadi pasukan khusus Sanada. Juga ada mata-mata yang berada di pihak mereka sehingga musuh sempat unggul. Hemmmm apakah Sanada dan para prajuritnya bakal selamat dan menang dalam pertempuran dahsyat kali ini?

Cerita yang diadaptasi dari novel Sanada Sandaiki yang dirilis jaman Edo ini merupakan film perang bercampur komedi. Di awal film, penonton disuguhi cuplikan animasi begitu juga pada penutup film. Wah saat awal filmnya berupa anime saya malah berpikiran jangan-jangan bagian live action-nya sedikit, tapi rupanya sutradaranya tahu penonton kebingungan sehingga disebutkan bahwa film ini bukan animasi hehehe dan adegan langsung melompat ke perkenalan Sanada ke ketua Ten Braves, Sasuke Sarutobi.

Menonton film ini bisa dibilang perasaan saya campur-aduk. Perasaan ini berbeda ketika saya menonton versi animenya dimana ternyata pada versi anime baru bersifat pengenalan (review versi anime Brave 10 di sini). Versi animenya masih menyenangkan, baru ke pengenalan tokoh dan pergulatan di antara karakter sehingga kemudian menghasilkan tim yang solid. Di sini adalah penerus kisah anime dimana di kisah anime mereka bersiap menghadapi pasukan Ieyasu. Nah, di sinilah live action-nya berpijak.

Saizou dan Sasuke menjadi komandan pertempuran di benteng selatan

Saizou dan Sasuke menjadi komandan pertempuran di benteng selatan

Jika Kalian pernah membaca sejarah Jepang tentu bisa menebak penutupnya. Saya merasa sedih dan lunglai menonton pertempuran di film ini. Rasanya terharu menonton pertempuran habis-habisan mereka dimana ada beberapa prajurit pilihan tersebut yang berguguran. Strategi mereka memang cerdik, tapi ada pengkhianat di antara mereka.

Pertempuran habis-habisan

Pertempuran habis-habisan

Sanada

Membuka jalan

Rela berkorban

Rela berkorban

Selain itu, ada konspirasi di sana-sini sehingga mereka bakal sulit menang meskipun mereka menggunakan segala kecerdikan dan kemampuan mereka. Duhhh rasanya saya nggak bakal tahan untuk bersedih jika misalkan musim kedua Brave 10 dirilis dimana berlatar kisah peperangan ini.

Brave 10

Anime Brave 10

Ada banyak unsur komedinya dimana sosok Sasuke digambarkan serampangan dan seenaknya, berbeda dengan versi animenya yang kalem dan jarang menunjukkan emosinya. Sosok rival utamanya, Saizou tetap tenang dan cool, tapi penampilannya beda dengan versi animenya dimana di anime ia menggunakan zanbatou bukan katana. Di live action ia berambut panjang yang sebagian rambutnya menutupi matanya. Sebagai pasangannya bukan sosok Isanami, gadis kuil cerewet yang punya kekuatan penghancur, melainkan ninja sesamanya, Hotaru, yang punya senjata andalan sumpit beracun. Tapi keduanya sama-sama cerewet dan posesif, mengejar-ngejar Saizou.

Hotaru yang mengejar-ngejar Saizou (kiri)

Hotaru yang mengejar-ngejar Saizou (kiri)

Ya, ceritanya memang berbeda dengan anime Brave 10 garapan Kairi Shimotsuki. Ada beberapa tokoh pada Brave 10 yang tidak muncul di sini, begitu pula sebaliknya. Tapi sebenarnya sih sah-sah saja karena kebenaran cerita ini juga tidak seratus persen. Karakter Brave 10 yang tidak muncul di sini adalah Anastasia digantikan Anayama Kosuke, Izumo no Isanami digantikan Miyoshi Isa. Unno yang di anime memiliki kekuatan gelombang dan mampu membaca kilat diganti dengan kemampuan berhitung dan bersiasat. Nezu Jinpachi yang seorang bajak laut digantikan dengan karakter petani yang berbohong dirinya anggota pasukan khusus Sanada tapi kemudian dimaafkan dan menjadi kesatria kesepuluh.

Filmnya epik, menghibur dan bikin emosi campur aduk. Kalau saya habis menonton ini malah bingung mau menangis atau tertawa. Pasukan khusus yang tersisa di akhir film dikisahkan melalang buana sebagai grup drama hingga ke Sumatera dan kemudian ditolong para guru silat. Bagian ini yang membuat saya garuk-garuk kepala. Beneran nih mereka sempat tiba di Sumatera?! Kalau menilik waktunya pada tahun 1640-an memang pelabuhan di Sumatera sudah ramai oleh perdagangan emas dan barus. Tapi setelah itu mereka kembali ke Jepang dan dikepung lagi oleh tentara Ieyasu. Duh kenapa balik lagi sih?

Sebagian Ten Braves

Sebagian Ten Braves

Film ini telah dirilis di Jepang pada 22 September silam dan dipertunjukkan di Indonesia pada Japanese Film Festival di Jakarta dan Yogyakarta. Film yang berdasarkan naskah Nozomi Makino ini merupakan hadiah ulang tahun ke-60 Nippon TV.

Detail Film
Judul : Sanada Ten Braves/ Ten Heroes of Sanada (Sanada Juyushi)
Sutradara : Yukihiko Tsutsumi
Pemeran : Tori Matsuzaka, Kankuro Nakamura, Yuko Oshima, Jiro Sato, Ken Matsudaira, Kento Nagayama Kazuki Kato, Taro Suruga, Ryouta Murai, Atsushi Arai, Ayumu Mochizuki
Genre : Laga, perang
Rating : 8,5/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 3, 2016.

5 Tanggapan to “Sanada Ten Braves yang Epik dan Kuras Emosi”

  1. jepang banget..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: