Serba-Serbi Imlek dan Serunya Festival Imlek Indonesia 2017

festival imlek Indonesia

Ketika mendarat di pulau Kemaro setelah mengarungi Sungai Musi yang luas beberapa tahun silam, saya segera mengajak pasangan berkeliling pulau dengan antusias. Pulau ini memiliki bangunan yang khas yaitu pagoda yang terlihat dari jendela pesawat terbang. Bangunan dan nuansa di pulau ini begitu khas, seolah saya sedang berada di sebuah negeri yang memiliki perpaduan budaya Tionghoa dan Melayu. Saya membayangkan bagaimana jika saat itu sedang dilaksanakan perayaan Imlek, wah pasti sungguh meriah dan sesak pulau ini. Begitu juga dengan kota Palembang yang memiliki etnis Tionghoa, jika dihelat Festival Imlek di kota ini pasti bakal meriah.

Angin akhir-akhir ini sudah berhembus lumayan kencang. Kata Ibu dan nenek, angin besar itu pertanda Imlek akan segera tiba. Imlek memang sudah lama dekat dengan kehidupan kami di Malang, oleh karena beberapa tetangga di kampung kami merayakannya meskipun pada tahun-tahun tersebut perayaan Imlek secara terang-terangan di muka umum dilarang. Ketika Imlek tiba, maka kami mendapat kiriman Kue Keranjang atau Kue Ranjang alias Dodol China yang berwarna cokelat dan nikmat. Terkadang kami juga mendapatkan Lontong Cap Gomeh yang gurih dan sedap, mirip-mirip dengan lontong plus opor ayam.

Pagoda di Pulo Kemaro

Pagoda di Pulo Kemaro

Sejak masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid maka larangan perayaan Imlek secara terbuka berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 dicabut dan Imlek pun ditetapkan sebagai hari libur bagi yang merayakan berdasarkan Keppres No 19/2001. Selanjutnya sejak tahun 2003 Imlek ditetapkan sebagai salah satu hari libur nasional.

Nah, sejak itu peringatan Imlek pun mewarnai berbagai daerah di Indonesia, dari pagelaran Barongsai, Liang-Liong dan aneka pertunjukan lainnya. Baju Cheongsam, amplop angpau berwarna merah dan ucapan Gong Xi Fa Cai hadir dimana-mana. Sungguh meriah.

Sebenarnya apa sih yang dirayakan dalam Imlek tersebut? Dan apa saja yang dilakukan selama Imlek oleh kaum Tionghoa?

Imlek atau Sin Cia merupakan perayaan tahun baru berdasarkan penanggalan China. Oleh karena Imlek berasal dari kata ‘Im’ yang berarti bulan dan ‘lek’ yang bermakna penanggalan, maka Imlek juga disebut Lunar New Year. Ada juga yang menyebutnya festival musim semi karena di negara empat musim, Sin Cia menandai pergantian musim dari musim dingin menjadi musim semi.

Ada sebuah legenda yang menyertai Imlek yaitu kehadiran Nian atau seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan. Nian biasanya juga menyantap ternak dan memakan hasil panen penduduk desa. Namun suatu ketika penduduk desa melihat Nian kabur ketakutan ketika bertemu dengan anak kecil mengenakan pakaian berwarna merah. Sejak itu setiap Imlek mereka menggantungkan lentera dan gulungan kertas berwarna merah di pintu dan jendela. Kembang api pun disulut untuk menakut-nakuti Nian.

Imlek sendiri dirayakan sejak tanggal 1 bulan pertama dan ditutup pada hari ke-15 dengan Cap Go Meh. Tradisi dalam perayaan Imlek biasanya ditandai dengan membersihkan rumah untuk membuang kesialan, menghias rumah dan memasang atribut berwarna merah, menyiapkan angpao bagi yang sudah menikah,menyiapkan makanan seperti jeruk, bandeng dan Kue Keranjang, menyulut kembang api, dan berkunjung ke keluarga besar untuk bersantap bersama. Tak lupa juga diadakan sembahyang leluhur dan sembahyang Imlek untuk mengucapkan rasa syukur dan berdoa agar setahun ke depan mendapat rejeki yang banyak dan dikabulkan harapannya.

Angpao (dok. @PesonaSriwijaya)

Angpao (dok. @PesonaSriwijaya)

Perayaan Imlek sendiri di Indonesia bisa menjadi magnet wisatawan. Perayaan tersebut menunjukkan betapa beragamnya budaya di Indonesia. Sungguh kaya Indonesia akan keberagamannya.

Rupanya peluang tersebut sudah ditangkap oleh daerah tempat lahirnya kerajaan Sriwjaya alias Kota Palembang, Sumatera Barat. Dengan warna Tionghoanya yang kental di Pulo Kemaro dan sekitar Sungai Musi, maka Palembang kiranya ideal menjadi tempat diselenggarakannya Festival Imlek Indonesia 2017.

Tahun ini memasuki tahun kedua penyelenggaraan Festival Imlek Indonesia yang diselenggarakan Pemerintah Daerah bersama-sama Tribun Sumatera Selatan, Kelompok Kompas Gramedia. Penyelenggaraan Imlek kali pertama diadakan tahun 2015 dimana disambut antusias oleh peserta, masyarakat Palembang, dan wisatawan dalam negeri juga luar negeri.

Gebyar Festival Imlek 2017

Gebyar Festival Imlek 2017 (dok. @Pesona Sriwijaya)

Pada Festival Imlek Indonesia 2017 yang direncanakan dihelat 11-12 Februari 2017 di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) Palembang ada sejumlah atraksi menarik yang ditampilkan Paguyuban Tionghoa dan kelompok lainnya. Apa sajakah itu? Ada drama Kolosal Legenda Pulo Kemaro, Tari 1000 Tangan, Lomba Tari Kreasi bersama Didik Nini Towok, Wayang Wong, Wayang Potehi Festival Barongsai, Kirab Budaya, pemutaran film pendek dan stand up comedy. Juga ada aneka lomba seperti Chef Battle, lomba mendongeng, lomba mural, lomba ibu dan anak, dan sebagainya. Meriah deh. Kalau kalian sedang berada di Palembang atau belum ada acara pada tanggal tersebut, buruan deh pesan tiket ke Palembang.

Perayaan Imlek di Berbagai Kota (dok. @PesonaSriwijaya)

Perayaan Imlek di Berbagai Kota (dok. @PesonaSriwijaya)

Selain di Palembang dengan Festival Imleknya, di berbagai daerah juga dihelat perayaan Imlek. Daerah-daerah tersebut di antaranya Singkawang di Kalimantan yang setiap tahun menggelar perayaan Imlek dengan meriah, seperti pagelaran Tari Tatung dan pesta lampion; Semarang tak kalah meriah dengan berbagai pertunjukan di Pasar Imlek Semawis, di pusat kuliner Kya-Kya Kembang Jepun Surabaya juga dihelat berbagai atraksi; Di Medan ada kue khas daerah tersebut untuk memeriahkan Imlek yaitu Kue Bakul yang terbuat dari tepung pulut dan gula juga festival Liong Toba 2017. Bandung di kawasan Cibadak juga akan mengadakan kirab budaya, Di Solo biasanya ada acara unik berebut makanan yang disebut Gerebek Sudiro; Di Bangka ada pesta kembang api dan pertunjukan barongsai, Tegal tak mau kalah dengan mengadakan festival mengundang berbagai klenteng di daerah tersebut; Bogor akan menggelar Street Festival dengan menggabungkan budaya Sunda ke acara peringatan Imlek tersebut yaitu dengan adanya Sisingaan; sedangkan di Jakarta terutama di kawasan Petak Sembilan, Glodok akan ada pesta lampion, berbagai atraksi dan kue-kue khas Imlek.

Perayaan Imlek di Mal di Jakarta

Perayaan Imlek di Mal di Jakarta

Wah seru bukan perayaan Imlek di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Palembang. Meskipun saya tidak merayakan, saya termasuk antusias menonton perayaan Imlek dan tidak menolak jika mendapat kiriman Kue Keranjang ataupun Lontong Cap Go Meh hehehe.

Selamat merayakan Imlek, Gong Xi Fa Cai

flyer festival imlek

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 28, 2017.

4 Tanggapan to “Serba-Serbi Imlek dan Serunya Festival Imlek Indonesia 2017”

  1. Perayaan Imlek memang seru, apalagi warna merahnya memang bikin lebih meriah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: