Kupas Tuntas Peluang Bisnis Wisata Halal

img_20170124_234740

Istilah wisata halal belakangan ini semakin populer. Seiring dengan semakin banyaknya traveler muslim dan cerdiknya negara seperti Korea, Jepang, dan China menangkap peluang tersebut. Di Indonesia, wisata halal juga mulai diterapkan di berbagai daerah dan masyarakat Indonesia, terutama wisatawan muslim, menyambutnya dengan antusias.

Oleh karena wisata halal memiliki nilai plus-plus dibandingkan wisata konvensional, terutama yang berbasis tur, maka mulai bermunculan agen tur yang menitikberatkan pada wisata halal. Jika Kalian tertarik menekuni bisnis di bidang wisata halal, maka Kalian bisa membaca e-book berjudul Laris Manis Bisnis Wisata Halal yang disusun oleh Cheriatna, yaitu praktisi bisnis wisata halal

Dalam buku bisnis setebal 84 halaman ini ada banyak hal menarik tentang peluang bisnis wisata halal. Apa saja peluangnya dari bisnis di bidang pariwisata ini, tantangannya, juga langkah memulainya. Diutarakan dengan bahasa yang lugas dan mudah dicerna, buku ini cocok dibaca bagi mereka yang ingin menekuni usaha di bidang pariwisata, baik sebagai mata pencaharian utama ataupun sebagai sumber penghasilan tambahan. Buku bisnis ini memuat langkah-langkah memulai bisnis wisata halal, tips-tipsnya, juga memberikan contoh-contoh brosur tentang tur wisata halal di berbagai destinasi

Sebelum membahas lebih dalam tentang bisnis wisata halal, Kalian perlu memahami pengertian wisata halal. Sebenarnya apa bedanya wisata pada umumnya dan wisata halal? Istilah wisata halal sendiri merujuk pada pemenuhan kriteria seperti mudah ditemukannya masjid atau tempat ibadah umat muslim, adanya air bersih untuk berwudhu, petunjuk arah kiblat di hotel, mudahnya mengetahui jam sholat, tidak ada minuman beralkohol, mudah mendapatkan makanan halal, dan juga tidak ada aktivitas non halal (hal 10).

Dengan kehadiran fasilitas tersebut, maka wisatawan muslim bakal merasa nyaman berwisata tapi tetap menjalankan kewajibannya seperti sholat lima waktu, membaca Al-Quran, bebas dari minuman beralkohol dan selalu menyantap makanan yang halal, juga dijauhkan dari hiburan malam yang negatif. Bagi wisatawan nonmuslim sendiri sebenarnya juga tidak ada ruginya mengikuti wisata halal, terutama yang tidak mengonsumsi minuman beralkohol.Saat kaum muslim beribadah, mereka juga bebas melakukan kegiatan lainnya.

Kriteria Wisata Halal

Ada berbagai destinasi yang populer di kalangan wisatawan muslim, terutama negara-negara yang mempromosikan daerahnya memiliki wisata halal dan aman bagi traveler muslim. Negara-negara tersebut adalah Korea Selatan yang terkenal sejak K-Pop-nya disukai kaum remaja, Jepang dengan budayanya yang khas, China dengan tembok besarnya, Turki dengan wisata balon udaranya yang berkesan, dan negara Eropa seperti Spanyol yang memiliki banyak sejarah dan bangunan bercorak Islam (hal 9).

Negara Tujuan Wisata Halal

Di Indonesia sendiri wisata halal juga mulai diterapkan di berbagai daerah. Lombok merupakan daerah destinasi wisata halal favorit. Tempatnya indah, masjidnya banyak, dan makanan halal mudah dijumpai. Aceh, Jawa Barat juga mulai menerapkannya, hal ini dapat dilihat dari beberapa kawasannya yang masuk ke dalam pemenang Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016, seperti Bandara International Sultan Iskandar Muda Banda Aceh dan Kantin Salman ITB Bandung (hal21).

Lantas bagaimana memulai bisnis wisata halal? Menurut Cheriatna yang terpenting adalah niat dan tekad. Dengan peluang pasar yang besar yakni wisatawan muslim baik dari Indonesia maupun mancanegara yang terus tumbuh maka pilihan menekuni bisnis wisata bisa dipilih ke destinasi luar negeri ataupun dalam negeri. Pada tahun 2014 jumlah wisatawan muslim mencapai 116 juta dimana jumlahnya terus meningkat per tahunnya. Waktu berwisata juga bukan hanya saat liburan sekolah atau liburan hari raya, dengan banyaknya perjalanan bisnis dimana biasanya dipadukan dengan berwisata.

Wisata Halal di Jepang

Setelah menguatkan tekad maka pebisnis perlu memiliki pengalaman atau pengetahuan tentang produk/jasa yang akan dijual. Jika ia hendak menjual jasa tur ke Lombok, misalnya, maka setidaknya ia pernah melakukan wisata ke Lombok atau menguasai rute paket tur. Langkah selanjutnya adalah menghitung biaya dan memperkirakan pendapatan yang didapatkan dari tur paket tersebut, baru kemudian memasarkan tur paket tersebut.

Bagaimana memasarkannya? Dengan era digital maka tentunya, hal tersebut memudahkan. Delapanpuluh persen traveler mencari informasi via online. Oleh karenanya bisnis wisata perlu digitalkan. Ada banyak metode yang bisa dipakai dimana Kalian bisa mendapatkan pengetahuan tersebut dengan membaca buku ini secara seksama. Masih banyak lagi seluk-beluk berbisnis di bidang wisata halal yang dibahas dalam buku ini.

Penulis buku ini adalah praktisi bisnis wisata selama belasan tahun yang sukses. Ia mengaku menyukai jalan-jalan berkeliling dunia sejak mendapat kesempatan menimba ilmu ke Jepang dalam program Noogyou Kenshuu. Sejak itu ia merasa ketagihan, namun sadar jika hal tersebut memerlukan biaya. Untuk itulah ia memikirkan cara untuk mendapatkan penghasilan yang selaras dengan hobinya. Tenyata berbisnis di bidang pariwisata adalah jawabannya.

Oh ya Cheriatna juga berpesan “Jangan lakukan hal yang sama untuk dapatkan hasil yang berbeda”. Jadi setelah membaca buku bisnis ini jika ingin lebih sukses maka lakukan sesuatu yang ‘lebih’ dan selamat menikmati legitnya bisnis wisata halal.

Detail Buku:
Judul Buku : Laris Manis Bisnis Wisata Halal
Penulis : Cheriatna
Genre : Bisnis, wirausaha
Tebal Buku : 84 halaman
Sumber Gambar : screenshoot dari buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 25, 2017.

2 Tanggapan to “Kupas Tuntas Peluang Bisnis Wisata Halal”

  1. ini perlu noted mbak
    “Jangan lakukan hal yang sama untuk dapatkan hasil yang berbeda”
    hehheee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: