Kisah Cinta Gadis Pembuat Mochi

Tamako love story

Tamako lahir dan dibesarkan dari keluarga pembuat mochi. Saat ibunya meninggal ia sempat membenci mochi. Tapi kemudian ia paham ia begitu menyayangi mochi dan mochi bagian hidupnya. Saat ia mulai beranjak dewasa, ia enggan berubah. Ia ingin mochi dan kawan-kawannya tak meninggalkannya, termasuk anak toko mochi rivalnya, Mochizou, yang juga sahabatnya.

Setiap pagi sebelum berangkat sekolah Tamako membantu ayah dan kakeknya membuat mochi. Ia berangan-angan menciptakan mochi baru. Teman-temannya menggodanya agar tak terobsesi dengan mochi.

Setiap pulang sekolah ia berlatih menari dengan tongkat, hingga kawannya, Kana, mengajak mereka ikut bertanding. Mereka awalnya ragu. Akhirnya si ketua, Midori, menyetujuinya, karena merupakan tahun terakhir mereka di SMA. Setelah itu mereka akan berpisah.

Tamako iri melihat teman-temannya sudah mempunyai rencana akan masa depannya. Shiori giat berlatih bahasa Inggris, Midori ingin meneruskan ke perguruan tinggi dan belum berencana mewarisi toko mainan kakeknya, sedangkan Kana yang unik tertarik untuk mengambil jurusan arsitektur. Tamako sendiri tidak pernah berpikir selain mochi.

Selama ini Tamako selalu bersama Mochizou, tetangga dan kawannya. Mereka sering menggunakan telepon dari benang dan bekas minuman gelas untuk bercakap-cakap. Ada sesuatu yang sulit diungkapkan kawannya tersebut. Ia akan melanjutkan pendidikannya ke jurusan perfilman di Tokyo. Itu berarti keduanya akan terpisah sekian ratus kilometer.

Tamako dan mochizou

Tamako dan mochizou

Tamako love story

Filmnya menarik dan khas remaja. Ada persahabatan, hubungan hangat di sebuah keluarga, juga romansa yang mulai hadir.

Tamako digambarkan sebagai gadis manis yang sederhana dan hangat. Ia selalu menyapa para tetangganya. Kawan-kawannya juga peduli kepadanya.

Karakter teman-temannya berbeda dengan dirinya. Shiori pendiam, Midori serius dan pengatur, dan Kana paling unik. Kana suka berbicara dengan gaya yang dibuat-buat, seolah membicarakan hal yang misterius. Pemikirannya suka nyleneh, dimana ia bercerita waktu kecil suka memaku apa saja hingga sekarang merasakan bau besi dimana-mana. Ia sering membuat kawan-kawannya bengong dengan ide atau kata-katanya yang kerap tak terduga.

Temen temen tamako

Kana

Cerita akan mochinya tidak banyak dibahas. Di awal film ada kisah burung bisa berbicara bernama Dora yang hidup di pulau bersama pangeran dan pelayannya yang membuat mochi dengan cara sederhana, yakni ditumbuk. Di kehidupan Tamako, diperlihatkan mereka telah menggunakan peralatan modern sehingga tidak perlu lagi menumbuk. Membuat mochi perlu takaran yang pas dan pengalaman, karena bisa jadi mochinya lengket atau malah terlalu kenyal.

Setelah menonton film ini saya teringat dengan film tentang kutukan telur, The Anthem of My Heart, karena dari gambar karakternya mirip dan ada ‘sesuatu’ yang bisa berbicara. Di Anthem of The Heart ada telur yang mampu berbicara dan di film ini ada Dora yang pernah bertemu Tamako dan kawan-kawannya. Lantas saya mencari tahu sutradaranya, ternyata tidak sama hehehe.

Detail Film:
Judul : Tamako Love Story
Genre : drama remaja, love story, fantasi
Rating : 7,5/10

Tamako

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 7, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: