Kahlil Gibran dan Sapardi Djoko Damono

220px-gibran_museum

Bagi penggemar puisi tentu tidak asing dengan penyair bernama Kahlil Gibran yang puisinya kerap menginspirasi Dewa 19 dan seniman lainnya. Indonesia juga memiliki penyair yang juga memiliki karya menawan seperti W.S. Rendra dan Sapardi Djoko Damono. Kali ini saya ingin membahas puisi terkenal karya Khalil Gibran dan Sapardi Djoko Damono.

Puisi Kahlil Gibran sering menghiasi kartu undangan pernikahan atau dijadikan kata mutiara. Sastrawan asal Lebanon ini lahir pada tahun 1883 dan meninggal di Amerika tahun 1931, lalu dimakamkan di Lebanon dimana sekarang dikenal sebagai Gibran Museum di Basshari, Lebanon. Bukunya yang terkenal adalah The Prophet dan Sayap-Sayap Patah (Broken Wings). Karya-karyanya dipengaruhi berbagai agama dan kepercayaan termasuk sufisme.

Kahlik Gibran dulu sangat populer pada tahun 2000-an. Banyak remaja dan kaum muda yang mengoleksinya. Saya juga suka membacanya meskipun terkadang agak susah memahami sebagian puisinya. Banyak yang menggunakan puisi Kahlil Gibran untuk kekasihnya karena terdengar romantis.

Berikut potongan puisinya berjudul cinta

Apabila cinta menggamitmu, ikutlah ia
Walaupun jalan-jalannya sukar dan curam
Apabila ia mengepakkan sayapnya,
Engkau serahkanlah dirimu kepadanya
Walaupun pedang yang tersisip pada sayapnya akan melukakan kamu.

Apabila ia berkata-kata
Engkau percayalah kepadanya
walaupun suaranya akan menghancurkan mimpimu
seperti angin utara yang memusnahkan taman-taman
karena sekalipun cinta memahkotakan kamu
Ia juga akan mengorbankan kamu
walaupun ia menyuburkan dahan-dahanmu
ia juga mematahkan ranting-rantingmu
walaupun ia memanjat dahanmu yang tinggi
dan mengusap ranting-rantingmu yang gementar
dalam remang cahaya matahari
ia juga turun ke akar-akarmu
dan menggoncangkannya dari perut bumi

Saya sendiri lebih suka puisi dalam negeri, seperti karya Sapardi Djoko Damono, W.S Rendra, dkk. Yang paling saya sukai dari Sapardi adalah puisi Hujan di Bulan Juni dan Aku Ingin.

sapardidd

Puisi Aku Ingin ini menurutku indah juga romantis. Bercerita tentang pengungkapan perasaan pada kekasihnya secara tulus. Puisi ini pernah dibuat versi musikalnya oleh Reda dan Jubing. Lagunya begitu indah.

Penyair berusia 76 tahun ini menghasilkan banyak karya sehingga ia dikenal sebagai salah satu sastrawan produktif. Karyanya sebenarnya juga bisa disandingkan dengan puisi mancanegara.

Puisi Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Puisi kedua penyair ini diulas singkat dalam film Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon yang saat ini masih tayang. Tokoh Raina dan Satria sama-sama penggemar puisi dan bepergian bersama ke museum Kahlil Gibran.

Gambar dari wikipedia

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 25, 2016.

6 Tanggapan to “Kahlil Gibran dan Sapardi Djoko Damono”

  1. Saya nggak terlalu sering membaca puisi tetapi entah kenapa begitu membaca puisi “Aku Ingin” di atas langsung suka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: