Assassin’s Creed Agak Rumit Tapi Menarik

Assassin's Creed

Di sebuah tempat yang terletak di Spanyol pada masa abad pertengahan nampak sebuah perkumpulan rahasia yang menyebut dirinya Assassin. Mereka memiliki janji suci atau kredo, yaitu melindungi sebuah artifak suci. Demi artifak tersebut mereka rela mengorbankan darah dan hidup mereka.

Di lain tempat dan waktu, Callum Lynch yang masih bocah mendapati ibunya meninggal. Ayahnya memintanya untuk kabur dan bersembunyi karena sebuah pasukan menemukan rumah mereka. Tigapuluh tahun kemudian, saat Callum dewasa (Michael Fassbender) ia merasa gugup karena dirinya sebentar lagi, tepat pada 21 Oktober 2016 pukul 18.00 akan menjalani hukuman mati karena melakukan sebuah pembunuhan.

Ketika ia membuka matanya, ia terkejut. Bukannya menuju akherat, ia malah berada di sebuah ruangan. Di sisinya ada ilmuwan wanita bernama Sofia Rikkin (Marion Cotillard) yang sedang mengembangkan sebuah riset.

Sofia dan callum

Tempat itu merupakan gedung rehabilitasi Abstergo di Spanyol. Sofia dan ayahnya, Alan Rikkin (Jeremy Irons), mengembangkan sebuah penelitian dengan mesin bernama animus.

Mereka mengumpulkan orang-orang yang leluhurnya merupakan anggota Assassins, lalu meminta mereka masuk ke dalam animus, mesin genetic memories, untuk menghubungkan memori mereka dengan para leluhur tersebut. Sofia dan ayahnya menyebut penelitian itu untuk mencegah kekerasan atau sifat agresif yang ibarat kanker dimana nantinya bisa dikendalikan.

Lynch dan Rikkin

Callum Lynch dengan cepat terhubung dengan memori leluhurnya, Aguilar de Nerha. Ia memasuki tahun 1492 dimana di Alhambra, Sultan Muhammad telah terdesak. Putranya disandera dan ia diminta menyerahkan apel suci yang merupakan benih pelanggaran pertama manusia atau yang disebut Sofia sebagai kode genetika untuk kehendak bebas. Sebagai anggota Assasins yang menjaga kredonya, ia pun bersaing dengan para kesatria templar yang mendukung pemerintahan Spanyol melindungi artifak berupa apel tersebut.

Assassins

Sebenarnya apa tujuan Sofia+ayahnya, dan apa sebenarnya yang terdapat dalam artifak suci tersebut?

Film Assassin’s Creed membuat penasaran karena diangkat dari sebuah game populer yang dikembangkan Ubisoft. Game ini sangat terkenal, kakak dan pasanganku juga pernah memainkannya. Aku sendiri cuma suka melihat cuplikan animasinya, namun cerita keseluruhannya sendiri aku kurang paham. Sehingga ketika mengetahui ceritanya beralur maju dan mundur serta memiliki keterkaitan antara masa kini dan masa lalu, hingga di pertengahan film saya merasa sedikit kebingungan.

Yang membuat cerita ini menarik adalah latar tempat dan waktunya. Cerita tentang perang salib adalah kisah sejarah yang membekas. Ada perioderisasi dalam perang salib dimana sebenarnya perang ini lebih bersifat politik. Ada dua kekuatan antara Timur Tengah dan pasukan gabungan dari berbagai negara di Eropa, seperti Inggris, Prancis, Jerman dan Spanyol. Pemimpinnya biasanya berganti-ganti, dalam kisah ini adalah Spanyol yang didukung ordo Templar dan Sultan Muhammad yang didukung Assassins.

assassins

Assassins sendiri seperti disebutkan dalam film berasal dari bahasa Arab ‘Hashshashins’ yang berarti orang buangan. Mereka berasal dari kalangan kriminal yang kemudian dilatih dan dibentuk menjadi pasukan yang mematikan. Kisah Assassins sendiri pernah disebut-sebut dalam Prince Persia, sedangkan kesatria Templar juga memiliki banyak kisah, salah satunya disebutkan dalam The Da Vinci Code.

Lari

Oke kembali ke film, oleh karena saya menonton dengan format tiga dimensi, maka latar film ini menjadi menarik. Begitu pula dengan adegan fighting dan kejar-kejarannya yang banyak menggunakan parkour di dinding, gang-gang sempit, dan tali bendera dimana saya seolah ikut terlibat di situasi tersebut. Outfit yang digunakan oleh para Assassins juga cakep dengan pisau mekanik dan panah, serta gaya melompat dan bela diri yang khas.

Assassin's creed

Musik skoringnya dari Jed Kurzel-London Contemporary Orchestra yang melatari adegan di abad pertengahan menggunakan unsur musik Spanyol dan Timur-Tengah. Sedangkan tembang soundtrack-nya tak kalah enak, ada He Says He Need Me dari 3D dan Young Feathers, ada juga Young Men Dead-The Black Angels dan Crazy dari Patsy Cline.

Dari segi akting, Michael Fassbender tetap memberikan performa yang apik. Sedangkan Marion tampil standar.

Ada beberapa quote yang menarik dalam film ini. Disebutkan alasan ayahnya bersikukuh dengan program animus karena mereka telah mencoba dengan agama, politik, dan konsumerisme untuk menghapuskan perselisihan, namun tidak berhasil, sehingga saat ini mereka mencoba dari sisi sains. Ada juga quote “using darkness to serve the lights”, “not focus in ourself, but the glory of future“.

Setelah menonton saya sempat googling dengan apa yang sebenarnya terjadi pada tahun 1492. Rupanya ada banyak peristiwa menarik pada tahun tersebut. Yang pertama juga disebutkan ada kisah Sultan Muhammad, tapi bukan Sultan Muhammad II yang terkenal sebagai penakluk Konstantinopel, melainkan Sultan Muhammad XII yang pada awal tahun tersebut mengundurkan diri dari Alhambra, Spanyol. Tahun tersebut merupakan puncak kejayaan Spanyol di bawah tampuk Ratu Isabella dan Raja Ferdinand. Pada masa tersebut, Columbus memulai penjelajahan samudera dan mendarat di berbagai lokasi penting.

Memang ceritanya sedikit rumit dan saat berdiskusi dengan penggemar games Assassin’s Creed hal ini disebabkan kekuatan dari artifak suci ini kurang dibahas detail. Mengapa artifak tersebut diperebutkan antara Templar dan Assassins serta latar belakang dari berdirinya Assassins dan kredonya ini juga tidak begitu dibahas. Padahal sebagai film pembuka, jika misalkan ingin dibuat sekuelnya, maka hal tersebut amatlah penting.

Secara keseluruhan film ini menghibur meskipun agak sulit dicerna bagi awam. Skor untuk adegan laganya juga latarnya adalah 8/10. Tapi untuk cerita dan secara keseluruhan adalah 7,7/10.

Detail Film:
Judul : Assassin’s Creed
Sutradara: Justin Kurzel
Pemeran : Michael Fassbender, Marion Cottilard, Jeremy Irons, Essie Davis, Brendan Gleeson, Charlotte Rampling, Michael K. Williams, Michelle Lin, Ariane Labed
Genre :Laga (action), petualangan, fiksi sejarah, fiksi sains
Rating : 7,7/10
Gambar: imdb

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 22, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: