Kopi Buat Kecantikan, Bisakah?

Kopi

Sejak kecil ku teradiksi dengan kopi. Dulu sempat berganti dengan teh, tapi rasanya ada yang kurang. Baru saat kuliah aku jarang menyeduh kopi. Bukan karena beralih selera, tapi terkait dengan kondisi keuangan hehehe. Nah, akhir-akhir ini aku coba memaksimalkan manfaat dari ampas kopi atau kopi instan yang tidak terpakai.

Ada dua jenis kopi yang biasa kuseduh. Kopi hitam yang berampas dan kopi instan yang cukup diseduh air hangat dan tak berampas. Untuk kopi hitam, setelah habis ada ampasnya yang di Malang disebut letek. Kalau kopi sachet sekarang umumnya tak berampas.

Gara-gara kawan sekamarku waktu ke Lampung, Nisa, mengajakku menggunakan masker dari larutan kopi instan, aku jadi tergoda untuk merawat tubuh dengan kopi. Bukankah kopi kaya antioksidan.

Akhirnya kami menggunakan masker kopi dengan melarutkan kopi dengan sedikit air. Setelah 45 menit, masker kopi itu melekat kuat di wajah dan leher. Sisa kopi yang masih ada pun kugunakan di lengan. Alhasil aroma tubuhku kopi banget.

Dulu waktu masih rajin ke salon, banyak spa yang juga menggunakan tambahan kopi untuk scrub tubuh. Mereka menggunakan tambahan kopi bubuk. Scrub tersebut dibalurkan ke tubuh dan kemudian digosokkan perlahan ke tubuh agar sel kulit mati terangkat dan peredaran darah lebih lancar. Jika rajin melakukan scrub dengan kopi, selulit juga bisa memudar. Setelah scrub, kulit terasa lembap dan lebih halus. Aku juga suka aroma kopi yang menempel pada tubuh, karena membuatku lebih rileks.

Saat ini aku sangat jarang ke spa. Akhirnya aku memanfaatkan kopi untuk perawatan di rumah. Kopi instan yang tidak terpakai pun kugunakan sebagai masker.

Pasanganku gemar sekali mencoba-coba merk baru dan sebagian yang kami coba rasanya benar-benar tidak enak. Kopi instan tak terpakai itu rasanya sayang untuk dibuang. Akhirnya kumanfaatkan jadi masker wajah dan leher.

Untuk ampas kopi dari kopi hitam, biasanya kubuat scrub termasuk untuk wajah dan bibir. Namun khusus daerah tersebut aku menggosoknya lebih perlahan karena kulit wajah, apalagi bibir sangat sensitif dan rapuh. Bagian lutut dan siku pun kugosok dengan scrub kopi agar lebih cerah dan halus.

Beberapa waktu lalu aku coba menggunakan larutan kopi jadi masker rambut. Kubiarkan agak lama masket rambut tersebut dengan penutup kepala, sehingga aku tetap bisa beraktivitas. Eh rambut setelah dikeramas jadi terasa lebih lembut dan halus.

Selain untuk perawatan tubuh, ampas kopi biasa kugunakan di dapur untuk mengusir bau yang kurang sedap. Jika baunya bandel, ya kujerang air deh lalu kumasak kopi di dalamnya
Wangi kopi akan menyerebak, memenuhi dapur. Ampas kopi kadang juga kugunakan sebagai pupuk tanaman. Waktu ke pabrij Nescafe, aku melihat tanaman di sana subur-subur menggunakan pupuk dari limbah kopi, sehingga aku ikutan tertarik menggunakanya sebagai pupuk.

Daripada ampas kopi dibuang mending dijadikan sesuatu yang berguna. Merawat tubuh menurutku perlu bagi siapapun dan tidak harus pergi ke spa. Merawat kulit dan wajah juga bisa menggunakan bahan di rumah (sekalian menghibur diri dengan alasan berhemat):p

Gambar dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 9, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: